Rabu, 02 Juni 2010

Salib 2: APAKAH KRISTUS DISALIBKAN?

SALIB 2
APAKAH KRISTUS DISALIBKAN?

TANTANGAN: Orang-orang Muslim radikal menolak penyaliban Kristus. Orang-orang Kristen, sesuai dengan ajaran Injil, bersaksi bahwa Kristus mengalami penolakan yang sangat kuat dari seteru-seteru Yahudi-Nya, dan bahkan karena dengki, mereka menyerahkan Yesus kepada penguasa Romawi di Yerusalem, serta meminta agar Ia dihukum mati. Tentara Romawi kemudian menyiksa Dia, dan selanjutnya menyalibkan Dia di kayu salib. Di sana Ia mati dalam kesengsaraan yang sangat dahsyat, bersama-sama dengan dua orang hukuman. Orang-orang Romawi membunuh Dia.

Di dalam Injil Kristus kita bisa menemukan penjelasan yang lebih terperinci mengenai peristiwa itu, yang memuncak dalam sebuah pernyataan, “Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. . . . Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia --supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” (Yohanes 19:16-18 dan 28-30). Dari kesaksian Rasul Yohanes ini sangat jelas terbukti bahwa memang Yesus disalibkan, dan bahwa Ia mati dalam kesengsaraan di kayu salib. Ia memang sungguh-sungguh dibunuh. Peristiwa itu juga disaksikan oleh empat saksi Kristus yang berbeda.

Namun, orang-orang Muslim mengatakan: Tidak! Kristus tidak dibunuh dan tidak disalibkan. Hanya nampaknya saja bahwa Kristus sudah disalibkan. Tetapi sebenarnya, ada kesalahan yang terjadi di dalam pengadilan. Seseorang yang mirip dengan Kristus yang telah salah disalibkan. Kristus yang sebenarnya diselamatkan oleh Allah dari tangan musuh-musuh-Nya, diangkat hidup-hidup ke surga, dimana Ia masih hidup sampai hari kedatangan-Nya kembali ke dunia ini.

Orang-orang Muslim mempertahankan keyakinan ini atas dasar sebuah ayat di dalam Al-Quran, yang mengatakan demikian tentang orang-orang Yahudi, “dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti perdangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat 'Isa kepada-Nya379. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surat an-Nisa' 4:157-158) Injil Kristus, yang menyaksikan dengan jelas empat kali bahwa Kristus dibunuh dan disalibkan, ditolak oleh orang-orang Muslim sebagai kepalsuan dari orang Kristen atas teks asli di dalam Injil.

Apakah tuduhan dari Al-Quran ini cukup untuk membantah empat kesaksian yang ada di dalam Injil? Apakah semua orang Muslim harus percaya kepada Al-Quran bahwa Kristus tidaklah dibunuh atau disalibkan?

JAWABAN : Bertolak belakang dengan bagian di dalam Al-Quran (Surat 4:157), yang menyangkali pembunuhan dan penyaliban Kristus, ada tiga bagian lain di dalam Al-Quran yang secara terbuka memberikan kesaksian tentang kematian Kristus:
1. Segera setelah kelahiran-Nya Kristus menurut Al-Quran mengatakan, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal (yauma amuta) dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali!” (Surat Maryam 19:33). Ayat ini berbicara dengan sangat jelas mengenai kelahiran, kematian, dan kebangkitan Kristus dalam sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan.

2. Berbicara mengenai rencana orang-orang Yahudi untuk membunuh Kristus, Al-Quran mengatakan, “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu (inniy mutawaffika) dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. ... (Surat Al 'Imran 3:54-55). Ayat-ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa Allah membiarkan Kristus menemui ajal, yaitu, Ia membiarkan Yesus mati. Tipu daya yang dibuat oleh Allah terhadap orang-orang Yahudi adalah dengan tidak memasukkan Kristus ke dalam neraka, seperti yang mereka yakini sekarang, tetapi bahwa Ia akan membangkitkan Yesus sendiri ke dalam surga.

3. Setelah Kristus dibangkitkan dan diangkat ke surga oleh Allah, Al-Quran menjelaskan adanya percakapan antara Kristus dengan Allah. Di dalam percakapan itu Kristus berkata kepada Allah di surga, “Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku (falamma tawaffaytaniy), Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (Sura al-Ma'ida 5:117). Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa Kristus wafat sebelum Ia naik ke surga. Kalau tidak begitu, di surga, Kristus tidak akan bisa berbicara mengenai wafat-Nya sebagai sesuatu yang telah terjadi.

Sangat jelas sekali bahwa ketiga bagian di dalam Al-Quran itu sangat bertentangan dengan apa yang tertulis di dalam Surat ke-4 (Surat An-nisa’). Tiga bagian di atas menegaskan tentang kematian Kristus, sementara bagian di dalam Surat ke-4 itu menyangkal kematian Kristus. Banyak penafsir Muslim yang berusaha mengatasi pertentangan itu dengan memunculkan tiga upaya penafsiran. Namun, semua tafsiran itu, tetaplah gelap dan sulit dipahami.

Ketidakmasuk-akalan yang pertama : Perkembangan Kronologisnya. Untuk bisa menyambungkan antara Surat 4:157 dengan Surat 19:33, para penafsir memasukkan, tanpa ada dasarnya di dalam Al-Quran, suatu rentang waktu yang sangat panjang antara kelahiran Kristus dengan kebangkitan-Nya. Mereka mengatakan bahwa Kristus dilahirkan dan diangkat ke surga. Dari sana Ia akan datang kembali di akhir jaman, dan hanya setelah itu Ia akan mati dan dibangkitkan kembali bersama semua manusia. Tafsiran ini, sayangnya, justru bertentangan dengan Surat 5:117, diman Kristus mengatakan kepada Allah bahwa Ia wafat sebelum diangkat ke surga.

Ketidakmasuk-akalan yang kedua: Korban Pengganti. Dalam usaha untuk menjelaskan, sesuai dengan isi Surat 4:157, bahwa Kristus tidak dibunuh, para penafsir Muslim mengatakan bahwa orang yang disalibkan itu bukanlah Kristus, tetapi seseorang yang diserupakan dengan Dia yang disalibkan. Kristus sendiri sebenarnya diangkat ke surga tanpa mengalami kematian. Para penafsir, kemudian berselisih paham di antara mereka sendiri, tentang siapa yang sebenarnya disalibkan menggantikan Kristus: Apakah ia seorang Yahudi bernama Titus, atau seseorang yang memang adalah pengawal Kristus, atau salah satu murid Kristus yang secara sukarela mengorbankan dirinya, atau bahkan apakah ia adalah murid yang mengkhianati Kristus? Dalam penjelasannya, para penafsir Muslim itu yakin bahwa Allah secara ajaib meletakkan seseorang yang diserupakan dengan Kristus untuk menjadi korban pengganti, sehingga orang-orang Yahudi salah mengira kalau dia adalah Kristus. Para penafsir yang lebih serius (misalnya Zamakhshari dan Razi) menolak penjelasan ini.

Ketidakmasuk-akalan yang ketiga: Menjelaskan ulang kata “mati.” Untuk membuat penafsiran ini lebih bisa diterima, makna salah satu kata di dalam Al-Quran diubah. Kata “wafat” (mati), yang dituliskan di dalam Surat 3:55 memakai bentuk kata “inniy mutawaffika” (aku membiarkanmu mati) dan di dalam Surat 5:117 “falamma tawaffaytaniy” (tetapi ketika Engkau membiarkan Aku mati). Beberapa penafsir mengatakan bahwa kata “wafat” (mati) berarti tidur (hanya dituliskan dua kali di dalam Al-Quran: Surat 6:60 dan 39:42b) dan bukan kematian yang sebenarnya (sebagaimana yang dengan jelas dituliskan dalam 25 bagian lain di dalam Al-Quran, sebagai contoh, Surat 32:11; 4:15; 39:42a or 8:50). Penjelasan ini dipersoalkan di antara banyak penafsir yang ada, yang kemudian menjadi alasan mengapa tradisi Islam yang menafsirkan kata “wafat” di dalam ayat mengenai Kristus sesuai dengan keterangan sebagian besar ayat lain di dalam Al-Quran kemudian diterjemahkan sebagai mati, dan bukan sebagai tidur.

KABAR BURUK : Usaha-usaha Islam itu tidak bisa memecahkan masalah pertentangan antara Surat 4:157 dengan bagian-bagian lain di dalam Al-Quran, dimana kematian dan penyaliban Kristus secara eksplisit dijelaskan.

KABAR BAIK: Dengan memulai dari Al-Quran, sangat mungkin bagi semua orang Muslim untuk percaya bahwa Kristus memang disalibkan, dan bahwa tidak ada orang yang secara salah mati dibunuh menggantikan-Nya. Lalu jelas juga bahwa Surat 4:157 tidak mengatakan bahwa Kristus tidak disalibkan, namun, seperti Surat 8:17 (Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar) maka, “bukan orang-orang Yahudi yang menyalibkan Dia, ketika mereka menyalibkan-Nya, Allah-lah yang mnyalibkan-Nya.”

KESAKSIAN:
Nama saya Hakim dan saya berasal dari Yordania. Saya dulunya adalah seorang Muslim yang taat dan belajar di sekolah-sekolah Islam yang terbaik. Kemudian, saya belajar agama Islam di Universitas al-Azhar di Kairo. Sebagai disertasi terakhir saya, saya meneliti pokok mengenai bagaimana anak Abraham, setelah ia dibunuh oleh ayahnya, kemudian ditebus oleh Allah melalui korban yang besar (Surat as-Saffat 37:99-111). Saya mempelajari semua penafsiran Islam mengenai bagian Al-Quran ini. Saya tidak menemukan satupun penjelsan yang memuaskan mengenai pertanyaan tentang penebusan (fida’). Hanya setelah saya membandingkannya dengan Torah dan tafsirannya oleh orang-orang Yahudi dan Kristen, saya bisa mulai memahami tentang penebusan melalui kematian korban penebus dosa di dalam Taurat dan kematian Kristus di kayu salib di dalam Injil. Saya memahami bahwa tanpa pencurahan darah tidak mungkin ada penebusan dosa, dan dengan itu tidak akan ada pengampunan. Saya mencantumkan penemuan yang sangat menarik itu di dalam disertasi saya. Ketika saya mempertahankannya di depan para mahasiswa Muslim dan para profesordalam sebuah ujian akhir, mereka yang mendengarkan menjadi begitu marahsampai menyerang saya dan memukuli saya sampai hampir mati. Tetapi saya tidak mati. Orang-orang Kristen menemukan saya dalam keadaan luka parah dan mengobati saya sampai sembuh. Hari ini saya percaya bahwa kematian Kristus bagi dosa-dosa saya, itulah yang membawa pengampunan bagi saya. Penjelasan di atas sudah menolong saya memahami apa yang sebenarnya dikatakan di dalam Al-Quran. Saya mau mengatakan kepada anda, sahabat, bahwa kalau anda tidak percaya kepada penebusan melalui Kristus, anda tersesat!

DOA: Ya Allah yang penuh rahmat, saya bersyukur bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa pengetahuan dan arahan-Mu. Engkau mengijinkan Kristus untuk disalibkan oleh tentara Romawi dan mati. Tolonglah saya memahami rahasia mengapa Engkau melakukan hal itu. Siapkanlah saya untuk menerima keselamatan yang dari-Mu.

PERTANYAAN : Menurut Al-Quran, apakah Kristus mati? Bagaimana para penafsir Muslim berusaha meluruskan pertentangan di dalam Al-Quran mengenai kematian Kristus? Apakah kesaksian Injil mengenai kematian Kristus?

UNTUK DIHAFALKAN:
“Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” (Mazmur 51:4-5 – Perkataan Nabi Daud)

12 komentar:

  1. 4. An Nisaa’
    157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

    4. An Nisaa’
    171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

    109. Al Kaafiruun
    6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

    BalasHapus
  2. @pramana untukmu agamamu untukku agamaku tapi kenapa ya muslim tidak mau mengamalkan ayat tsb jawabnya ayat tersebut masih ada pertentanganya yaitu ayat kalian musslim harus menjadi petugas imb klo ada gereja yang melanggar imb kalian bertindak ... paham ... semua ada pertentangan dr ayat satu ke satunya

    BalasHapus
  3. Jika yang tidak percaya Penyaliban Yesus ?, lebih baik tanya langsung ke mereka yang lebih dahulu ada di jaman Yesus. Kalau aku sih lebih percaya kata Alkitab, sejarah dan saksi-saksi lainnya termasuk murid Yesus, toh mereka menyaksikan langsung. Kenapa harus percaya ALquran perihal penyaliban Yesus? ("Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka.)

    Kesannya Alquran berani ngomong kejadian yang mereka tidak alami ?, bukankan umur Alquran jauh lebih muda, dan beda jamannya?. Istilahku: Seorang cucu atau buyut mau menyangkal dan memberi komentar bahkan membantah cerita Kakek buyutnya, padahal ini cucu/buyut tau apa sih?. Silahkan renungkan. GBU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dasar nabi palsu lo tuh mati makan racun

      Hapus
    2. Helaluya puji tuhan sudara....

      Hapus
  4. Boong banget tuh kesaksian, ngarang lu mantapp

    BalasHapus
  5. Posting: Diskusi Antar Agama pada Jum'at, 12 Februari 2016

    By: Boy Akmal


    Muhammad saw adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis; https://islamqa.info/id/1108 ). Ini bukan kelemahan bagi dia justru sebaliknya. Orang-orang berakal akan berpikir bagaimana bisa seorang yang buta huruf bisa menulis sebuah kitab yang isinya sangat agung. Banyak para penyair dizamannya yang mengakui keindahan bahasanya sehingga tak seorangpun bisa menandingi keindahan bahasanya hingga sampai sekarang ini dan sampai kapanpun tak bisa seorangpun bisa meniru keindahan bahasa al quran. Itulah mukjizat al quran dari sisi bahasanya.

    Mukjizat al quran yang menyangkut sisi ilmiah telah dibuktikan KEBENARANNYA oleh para ilmuan NON MUSLIM. Mereka takjub dan MENGAKUI KEBENARAN FAKTA-FAKTA ILMIAH yang tercantum dalam al quran. Padahal al quran diturunkan pada abad 6 masehi sementara fakta-fakta ilmiah itu baru terungkap pada abad ke-20. Bagaimana Muhammad saw YANG UMMI bisa mendapatkan kitab yang demikian agung ? Apakah dari ilmuan? Para ilmuan belum ada pada saat itu. Tentu saja jawabnya dari YANG MAHA TAHU YAITU ALLAH SWT tuhan semesta alam. Jadi BUKAN tuhan bangsa arab saja. Jadi Muhammad saw mendapatkan wahyu dari Allah dengan perantara malaikat jibril.

    Lalu bagaimana klaim dari kalangan nasrani bahwa al quran adalah tiruan dari kitab-kitab sebelumnya? Mereka mengklaim karena ada kemiripan isi antara al quran dan kitab-kitab sebelumnya. Mengapa bisa? Analoginya begini.: Si A mendapatkan informasi dari si C mengenai suatu kejadian. Tak lama setelah itu si B diceritakan informasi yang sama oleh si C. Tentu sudah pasti si A dan B menceritakan lagi informasi ke pihak lain dengan informasi sama persis seperti yang diceritakan oleh si C. Kalau ada cerita yang beda pasti salah satunya salah menyampaikan informasi dari si C. Demikian pula al quran dan kitab-kitab terdahulu diturunkan dari sumber yang sama yaitu dari ALLAH SWT.

    Tapi walaupun ada kemiripan mengapa ada perbedaan sedikit cerita. Misal dalam al quran diceritakan tentang nabi ibrahim yang didatangi oleh para malaikat. Malaikat disuguhi makanan tetapi makanan tak disentu alias tidak dimakan (Adz Dzaariyaat:24-28) . Beda dengan kitab perjanjian lama dimana nabi Ibrahim didatangi oleh tiga orang yang satu diantaranya adalah tuhan mendatangi ibrahim as. Makanan yang disuguhi oleh ibrahim dimakan oleh ketiga orang itu (Kejadian 18:1-8). Artimya tuhan dan dua lainnya mempunyai nafsu. Mana yang benar alquran atau kitab perjanjian lama? Tapi mengapa isinya beda kalau berasal dari sumber yang sama, pastilah salah satunya sudah diubah.

    Untuk MEMBUKTIKAN KEBENARAN isi al quran telah dibuktikan KEBENARANnya oleh ilmuan modern. Lalu sekarang kita coba membuktikan salah satu ayat dari kitab perjanjian lama, yaitu kitab kejadian. Pada kitab kejadian 1:16-19 MATAHARI diciptakan pada HARI KEEMPAT. Mengapa pada HARI PERTAMA sudah ada SIANG DAN MALAM (Kejadian 1:3-5). Bukankah adanya siang dan malam karena adanya matahari? Padahal matahari diciptakan pada hari keempat. HARI KETIGA diciptakan TUMBUH-TUMBUHAN (Kejadian 1:11-13). Apakah tumbuh-tumbuhan bisa hidup pada hari ketiga tersebut padahal matahari belum diciptakan. Dalam ilmu alam tumbuh-tumbuhan hidup dengan bantuan sinar matahari. Tentu kita sudah RAGU dengan kebenaran isi alkitab ini. Awal isi alkitab ini sudah memberikan keraguan. Bertolak belakang dengan alquran yang menekankan TIADA KERAGUAN padanya (Al-Baqarah:2).

    Coba pelajari lagi al kitab Anda dan kemudian pelajari al quran. Ada perbedaan yang yang mencolok antara keduanya. Dalam al kitab para nabi dilecehkan tapi dalam al quran para nabi dimuliakan. Mengapa? Baca di sini: https://edyprayitno.wordpress.com/category/pelecehan-para-nabi-di-kitab-bible/


    Ohthers:
    www.keajaibanalquran.com
    www.miraclesofislam.com
    www.miraclesofthequran.com
    www.islam-guide.com


    100 KEBENARAN ALQURAN VS ALKITAB


    http://pembantaisalibis.blogspot.co.id/2012/02/100-kebenaran-alquran-vs-alkitab.html?m=1


    Friday at 11:33pm
    boy_akmal2004@yahoo.com
    FB: boy akmal

    BalasHapus
  6. KABAR BAIK ATAU KABAR BURUK?


    Copy dari komentar Aini Muslih di blog Perempatan Agama "Muhammad PENIPU, Siapa bisa bantah?


    Menurut saudara apakah mungkin kitab suci mengandung kesalahan? Dan mungkinkah ayat yang satu bertentangan/kontradiktif dengan ayat yang lain?
    Jawabannya: Seharusnya tidak mungkin terjadi, karena itu adalah kitab suci/Firman Tuhan. Tuhan tidak mungkin salah. Bila ada yang mengatakan bahwa Tuhan tidak salah, tapi yang mencatatnya yang salah. Jika demikian berarti kita tidak yakin dengan Kitab tersebut, berarti sudah banyak mengandung kesalahan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Kebenarannya sudah meragukan.
    Bagaimana keadaannya dengan Kitab Injil - Bibel. Saudara akan banyak menemukan kesalahannya sbb:
    AYAT-AYAT KONTRADIKTIF

    Kontradiksi Dalam Kitab Perjanjian Lama

    1. Siapakah anak Daud yang kedua?
    a. Kileab (II Samuel 3: 2-3)
    b. Daniel (I Tawarikh 3:1)

    2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak?
    a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (11 Samuel 5: 13-16)
    b. Tidak! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7)

    3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem?
    a. 11 orang (Samuel 5: 13-16)
    b. 13 orang (I Tawarikh 14 3-7)

    4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga?
    a. Betah dan Berotai (II Samuel 8:8)
    b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18:8)

    5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamat kepada Daud?
    a. Yoram (II Samuel 8:10).
    b. Hadoram (1 Tawarikh 18: 9-10)

    6. Dari orang-orang bangsa mana saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan?
    a. Aram (II Samuel 8:11-12)
    b. Edom (I Tawarikh 18:14-16)

    7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud?
    a. Seraya (II Samuel 8:15-17)
    b. Sausa (I Tawarikh 18:14-16)

    8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud?
    a. 1.700 orang (II Samuel 8:4)
    b. 7.000 orang (I Tawarikh 18:4)

    9. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud ?
    a. 700 ekor (II Samuel 10:18)
    b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19:18)

    10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki?
    a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10:8)
    b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19:18)

    11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
    a. Sobakh (II Samuel 10:18)
    b. Sofakh (I Tawarikh 19:18)

    12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis?
    a. Tuhan murka lalu menghasut Daud (II Samuel 24:1)
    b. Setan bangkit lalu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)

    13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi?
    a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8)
    b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11:11).

    14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang?
    a. 800 orang (II Samuel 23:8)
    b. 300 orang (I Tawarikh 11:11)

    15. Berapakah jumlah angkatan perang Daud dari orang Israel?
    a. 800 orang (II Samuel 24: 9)
    b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5)


    16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda?
    a. 500.000 orang (11 Samuel 24:9)
    b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5)

    BalasHapus
  7. 17. Berapakah banyakkah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman)?
    a. 40.000 kandang (I Raja-Raja 4:26)
    b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2:2)

    18. Berapakah jumlah mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
    a. 3.300 mandor (1 Raja-Raja 5:16)
    b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2)

    19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo (Sulaiman)?
    a. 2.000 bat air (I Raja-Raja 7:26)
    b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5)

    20. Berapakah jumlah seluruh keturunan Yakub?
    a. 66 jiwa (Kejadian 46:26)
    b. 70 jiwa (Keluaran 1:5)

    21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan?
    a. Kelinci (Imamat 11:6)
    b. Kelinci hutan (Ulangan 14:6)

    22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan?
    a. Babi hutan (Ulangan 14:8, dan Imamat 11:7)
    b. Babi (Yesaya 66:17)

    23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem?
    a. 3 bulan (II Raja-Raja 24:8)
    b. 3 bulan 10 hari (II Tawarikh 36:9)

    24. Berapa banyakkah jumlah yang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar?
    a. 2.812 orang (Ezra 2:6)
    b. 2.818 orang (Nehemia 7:11)

    25. Berapa orangkah anak-anak Benyamin?
    a. 10 orang (Kejadian 46:21)
    b. 5 orang (Bilangan 26:38-39)
    c. 3 orang (I Tawarikh 7:6)
    d. 5 orang (1 Tawarikh 8:1-5)

    Komentar atas silsilah anak Benyamin ini tidak satu pn yang sama baik nama maupun jumlahnya.

    26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela)?
    a. 5 orang (I Tawarikh 7:7)
    b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5)
    c. 2 orang (Bilangan 26:40)

    Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

    Selanjutnya silahkan anda disini menyebutkan ayat2 Al Quran yang kontradiksi ayat yang satu dengan yang lainnya..(asal jangan karangan sendiri aja ya..)
    Selanjutnya Ayat-Ayat Yang Irasional Dan Melawan Logika, apakah pantas disebut Kitab Suci:

    1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya (II Tawarikh 21:5,20,) Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). (II Tawarikh 22: 1-2), Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

    2. Usia 11 tahun sudah punya anak
    Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
    Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak!

    3. Tuhan salah perhitungan
    (Kejadian 46: 8-1 5), disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 15 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa." Apakah Tuhan tidak pandai berhitung?
    Dengan banyaknya kesalahan/kontradiksi tsb, maka tidak tertutup kemungkinan banyak juga ayat-ayat lain yang sdh tdk orisinil. Termasuk ajarannya banyak yang diselewengkan.

    Coba anda jelaskan maksud ayat diatas dg akal sehatmu yang telah dianugerahkan Tuhan, untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Untuk dapat membedakan mana Firman Tuhan Yang Suci, dan mana karangan manusia yang amburadul.

    BalasHapus
  8. ya udh pasti alquran lah yg salah.

    BalasHapus
  9. Agama substansinya adalah misi Tuhan sebagai makanan rohani manusia sebagaimana Tuhan menjamin makanan jasmani buat seluruh ciptaannya, tanpa kecuali. kalau kemudian agama yang satu berbeda dengan agama yang lain, hal itu hanya lahir/formalnya saja dan bukan substansinya. Seperti perbedaan makanan jasmani yang beraneka dari satu wilayah dengan wilayah lainnya di bumi ini, ada beras, keju, gandum dst.tetapi substansinya sama apapun bentuknya, yaitu alat untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya.

    Terkait dperbedaan tentang penyaliban yesus atau isa, untuk urusan politik keagamaan, maka hal itu wajar atau bahkan harus, untuk kelangsungan hidup ajaran dari dua agama yang harus sama sama hidup dan berpengaruh dalam sanubari peme;uknya. karna hanya dengan begitulah maka ajaran rohani suatu agama bisa merasuk dan berpengaruh positif dalam diri manusia, utamanya pada masyarakat/bangsa tertentu yang tidak memungkinkan menerima ajaran rohani dari kelompok masyarakat/bangsa lainnya, itu sah sah saja. jika sama, justru tidak logis.

    Silahkan ajaran di arab berbeda, asal dengan begitu bisa membuat ajaran rohaninya diterima oleh orang arab pada saat itu walaupun buat orang netral dari bangsa lain juga kadang melihat kemuskilannya. Misalkan, bagaimana mungkin, Tuhan yang sebenarnya menciptakan alam dan mengaturnya ini, telah dengan sengaja menyamarkan kejadian yang seharusnya diketahui sejak awal oleh pemilik sejarah tersebut, dalam hal ini umat isa/yesus. padahal peristiwa penyaliban itu menjadi puncak sejarah perkembangan ajaran yang sangat penting. Tapi justru kemudian Tuhan tsb memberikan ralatnya setelah umat yang dijadikan sasaran ajaranNya tersesat selama ratusan tahun. Apalagi, ralatnya tidak diberikan pemilik ajaran tapi pada bangsa lain dalam hal ini bangsa arab. Tapi biarlah, kalau tidak begitu bisa jadi bangsa arab akan gelap terus. Padahal juga pemberi petunjuk bagi umat2 lain, termasuk arab.

    BalasHapus