Selasa, 27 Juli 2010

ALKITAB 1: APAKAH AL-QURAN TIDAK MEMILIKI KESALAHAN?

ALKITAB 1
APAKAH AL-QURAN TIDAK MEMILIKI KESALAHAN?

TANTANGAN : Orang-orang Muslim tidak mau menghafalkan atau membaca Alkitab, karena mereka percaya bahwa kitab-kitab di dalam Alkitab sudah dipalsukan. Mengenai Al-Quran, mereka menghafalkan dan sering membacanya, karena mereka yakin bahwa kitab itu tidak dipalsukan, dan tidak memiliki kesalahan. Karena itu orang-orang Muslim mengajak orang-orang Kristen untuk tidak lagi percaya kepada Alkitab, dan hanya percaya kepada Al-Quran. Bisakah seorang Kristen menerima undangan ini? Apakah Al-Quran benar-benar tidak memiliki kesalahan?

JAWABAN: Banyak orang Muslin percaya bahwa Allah menurunkan Al-Quran dari surga kepada Muhammad. Tidak sedikit pula yang berpikir bahwa Al-Quran diberikan kepada Muhammad oleh seorang malaikat dalam bentuk satu buku yang lengkap. Mereka yakin bahwa Al-Quran tidak akan bisa diselewengkan, karena Allah yang membuatnya menjadi tidak memiliki kesalahan dan karena itu tidak akan bisa dicemarkan.

Kalau anda bertanya kepada seorang ahli Muslim mengenai bagaimana asal mula terjadinya Al-Quran, anda akan mendapatkan gambaran yang sama sekali berbeda. Mereka mengajarkan bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis sebagai bukti bahwa ia tidak membuat Al-Quran sebagai tiruan dari ajaran Yahudi ataupun Kristen. Lebih lagi, mereka menekankan bahwa Muhammad tidak menerima Al-Quran seluruhnya sekaligus, tetapi bagian demi bagian di dalam Al-Quran secara supranatural disampaikan kepadanya dalam jangka waktu tertentu. Orang-orang Muslim itu mengatakan bahwa Al-Quran belum menjadi buku ketika Muhammad wafat pada tahun 632. Orang-orang Muslim yang menjadi sahabat Muhammad sudah menghafalkan berbagai bagian dari Al-Quran dan juga mencatat beberapa bagiannya dalam tulisan di kulit kayu, tulang atau dikulit binatang. Baru setelah tahun 653 seorang pejabat Muslim memerintahkan, atas mandat dari seorang penguasa Muslim, untuk mengumpulkan berbagai bagian Al-Quran yang tersedia dan kemudian menggabungkannya menjadi satu manuskrip yang dibakukan. Setelah itu, Kalifah Usman memerintahkan agar semua manuskrip Al-Quran yang lain dimusnahkan. Hanya versi resmi yang ada padanya yang diijinkan untuk tetap ada. Bahkan sampai saat ini, kaum Shiah bertengkar dengan kaum Sunni mengenai pengumpulan bagian di dalam Al-Quran ini. Mereka saling berbantahan bahkan sampai sekarang, karena kaun Shiah yakin bahwa dewan pengumpul itu dengan sengaja meninggalkan satu ayat Al-Quran yang sangat penting yang isinya memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada Ali, Imam kaun Shiah, melebihi semua orang Muslim lainnya.

Ketika bertanya kepada ahli-ahli Muslim, yang sangat hafal akan Al-Quran dan yang terlatih dalam seni membaca Al-Quran (tajwiid), anda akan melihat bahwa tidak hanya ada “satu” Al-Quran, tetapi bahwa orang-orang Muslim memiliki berbagai jenis Al-Quran. Ini yang mereka sebut sebagai “bacaan” atau “cara melafalkan” (qira'aat) dari Al-Quran.

Untuk setiap bacaan Al-Quran mereka akan mengutip salah satu tokoh Muslim dari awal masa Islam, yang cara lafalnya, sampai hari ini, dianggap yang paling benar. Setiap bacaan dari tokoh yang demikian diriwayatkan oleh paling tidak dua orang tokoh Muslim lain dengan cara masing-masing. Versi Al-Quran yang didistribusikan hampir ke seluruh dunia sekarang ini sebagai sebuah kitab berbahasa Arab yang memakai lafal baca ‘Asim (wafat 745) yang diriwayatkan oleh Hafs (wafat 796). Namun sebenarnya, ada enam lagi cara bacaan Al-Quran. Salah satunya adalah lafalan Nafi (wafat 785) –yang diriwayatkan oleh Warsh (wafat 812)—yang sampai sekarang masih dipakai di Maroko. Lima lafalan yang lain adalah dari Ibnu Amir (wafat 770), dari Ibnu Katsir (wafat 773), dari Ibnu Amir (wafat 770), dari Hamzah (wafat 773) dan dari Al Kasa’i (wafat 804). Beberapa ahli Muslim bahkan menerima sampai sejumlah empat belas perbedaan bacaan Al-Quran yang masing-masing diberi nama berdasarkan tokoh Islam pencetusnya yang diriwayatkan oleh dua ahli Muslim dengan cara masing-masing. Pada tahun 1988 Saudi Arabia secara resmi menerbitkan sebuah versi Al-Quran dimana bacaan menurut ‘Asim yang diriwayatkan oleh Hafs dicetak di tengah setiap halaman, sementara di sisi pinggir masing-masing halaman dicantumkan tulisan masing-masing penjamin Muslim tentang ayat yang bersangkutan (kalau tidak ada perbedaan besar dengan kebanyak teks lainnya). Saya sudah pernah mempelajari edisi Al-Quran ini dan melihat bahwa arti dari kata-kata atau lafalan yang berbeda dari Al-Quran itu bisa berbeda tergantung dari cara bacaannya itu.

KABAR BURUK : Kaum Shiah dan kaum Sunni masih tidak bisa sepakat mengenai versi Al-Quran yang mana yang mencantumkan semua ayat-ayat yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad. Bahkan sekarang ada 28 Al-Quran yang berbeda yang secara rutin dibaca oleh orang-orang Muslim yang taat (empat belas bacaan, masing-masing diriwayatkan dengan cara yang berbeda oleh dua orang penjamin). Lalu yang mana dari antara Al-Quran ini yang dianggap tidak memiliki kesalahan? Dan kalau seorang Muslim mengatakan bahwa seluruh 28 bacaan itu tidak memiliki kesalahan, lalu apa sebenarnya yang disebut sebagai “tidak memiliki kesalahan” itu? Karena itu saya tidak percaya bahwa Al-Quran adalah sebuah kitab yang tidak memiliki kesalahan yang dibuat oleh Allah.

KABAR BAIK:
Masing-masing pandangan tentang Al-Quran yang berbeda-beda itu sudah membebaskan saya dari belenggu kitab Al-Quran di dalam seluruh aspek kehidupan saya. Kuasanya sudah dipatahkan. Saya tidak lagi terikat kepada Al-Quran sebagai sebuah kitab, tetapi bisa dengan bebas menyelidiki Kebenaran.

TAMBAHAN INFORMASI:
Sangat menarik untuk mencari di museum-museum dan koleksi pribadi di dunia ini dan kemudian melihat betapa berbedanya manuskrip yang paling tua dari Al-Quran dengan versi Al-Quran yang ada saat ini. Sebuah penjelasan singkat tentang manuskrip-manuskrip Al-Quran dari masa-masa awal Islam tertulis di dalam buku tulisan François Déroche: The Abbasid Tradition. Qur'ans of the 8th to the 10th centuries AD (Oxford University Press 1992).

Sebuah telaah menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan ini:
1. Manuskrip-manuskrip Al-Quran yang mungkin kemungkinan besar dituliskan sebelum tahun 800 dibuat dengan menggunakan gaya tulisan miring (yang disebut Naskah gaya Ma’il atau Hijazi) dimana sebagai contoh huruf Arab A atau L tidak dituliskan secara tegak, dari atas ke bawah, sebagaimana di dalam semua naskah Arab yang dipakai sekarang, tetapi dituliskan miring dari kanan atas ke sisi kiri bawah. Lebih lagi, banyak kata-kata di dalam manuskrip kuno itu yang kurang huruf dibandingkan dengan yang ada di dalam Al-Quran sekarang ini.
2. Dalam manuskrip-manuskrip awal Al-Quran tidak konsonan bisa dibedakan dengan jelas satu dengan yang lainnya. Huruf-huruf Arab N, T, Th, N dan Y, sebagai contohnya, nampak sangat mirip di sana. Sepanjang dengan berlalunya waktu, tambahan-tambahan tanda, yang disebut sebagai tanda-tanda diakritikal, ditambahkan kepada huruf-huruf dasarnya, sehingga konsonan-konsonan Arab bisa dibedakan dalam bentuk tulisannya. Pada awalnya tanda-tanda itu berupa garis-garis kecil; dan kemudian, setelah sekitar tahun 900, titik dipakai di atas atau di bawah huruf dasar, membedakan satu konsonan dengan konsonan lainnya. Karena itu, teks dari Al-Quran yang awal sangat membingungkan kalau dilihat dari perbedaan konsonan yang ada.
3. Baru setelah sekitar tahun 950 ada tanda-tanda vokal yang diletakkan di semua kata-kata bahasa Arab di dalam manuskrip Al-Quran kuno: pertama-tama berupa titik tebal, dan kemudian, sebagaimana sekarang, garis-garis kecil atau huruf-huruf mungil yang diletakkan di atas atau di bawah konsonan. Karena makna dari kata dalam bahasa Arab sangat bergantung kepada vokal yang menyertainya, teks dari Al-Quran kuno itu juga membingungkan dari sisi pemakaian vokal-nya.

Al-Quran yang paling tua saat ini, yang memakai manuskrip dengan memakai konsonan dan tanda vokal seperti Al-Quran yang ada sekarang, tertanggal tahun 1000. Mushaf itu dituliskan oleh seorang ahli kaligrafi terkenal dari Baghdad yang bernama Ibn al-Bawwab. Semua mushaf Al-Quran yang ada dahulu berbeda dengan Al-Quran yang ada sekarang. Kebingungan karena penulisan yang ada di dalam mushaf-mushaf awal itu menjadi penyebab munculnya bacaan yang berbeda-beda terhadap Al-Quran di masa setelahnya.

KESAKSIAN: Nama saya Azali dan saya tinggal di Pakistan. Ketika saya masih remaja, seorang guru agama Islam saya mengajarkan bahwa Al-Quran tidak bisa dikalahkan, karena dimeteraikan oleh Allah (yang disebut ma’soum). Di kelas saya semua muridnya beragama Islam, kecuali dua orang Kristen. Saya ingin mereka juga masuk Islam. Karena itu saya ingin membuktikan kepada mereka bahwa Al-Quran jauh lebih kuat daripada Alkitab mereka. Saya menantang mereka untuk membawa Alkitab mereka, supaya mereka bisa melihat sendiri bahwa Al-Quran jauh lebih kuat. Kemudian mereka membawa Alkitab mereka, dan saya membawa Al-Quran saya. Saya yakin sekali bahwa Al-Quran tidak bisa ditaklukkan, karena sudah dimeteraikan oleh Allah. Karena itu, saya menantang untuk membakar kitab masing-masing. Kitab yang terbakar adalah kitab yang lebih lemah dan kalah! Lalu saya membakar Al-Quran saya, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan melindunginya dari api. Tetapi saya sangat terkejut, kitab saya langsung terbakar dan membara.

Ini sangat mengganggu perasaan saya. Lalu saya mau membuktikan kepada orang-orang Kristen itu bahwa Alkitab mereka juga tidak lebih baik dan berusaha membakar Alkitab itu. Tetapi biar bagaimanapun saya berusaha, Alkitab mereka tidak mau terbakar walau bagaimanapun diusahakan pada saat itu. Ini sangat membuat saya shock dan bahkan sampai jatuh pingsan.

Saat saya sadar kembali, saya percaya kepada kebenaran Alkitab. Orangtua saya, keduanya Muslim yang sangat taat, sangat membenci iman saya yang baru dan mengusir saya dari rumah. Saya mengalami masa-masa yang sulit setelah itu, tetapi saya memiliki keyakinan yang sangat mendalam akan iman saya yang baru. Lalu saya masuk ke sebuah Sekolah Alkitab. Hari ini saya bersaksi kepada orang-orang Muslim di negara saya dan di seluruh dunia dengan memakai internet bahwa Alkitab bisa dipercaya dan bahwa Al-Quran bukannya tidak memiliki kesalahan.

DOA:
Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, saya sangat tersentuh dengan kebenaran-kebenaran mengenai Al-Quran ini. Saya yakin bahwa Engkau menyatakan diri-Mu melalui nabi-nabi dan rasul-Mu. Tolonglah saya menemukan Firman-Mu yang benar dan siapkan saya untuk menerima kebenaran-Mu.

PERTANYAAN:
Mengapa Kalifah Usman memerintahkan pembakaran terhadap manuskrip-manuskrip Al-Quran? Berapa banyak bacaan Al-Quran yang berbeda di jaman ini dan apa saja nama-nama mereka yang didasari oleh nama tokoh Islam yang memunculkannya? Bagaimana perbedaan Al-Quran yang ada di jaman ini dibandingkan dengan manuskrip-manuskrip Al-Quran yang ada di masa mula-mula?

UNTUK DIHAFALKAN:
"Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu " (Mazmur 86:11 – Perkataan Nabi Daud)

23 komentar:

  1. haduh payah...emg...kalo pada dasarny gak ada hidayah ya gak kan nerima..terbakar dan tidak bukan jaminan asli org itu cuma kertas yg ditulis ya tbakar lah...soal injil yg g tbakar y bs aja saat itu dbantu setan..ya bakar aja injil punya kalian masing2 buktikan sendiri .yang penting isinya..dimana2 kalo buku komplit dan membahas segala aspek itu yg bermutu dan bgs..bgtu juga dgn Al-Quran yg komplit mbahas sgala aspek. Sebenarnya mata kalian tbuka tapi hati kalian yg ditutup...baca dgn baik ilmu pengetahuan yg ada di Al-Quran..tahun 600an masehi emang ilmu apa si yg hebat..kalo Rasul Muhammad bukan utusan Allah tidak akan bisa isi Al-Quran menggambarkan ilmu pengetahuan.

    BalasHapus
  2. mang blog murahan....dibuat untuk tujuan murahan....lalu dibuat tulisan2 yang gak ada dasar autentik seperti injil dan versi2nya bisa dicari mungkin ratusan versinya seperti itu jugalah orang2 ini membuat tulisan kesasian bla2...yang akan mencerminkan si penulis yang murahan.....hhawhhawhw.....dasar murah.....gak ada satu pun tulisan di bog ini atau linknya yang bedasarkan buksti autentik semuanya karangan...seperti fiksi- malu2 in aja

    BalasHapus
  3. Allah melaknat...

    bertaubatlah kalian sebelum nyawa di tenggorokan...
    INGATLAH MATIIII....
    INGATLAH ADZAB ALLAH MAHA PEDIH...

    BalasHapus
  4. Assalammuailakum dan salam sejahtera,

    Yang berbeda antara versi-versi Al-Quran cuma cara bacaan yang disebabkan oleh perbedaan 'accent'/loghat/lajjah kaum Arab, bukan maksudnya.

    Namun bagi mengelakkan percanggahan pendapat, seorang ketua Muslim iaitu Khalifah Usman r.a yang merupakan sahabat kepada Rasulullah sejak zaman awal kedatangan Islam telah menetapkan bahawa Al-Quran hendaklah dibaca dengan Lajjah Arab Quraisy kerana Nabi Muhammad sendiri berasal dari kaum Arab Quraisy.
    Makanya, Al-Quran yang lain dibakar. Lalu dibukukan Al-Quran Mushaf(versi) Usmani yang benar-benar mengikut cara bacaan Rasulullah S.A.W. Maka, jika ada yang terjumpa Al-Quran yang selain Mushaf Usmani sila dilupuskan dengan membakarnya dan abunya dibuang ke laut/sungai.

    Dan tentang tanda bacaan pula, ia dicipta bagi memudahkan orang bukan Arab membacanya dengan cara bacaan yang benar.

    Jika ada pun yang berbeda maksudnya, itu semua adalah tafsir Al-Quran yang telah dialih bahasa.

    sekian,

    BalasHapus
  5. hmm...
    Allah pada jaman musa di sebut YHWH,
    karna terlalu sakral di ganti ADONAI''TUAN ku''oleh bani israel
    Kenapa muslim bilangnya Allah???
    Allah itu jabatan bukan nama!!!
    Tau gak iblis itu juga sumber pengetahuan loh,dia tau segalanya soalnya jauh sebelum ada manusia dia udah ada,yg iblis mau supaya manusia tidak percaya kuasa kasih yg di buktikan di atas kayu salib oleh Yesus,
    soal Yesus Tuhan atau bukan itu cm masalah iman!!!
    Allah itu maha tahu so tanya aja sendiri???di Alkitab yeremia 29:12
    siapa yg bersungguh2 bertanya pasti di jawab Dia,karna dia hidup dan mengasihi kita,bukan cuma ZAT!!!
    Allah sangat dekat dengan kita tapi kita musti hidup benar dlu!
    KEBENARAN itu seperti emas,tidak akan pernah berkarat,
    Injil=kabar baik
    Injil kebenaran=Dia yg telah turun ke dunia untuk menebus dosa manusia!
    Dan Allah mengenankan namaNya''Yesus''untuk di jadikan NamaNya''Allah''
    Jadi barang siapa menyembah Yesus=menyembah Allah/YHWH
    Dia''Yesus'' yg sulung di antara CiptaanNya,
    Cobalah cara Muhamad mencari Allahnya,
    karna barang siapa haus akan kebenaran dia akan di puaskan!Yesus yg ngomong!!!
    Di Alkitab tidak ada tulisan Allah berfirman kepada Yesus karna apa???Dia itu firman yg Hidup apa yg dikatakanNya adalah Firman karna Dia dan Bapa adalah satu kesatuan!!!
    sy males berdebat soal ini,kenapa???gak ada gunannya
    Ada yg pernah bertanya kepada Rabi ibrani ''kenapa mereka membenci muslim??''
    Rabi''karna mereka slalu mencoba mengubah isi Alkitab klo kita orang ibrani tidak pernah mengubah2 isi alquran'' mereka tidak pernah merefrensikan Alkitab mereka dng alquran karna mereka pikir suatu kebodohan ,Talmud tercipta oleh suatu sejarah panjang dan di alami langsung oleh kaum ibrani,dan mereka tidak mau mendebatkan agama karna mereka berfikir cuma kitab musa yg benar dan cuma mereka yg layak masuk sorga!
    Tetapi kasih tdk seperti itu,karna siapa yg percaya Injil Kebenaran layak Masuk SORGA!
    So mari yg mau tau KEBENARAN datang pada Yesus,
    Muslim n kristen percaya Yesus tidak ada kuburanNya karna Dia naik angkat ke Sorga dng TubuhNya,klo muhamad???mendem!
    Yg mendem apa yg hidup di SORGA yg paling masuk akal kira2 sbg juru selamat???GBu all

    BalasHapus
  6. taiii giliran di ajak dialog orang kristen mati kutu

    BalasHapus
  7. pantes kristen gwoblok, all muslim gak usah ditanggapi, gk da gunanya debat ma orang yang gk dpt hidayah dari Allah SWT.

    BalasHapus
  8. Jangan mengaku Islam kalau masih menghina Agama orang lain, @salsabila Apakah ada tertulis di Alquran untuk menghina agama lain? maaf, anda tidak bisa disebut beragama Islam, Saya juga sebagai Agama Katolik juga tidak diperbolehkan menghina agama orang lain, Jadi Ada baiknya kita damai saja ==" Anggaplah artikel ini hanyalah sebuah argumentasi.

    BalasHapus
  9. Artikel di atas hanyalah argumentasi kosong yg tdk berdasarkan fakta ilmiah. Kalaulah boleh saya sarankan utk anda semua (muslim & kristen), cobalah anda mendengarkan dialog ilmiah quran & injil dalam aspek ilmu pengetahuan yg sangat menarik utk dikaji antara Dr. Zakir Naik dan Prof. William Campbel. Semoga ada pencerahan bagi anda dalam dialog tersebut...

    BalasHapus
  10. argumentasi yah argumentasi, ga pake kaya gini, orang beragama adalah orang ang tak pernah membedakan sesamanya, semua agama pasti mengajarkan kebaikan, gak ada agama yang mengajarkan keburukan pada kaumnya, soal kristen atau muslim, setiap orang punya hak untuk memilih kepercayaan, memilih siapa yang akan dianut..
    QS 109:06 untukmu agamamu dan untukku agamaku.

    BalasHapus
  11. nass ahmad sy sangat setuju dengan anda....
    orang nasrani ini kan tdk bakalan masuk neraka karena dosa2x bisa dibayar didunia,pke duit artinya nyogok ya klo ngga salah!!!!!!pintar tapi goblok...salam dari eks kerusuhan maluku

    BalasHapus
  12. injil kan ada perjanjian lama,ada perjanjian baru...Artinya sekarang harus bikin versi terbaru dong perjanjian reformasi,kenapa cuma mentok sampai di perjanjian baru???

    BalasHapus
  13. Agama apaun tidak akan membawa manusia masuk kedalam sorga tapi bila mau masuk sorga hanya ada satu jalan bukan salah satu jalan yaitu melalui FIRMAN TUHAN yang telah menjadi manusia nama-Nya YESUS KRISTUS.

    BalasHapus
  14. Hai orang2 yang beriman, di kitabmu sendiri aja diajarkan untuk mempercayai taurat dan injil ( an nisaa 136).
    kl kalian ngaku islam hrusnya percaya dan menghargai bukan malah menghujat dan mencari2 kesalahan..
    kiranya Tuhan mengampuni kalian semua..

    BalasHapus
  15. Kekeurangan data, tulisan yang abu - abu...
    Meggunakan perbandingan syiah dengan Islam yg berdasar Al Qur'an,Al Hadist, Asunnah.
    ( pelajari lebih jauh apakah syiah dan Islam; ibarat sama halnya "paulus dan yesus" )

    Inti Agama Samawi ( yang berdasar wahyu dari langit sebagai pedoman dan tuntunan hidup dalam kehidupan sesuai dengan Firman"NYA" yang disampaikan melalui manusia untuk umat manusia )yang utama adalah "ketuhanan"

    Seperti hal yg disampaikan yesus ( damai besertanya )
    didalam kitab Injil yg ada sekarang

    "TUHAN ITULAH ALLAH" dan "KECUALI TUHAN YANG ESA TIADALAH YANG LAIN LAGI"
    (Perjanjian Lama "ulangan" pasal 4 ayat 35)

    "Dengarlah olehmu hai bani israel adapun" ALLAH TUHAN KITA IALAH TUHAN YANG ESA"
    (Perjanjian Baru "Markus" pasal 12 ayat 29)

    bukan kata paulus,. tuhan itu yesus..yg(3)/trinitas..dsb..

    {“Tetapi jika kebenaran Allah oleh DUSTAKU semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3:7)}

    Serta tertulis ketidak kesesuaian "paulus dengan yesus"

    Paulus melarang sunat (Roma 2:29; Galatia 5:2).
    tetapi yesus sunat (Lukas 2:21)

    Dan, yg Sesuai dg pernyataan yesus
    Mengenai Pernyataan yesus (damai besertanya)
    Tidak ada Agama yg lain Hanya "Islam"

    "TUHAN ITULAH ALLAH"
    dan ALLAH TUHAN KITA IALAH TUHAN YANG ESA"
    (Perjanjian Lama "ulangan" pasal 4 ayat 35)
    (Perjanjian Baru "Markus" pasal 12 ayat 29)

    RASANYA tdk Wajar,... untuk mempertahankan Konsep paulus yang Bertolak Belakang sekaligus Berlawanan dg yesus yg menjadi tokoh utusan"NYA" dan yg membawa wahyu dari langit...!

    Meski berakrobat kata - kata,...
    Bagaimanapun juga tidak Sesuai dg hati nurani ketaatan
    Bila sejatinya wahyu diganti dengan Kedustaan yg nyata...

    Dengan Rasa Keprihatinan Agar tidak disebut sbg

    " bermata tapi tidak melihat bertelinga tapi tidak mendengar juga tidak memahami"
    "...... karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat juga tidak memahami
    dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar
    dan tidak mengerti." (Matius 13 : 13 )




    BalasHapus
  16. Mustinya cara membuktikannya bukan kitab mana yang tahan bakar,namun kitab mana yang mengandung kebenaran.
    Caranya adalah dengan berdiskusi ataupun debat mengenai kandungan kitab masing masing oleh para ahlinya,yaitu pastor vs kiai,begitu...
    kalau pembuktiannya dengan cara dibakar,yang satu kitab terbuat dari kertas vs yang terbuat dari kulit kambing,tentu yang kertas akan hangus duluan dunk...!!!

    BalasHapus
  17. To All....
    Saudara2....kita boleh fanatik pd agama yg kita anut namun alangkah baiknya kalau kita tdk fanatik yg membabi buta tanpa membuka hati kita utk mempelajari mempelajari kitab agama lain sebagai pembanding.
    Saya mengerti saudara2 kita dari muslim tdk gampang merobah pemaham yg sdh di desain para ustazd sejak masih kecil bahwa apa yg dikatakan para ustadz 100% benar walaupun blm tentu benar misalnya ceramah tiap jumat seorg ustazd mengajarkan kebencian terhdp umat lain, membunuh, merusak kepunyaan org lain dgn menyebut allahuakbar.....allahuakbar pasti dibenarkan oleh Alloh.Alloh yg mana yg membenarkan pembunuhan?????
    Kita bisa melihat para komentar diatas mencaci org lain itu krn pikiran mrk sdh di desain sejak kecil.
    Saudara2 marilah membuka diri tdkcada salah kita belajar kitab agama lain.
    Saudara bisa mengunjungi di wwww.isadanislam.com
    Http://santosogatotbudi.wordpress.com
    Semoga Alloh memberi hidayah.

    BalasHapus
  18. sungguh sulit masuk surga mereka yang memiliki kenyakinan dalam kegelapan dari pada seekor unta masuk lubang jarum,.....tapi semua ada pengharapan bagai orang yang percaya pada Tuhan dan semua itu dapat terjai kalau kita datang dengan rendah hati paa Yesus dia akan menyelamatkanmu dan saya, percayalah alquran isinya dari hal yang tidak logic dan hal yang halusinasi baca saja dan minta pada Tuhan dengan sungguh agar mau diubahkan, ini bukan kristenisasi tapi bagaimana kabar gembira ini juga dinikmati oleh saudara muslim amin

    BalasHapus
  19. siapa bilang alquran tidak menghina orang lain" alquran mengatakan kafirlah nasrani, kafirlah yahudi", bahkan dalam alquran dikatakan babi, tikus dan monyet sayangnya anda tidak membaca alquran dan mengerti isinya, apakah itu dari kedamaian atau dari dari kegelapan kalau anda diperintahkan dan diwajibkan untuk berperang, jihat, membunuh, pancung, potong jari, dan mendeskriditkan orang lain, wanita maka pikir sendiri apakah alquran datang dari Tuhan atau lawannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. YA, MAU DIAPAIAN LAGI..EMANG ITU KENYATAANNYA...ITU DI DUNIA SAJAPUN SUDAH SAKIT HATI, BAGAIMANA NANTI DI AKHIRAT?..DI SANA AKAN DIHINA, DIRENDAHKAN DAN DIPEROLOK BUKAN ITU SAJA, TETAPI DIAZAB YANG SANGAT PEDIH SEKALI MELEBIHI DARIPADA SIKSAAN DUNIA INI, ..MENCACI MAKI ATAU MERENDAHKAN ATAU MEMULIAKAN ADALAH HAK ALLAH, SEDANGKAN MANUSIA TIDAK BERHAK...JADI, MANUSIA TIDAK BOLEH MENGHINA AGAMA LAIN KECUALI ALLAH..DI DALAM ISLAM ADA ATURANNYA...

      KALAU GAK BEGITU, BUAT APA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA..DULU ORANG KAFIR MENGATAKAN: WAHAI RASUL, ENGKAU TELAH MENGHINA TUHAN-TUHAN SEMBAHAN KAMI..MUNGKIN ANDA JUGA MERASA TERSINGGUNG..KITA TIDAK BISA BERBUAT APA-APA..ITU ADALAH QADARULLAH...MAKANYA, JADI MUSLIM TIDAK PUSING LAGI....WAALLAHU A'LAM..TERIMA KASIH

      WAALLAHU A'LAM..TERIMA KASIH

      Hapus
  20. Non muslim merek hanya tdk sanggup memahami al quran dgn baik, sehingga mereka hanya bisa menghujad saja...............maklum aja, dan hingga saat ini tdk ada dari ummat nasrani yg sanggup menghapal kitabnnya.........!!! itu sdh menjadi bukti kok

    BalasHapus
  21. Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi ,sebab kasih itu berasal dari Allah ; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

    BalasHapus
  22. Pribahasa kuman diseberang lautan nampak, gajah dipelupuk mata tdk kelihatan, pantas disandang penulis blog ini. Saudara akan banyak menemukan kesalahan kontradiksi dlm Bibel sbb:

    Ayat-Ayat Yang Irasional Dan Melawan Logika Manusia

    1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya (II Tawarikh 21:5,20,) Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). (II Tawarikh 22: 1-2), Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

    2. Usia 11 tahun sudah punya anak
    Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
    Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak!

    3. Tuhan salah perhitungan
    (Kejadian 46: 8-1 5), disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 15 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa." Apakah Tuhan tidak pandai berhitung?
    Sebenarnya masih byk lagi kontradiktif dlm Bibel, namun dlm blog ini komentar hanya dibatasi 4.096 karakter/huruf,

    BalasHapus