Jumat, 16 Juli 2010

ALKITAB 4: MENGAPA ANDA BISA PERCAYA KEPADA ALKITAB?

ALKITAB 4
MENGAPA ANDA BISA PERCAYA KEPADA ALKITAB?

TANTANGAN: Banyak orang Muslim tidak pernah memegang Al-Quran di tangan mereka sendiri, entah karena mereka hidup di negara yang Islam-nya hanya di permukaan saja, mereka ada di lingkungan yang liberal, atau karena mereka hidup di daerah yang miskin. Orang-orang Muslim yang lain ada juga yang sudah meninggalkan Islam dan Al-Quran serta sedang mencari kebenaran. Juga, ada orang-orang Muslim lainnya yang sudah memahami dari dalam Al-Quran sendiri bahwa Injil tidak dipalsukan. Orang-orang Muslim yang demikian, sebagaimana banyak orang lain juga, mulai bertanya di dalam hati mereka: Mengapa saya harus melihat ke dalam Injil? Bisakah saya percaya kepada Injil? Apa yang dikatakan Injil tentang dirinya sendiri? Apakah di dalamnya ada bukti-bukti bahwa ia bisa dipercaya?

JAWABAN: Allah yang disebutkan di dalam Injil bukanlah Allah yang berdiam diri, dan Ia tidak bertindak dalam ketidakberdayaan. Tidak, Allah kita hidup, dan Ia berfirman. Ia berbicara, menjawab, bertindak, menghukum, mengampuni, memberi perintah, menguatkan, dan menghiburkan. Kitab di dalam Alkitab tidak dituliskan oleh Allah secara langsung tetapi oleh orang-orang yang hidup bersama dengan Allah. Dalam tulisan itu mereka mencatat, di bawah bimbingan Roh Kudus Allah, apa yang difirmankan Allah kepada mereka; dan mereka menjelaskan dengan kata-kata mereka sendiri apa yang sudah dilakukan Allah di dalam kehidupan mereka. Kalau anda membaca Alkitab dan percaya kepada apa yang dikatakannya kepada anda, maka anda, juga, bisa menjadi saksi akan apa yang sudah dikatakan dan dilakukan oleh Allah. Dengan cara ini maka apa yang dilakukan Allah sebelumnya juga akan menjadi nyata di dalam hidup anda. Jadi, Alkitab bukan hanya sekedar kitab sejarah, tetapi Kitab Suci yang bisa mengubahkan kehidupan anda. Tetapi kalau anda mau hal itu terjadi, anda harus mendengar apa yang dikatakan oleh para hamba Allah, dengan membaca apa yang sudah mereka tuliskan di dalam Alkitab. Baca atau dengarkan Alkitab; dan anda akan melihat sendiri bahwa Alkitab bisa dipercaya!

Itu yang saya lakukan. Inilah sebabnya saya percaya kepada Alkitab. Saya menemukan bahwa kesaksian Allah di dalam Alkitab menuliskan tentang perintah-perintah dan petunjuk yang sangat dalam mengenai perkataan Allah akan diri-Nya sendiri dan juga mengenai kesaksian orang-orang lain tentang apa yang dilakukan-Nya. Beberapa di antaranya akan saya sampaikan kepada anda, supaya anda bisa melihat sendiri ke dalam Alkitab dan kemudian percaya kepadanya:
-- Mengenai perintah-perintah Allah nabi MUSA menuliskan: “Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.” (Ulangan 4:2). Tidak seorangpun yang percaya kepada Firman di dalam Alkitab akan berani menambahkan sesuatu, atau mengurangi sesuatu, atau mengubah sesuatu di dalam Alkitab dengan tujuan untuk memalsukannya. Allah sendiri melarang kita melakukannya. Dan Ia ingin agar kita tidak melakukan apa yang dilarang-Nya!

-- Mengenai firman dan tindakan Allah, DAUD, sang raja dan nabi itu, menuliskan, “Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.” (Mazmur 33:4). Allah yang dijelaskan di dalam Alkitab memiliki nama yang dinyatakan-Nya kepada Musa. Dalam bahasa Ibrani nama-Nya adalah “YAHWEH” dan karena penghormatan yang sangat besar kepada DIA maka nama itu sering disebut sebagai “TUHAN” (dengan huruf besar). “YAHWEH,” nama Allah di dalam Alkitab, menunjukkan bahwa Ia adalah benar dan setia. Ketika mengatakan sesuatu, baik yang ditujukan-Nya kepada sahabat atau seteru-Nya, Ia tidak berdusta, tetapi Ia mengatakan seluruh kebenaran. Di dalam Dia tidak pernah ada jejak dusta. Ketika Ia berjanji sesuatu maka Ia pasti akan menggenapi janji-Nya. Inilah yang dialami oleh Daud, dan karena itu ia percaya kepada karya Allah dan Firman Allah di dalam Alkitab.
-- Allah terlibat di dalam sebuah percakapan yang sangat menarik dengan nabi-Nya YEREMIA tentang firman-Nya: “Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?" Jawabku: "Aku melihat sebatang dahan pohon badam." Lalu firman TUHAN kepadaku: "Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.” (Yeremia 1:11-12). Kita belajar dua hal dari percakapan dengan Allah ini: Janji Allah pasti akan digenapi, dan Allah sendiri, di dalam kemahakuasaan dan keagungan-Nya, akan memastikan bahwa firman-Nya itu akan digenapi. Di dalam Alkitab kita, bukan hanya bersinggungan dengan firman Allah, tetapi dengan Allah sendiri, yang bekerja dan bertindak atas
segala sesuatu yang dikatakan dan dijanjikan-Nya. Kalau Ia menghukum saya atas dosa-dosa saya, saya pasti binasa. Kalau Ia mengampuni segala dosa saya atas dasar korban penebusan-Nya, maka Ia sungguh-sungguh melenyapkan semua hukuman saya. Inilah kuasa yang tersimpan di dalam Alkitab.

-- KRISTUS dicobai oleh Iblis ketika Ia berpuasa di padang gurun. Untuk mengusir Iblis, Ia percaya kepada firman Allah di dalam Taurat, dan menghadapi si jahat dengan firman itu. Ia mengatakan kepada Iblis, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."(Matius 4:4) Dengan bertindak demikian, Kristus berhasil mengusir cobaan si jahat. Kalau anda menerima Firman Allah di dalam Alkitab, anda akan hidup, dan akan mampu mengusir cobaan Iblis juga.

-- KRISTUS, utusan Allah, dan Ia sendiri adalah Firman Allah yang menjadi manusia. Itulah sebabnya Ia mengatakan, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Matius 24:35). Sebagaimana Firman Allah tidak akan berlalu, demikianlah Firman Kristus juga tidak akan berlalu, karena Kristus sendiri adalah Firman Allah. Perkataan Kristus diabadikan di dalam Injil.

-- Rasul PAULUS menuliskan, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.” (Roma 1:16). Percayalah kepada Injil Kristus, dan anda akan diselamatkan dari segala dosa anda, dari si jahat, dari maut, dan dari murka Allah, dan anda akan mengalami kuasa Kabar Baik dari Allah ini!

-- YOHANES, sang nabi dan rasul, berbicara mengenai wahyu yang dialaminya, yang dituliskan di dalam kitabnya: “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19). Ancaman yang dituliskan oleh Yohanes ini menjadi alasan mengapa orang Kristen tidak pernah berani memalsukan Kitab Suci. Barangsiapa memalsukan firman Allah ia akan kehilangan surga dan bahkan mendapatkan neraka. Siapa yang mau menerima hal yang demikian?

KABAR BAIK: Anda bisa percaya kepada Alkitab! Mengapa? Karena Allah sendiri benar dan setia. Firman-Nya di dalam Alkitab dipenuhi dengan kebenaran. Kesaksian-kesaksian mengenai karya-Nya di dalam menyatakan kesetiaan-Nya yang tidak bergoyang. Kalau anda percaya kepada Firman Allah di dalam Alkitab, anda akan mengalami kuasa keselamatan, kesembuhan dan pemeliharaan dari Allah.

KESAKSIAN: Nama saya Immanuel, dan saya dari suku Uyghur di daerah barat laut China. Ketika saya masih kecil, ayah saya yang Muslim mengirimkan saya ke pondok pesantren untuk belajar Al-Quran. Bahkan sebelum saya masuk ke sekolah umum, saya sudah menghafalkan 70% dari isi Al-Quran dalam bahasa Arab. Setelah lulus SMA saya masuk ke universitas di ibukota propinsi dimana saya berada. Di sana saya belajar bahasa dan sejarah bangsa saya. Saya
mendapati bahwa pada Abad Pertengahan suku saya sebagian besar memeluk agama Kristen, dan kemudian mereka menjadi tertarik kepada ajaran Islam Sufi, lebih dari mereka tertarik kepada Al-Quran. Saya menjadi sangat tertarik dengan akar Kekristenan dari suku saya. Di universitas saya bertemu dengan seorang Kristen dari bangsa asing. Saya belajar banyak dari dia mengenai Alkitab dan iman kepada Kristus. Saya mempelajari Alkitab yang ada di jaman sekarang ini dan membandingkannya dengan terjemahan dari Abad Pertengahan dalam bahasa bentuk kuno dari suku kami, yaitu Chaghatai. Saya melihat bahwa setelah berabad-abad berlalu sejak pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa saya Alkitab tidaklah diubah atau dipalsukan, dan hanya sekedar bahasa yang dipakai suku saya yang justru berubah. Suku Uyghur jaman sekarang, karena itu, tidak bisa lagi memahami terjemahan Alkitab dalam bahasa Chaghatai. Dalam mempelajari Alkitab itu saya merasakan ada suatu kuasa yang keluar dari dalamnya. Saya membuka diri saya kepada kuasa Allah ini dan kemudian beriman kepada Injil Yesus Kristus. Saat ini saya membantu menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Uyghur modern. Saya sangat berhati-hati untuk memastikan bahwa tidak ada satu katapun yang ditambahkan atau dikurangi dari Alkitab ketika saya menerjemahkannya.

DOA: Engkau adalah Allah yang benar dan setia dari Alkitab. Saya bersyukur kepada-Mu karena Engkau memanggil kaum pria dan wanita, yang dengan setia menuliskan firman dan perbuatan-Mu dalam tulisan yang ada di dalam Alkitab. Bukalah hati saya supaya saya bisa mengalami kebenaran firman-Mu dan kesetiaan-Mu di dalam kehidupan saya.

PERTANYAAN: Mengapa kita bisa percaya kepada Alkitab? Kutipan perintah dan petunjuk dari Firman Allah di dalam Alkitab di atas, yang mana yang paling mengesankan bagi anda? Apakah anda sendiri percaya kepada Alkitab?
UNTUK DIHAFALKAN: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-
Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yohanes 6:68—Perkataan Rasul
Petrus kepada Kristus, sebagaimana dituliskan oleh Rasul Yohanes)

48 komentar:

  1. Alkitab dilhamkan oleh Allah ditulis oleh 40 pria2( nabi2), dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Untuk selanjutnya diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Karena faktor kosakata bahasa ada penerjemahan (walau persentasinya kecil sekali) yg kurang tepat. Solusinya adalah dgn memperbandingkan dgn penerjemahan yg lain, syukur2 dgn bahasa aslinya Ibrani dan Yunani
    Ada juga guru agama yg mengajar tdk sesuai yg tertulis dlm Alkitab
    Contoh, Alkitab menyebut Yesus adalah Anak Allah, tapi mereka membalik menjadi Yesus adalah Allah Anak

    Alkitab menulis nama Allah adalah Yahwe, tapi dlm penerjemahan dlm bahasa Indonesia dirubah menjadi TUHAN, jadi ini mengkaburkan nama Allah, mengkaburkan mana Allah mana Yesus.
    Wahyu 14:1 tertulis. .,,,,,,,,,,,,,,, didahi mereka tertulis namaNYA dan nama BapaNYA. Ada dua pribadi yg yg tersangkut yakni nama anak domba yaitu Yesus dan nama dari bapa yaitu Yahwe. Ini selaras dhn ajaran Yesus bgmana agar dpt hidup kekal di Yohanes 17:3
    Ya! Alkitab tdk akan bisa dirubah karena Allah pasti akan menjaganya
    Yg harus diperhatikan adalah penerjemahannya dan bbrp guru agama yg tdk seksama

    BalasHapus
  2.  
    kitab kidung agung :
    Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
    Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2

    Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
    Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6

    Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3
    Seperti dua anak rusa buah dadamu,
    Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
    Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5

    Pusarmu seperti cawan yang bulat,
    Yang tak kekurangan anggur campur.
    Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2
    Seperti dua anak rusa buah dadamu,
    Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3

    Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
    Buah dadamu gugusannya.7
    Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
    Memegang gugusan-gugusannya.
    Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
    Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8

    Kejadian 19:30-36 : Perzinahan ayah – anak Kejadian 35:22 : Perzinahan ibu – anak
    Kejadian 38:15-30 : Perzinahan ayah-menantu
    2 Samuel 13:5-14 : Perzinahan kakak-adik
    2 Samuel 16:21-23 : Anak memperkosa Ibu
    Yehezkiel 16:23-24 : Pelacur tak pernah puas
    Amsal 7:7-22 : Istri berselingkuh
    Hakim-hakim 16:1 : Berzinah dengan sundal

    BalasHapus
  3. Posting: Diskusi Antar Agama pada Jum'at, 12 Februari 2016

    By: Boy Akmal


    Muhammad saw adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis; https://islamqa.info/id/1108 ). Ini bukan kelemahan bagi dia justru sebaliknya. Orang-orang berakal akan berpikir bagaimana bisa seorang yang buta huruf bisa menulis sebuah kitab yang isinya sangat agung. Banyak para penyair dizamannya yang mengakui keindahan bahasanya sehingga tak seorangpun bisa menandingi keindahan bahasanya hingga sampai sekarang ini dan sampai kapanpun tak bisa seorangpun bisa meniru keindahan bahasa al quran. Itulah mukjizat al quran dari sisi bahasanya.

    Mukjizat al quran yang menyangkut sisi ilmiah telah dibuktikan KEBENARANNYA oleh para ilmuan NON MUSLIM. Mereka takjub dan MENGAKUI KEBENARAN FAKTA-FAKTA ILMIAH yang tercantum dalam al quran. Padahal al quran diturunkan pada abad 6 masehi sementara fakta-fakta ilmiah itu baru terungkap pada abad ke-20. Bagaimana Muhammad saw YANG UMMI bisa mendapatkan kitab yang demikian agung ? Apakah dari ilmuan? Para ilmuan belum ada pada saat itu. Tentu saja jawabnya dari YANG MAHA TAHU YAITU ALLAH SWT tuhan semesta alam. Jadi BUKAN tuhan bangsa arab saja. Jadi Muhammad saw mendapatkan wahyu dari Allah dengan perantara malaikat jibril.

    Lalu bagaimana klaim dari kalangan nasrani bahwa al quran adalah tiruan dari kitab-kitab sebelumnya? Mereka mengklaim karena ada kemiripan isi antara al quran dan kitab-kitab sebelumnya. Mengapa bisa? Analoginya begini.: Si A mendapatkan informasi dari si C mengenai suatu kejadian. Tak lama setelah itu si B diceritakan informasi yang sama oleh si C. Tentu sudah pasti si A dan B menceritakan lagi informasi ke pihak lain dengan informasi sama persis seperti yang diceritakan oleh si C. Kalau ada cerita yang beda pasti salah satunya salah menyampaikan informasi dari si C. Demikian pula al quran dan kitab-kitab terdahulu diturunkan dari sumber yang sama yaitu dari ALLAH SWT.

    Tapi walaupun ada kemiripan mengapa ada perbedaan sedikit cerita. Misal dalam al quran diceritakan tentang nabi ibrahim yang didatangi oleh para malaikat. Malaikat disuguhi makanan tetapi makanan tak disentu alias tidak dimakan (Adz Dzaariyaat:24-28) . Beda dengan kitab perjanjian lama dimana nabi Ibrahim didatangi oleh tiga orang yang satu diantaranya adalah tuhan mendatangi ibrahim as. Makanan yang disuguhi oleh ibrahim dimakan oleh ketiga orang itu (Kejadian 18:1-8). Artimya tuhan dan dua lainnya mempunyai nafsu. Mana yang benar alquran atau kitab perjanjian lama? Tapi mengapa isinya beda kalau berasal dari sumber yang sama, pastilah salah satunya sudah diubah.

    Untuk MEMBUKTIKAN KEBENARAN isi al quran telah dibuktikan KEBENARANnya oleh ilmuan modern. Lalu sekarang kita coba membuktikan salah satu ayat dari kitab perjanjian lama, yaitu kitab kejadian. Pada kitab kejadian 1:16-19 MATAHARI diciptakan pada HARI KEEMPAT. Mengapa pada HARI PERTAMA sudah ada SIANG DAN MALAM (Kejadian 1:3-5). Bukankah adanya siang dan malam karena adanya matahari? Padahal matahari diciptakan pada hari keempat. HARI KETIGA diciptakan TUMBUH-TUMBUHAN (Kejadian 1:11-13). Apakah tumbuh-tumbuhan bisa hidup pada hari ketiga tersebut padahal matahari belum diciptakan. Dalam ilmu alam tumbuh-tumbuhan hidup dengan bantuan sinar matahari. Tentu kita sudah RAGU dengan kebenaran isi alkitab ini. Awal isi alkitab ini sudah memberikan keraguan. Bertolak belakang dengan alquran yang menekankan TIADA KERAGUAN padanya (Al-Baqarah:2).

    Coba pelajari lagi al kitab Anda dan kemudian pelajari al quran. Ada perbedaan yang yang mencolok antara keduanya. Dalam al kitab para nabi dilecehkan tapi dalam al quran para nabi dimuliakan. Mengapa? Baca di sini: https://edyprayitno.wordpress.com/category/pelecehan-para-nabi-di-kitab-bible/


    Ohthers:
    www.keajaibanalquran.com
    www.miraclesofislam.com
    www.miraclesofthequran.com
    www.islam-guide.com


    100 KEBENARAN ALQURAN VS ALKITAB


    http://pembantaisalibis.blogspot.co.id/2012/02/100-kebenaran-alquran-vs-alkitab.html?m=1


    Friday at 11:33pm
    boy_akmal2004@yahoo.com
    FB: boy akmal

    BalasHapus
  4. KABAR BAIK ATAU KABAR BURUK?


    Copy dari komentar Aini Muslih di blog Perempatan Agama "Muhammad PENIPU, Siapa bisa bantah?


    Menurut saudara apakah mungkin kitab suci mengandung kesalahan? Dan mungkinkah ayat yang satu bertentangan/kontradiktif dengan ayat yang lain?
    Jawabannya: Seharusnya tidak mungkin terjadi, karena itu adalah kitab suci/Firman Tuhan. Tuhan tidak mungkin salah. Bila ada yang mengatakan bahwa Tuhan tidak salah, tapi yang mencatatnya yang salah. Jika demikian berarti kita tidak yakin dengan Kitab tersebut, berarti sudah banyak mengandung kesalahan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Kebenarannya sudah meragukan.
    Bagaimana keadaannya dengan Kitab Injil - Bibel. Saudara akan banyak menemukan kesalahannya sbb:
    AYAT-AYAT KONTRADIKTIF

    Kontradiksi Dalam Kitab Perjanjian Lama

    1. Siapakah anak Daud yang kedua?
    a. Kileab (II Samuel 3: 2-3)
    b. Daniel (I Tawarikh 3:1)

    2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak?
    a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (11 Samuel 5: 13-16)
    b. Tidak! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7)

    3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem?
    a. 11 orang (Samuel 5: 13-16)
    b. 13 orang (I Tawarikh 14 3-7)

    4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga?
    a. Betah dan Berotai (II Samuel 8:8)
    b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18:8)

    5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamat kepada Daud?
    a. Yoram (II Samuel 8:10).
    b. Hadoram (1 Tawarikh 18: 9-10)

    6. Dari orang-orang bangsa mana saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan?
    a. Aram (II Samuel 8:11-12)
    b. Edom (I Tawarikh 18:14-16)

    7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud?
    a. Seraya (II Samuel 8:15-17)
    b. Sausa (I Tawarikh 18:14-16)

    8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud?
    a. 1.700 orang (II Samuel 8:4)
    b. 7.000 orang (I Tawarikh 18:4)

    9. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud ?
    a. 700 ekor (II Samuel 10:18)
    b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19:18)

    10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki?
    a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10:8)
    b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19:18)

    11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
    a. Sobakh (II Samuel 10:18)
    b. Sofakh (I Tawarikh 19:18)

    12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis?
    a. Tuhan murka lalu menghasut Daud (II Samuel 24:1)
    b. Setan bangkit lalu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)

    13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi?
    a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8)
    b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11:11).

    14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang?
    a. 800 orang (II Samuel 23:8)
    b. 300 orang (I Tawarikh 11:11)

    15. Berapakah jumlah angkatan perang Daud dari orang Israel?
    a. 800 orang (II Samuel 24: 9)
    b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5)


    16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda?
    a. 500.000 orang (11 Samuel 24:9)
    b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5)

    BalasHapus
  5. 17. Berapakah banyakkah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman)?
    a. 40.000 kandang (I Raja-Raja 4:26)
    b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2:2)

    18. Berapakah jumlah mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
    a. 3.300 mandor (1 Raja-Raja 5:16)
    b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2)

    19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo (Sulaiman)?
    a. 2.000 bat air (I Raja-Raja 7:26)
    b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5)

    20. Berapakah jumlah seluruh keturunan Yakub?
    a. 66 jiwa (Kejadian 46:26)
    b. 70 jiwa (Keluaran 1:5)

    21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan?
    a. Kelinci (Imamat 11:6)
    b. Kelinci hutan (Ulangan 14:6)

    22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan?
    a. Babi hutan (Ulangan 14:8, dan Imamat 11:7)
    b. Babi (Yesaya 66:17)

    23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem?
    a. 3 bulan (II Raja-Raja 24:8)
    b. 3 bulan 10 hari (II Tawarikh 36:9)

    24. Berapa banyakkah jumlah yang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar?
    a. 2.812 orang (Ezra 2:6)
    b. 2.818 orang (Nehemia 7:11)

    25. Berapa orangkah anak-anak Benyamin?
    a. 10 orang (Kejadian 46:21)
    b. 5 orang (Bilangan 26:38-39)
    c. 3 orang (I Tawarikh 7:6)
    d. 5 orang (1 Tawarikh 8:1-5)

    Komentar atas silsilah anak Benyamin ini tidak satu pn yang sama baik nama maupun jumlahnya.

    26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela)?
    a. 5 orang (I Tawarikh 7:7)
    b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5)
    c. 2 orang (Bilangan 26:40)

    Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

    Selanjutnya silahkan anda disini menyebutkan ayat2 Al Quran yang kontradiksi ayat yang satu dengan yang lainnya..(asal jangan karangan sendiri aja ya..)
    Selanjutnya Ayat-Ayat Yang Irasional Dan Melawan Logika, apakah pantas disebut Kitab Suci:

    1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya (II Tawarikh 21:5,20,) Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). (II Tawarikh 22: 1-2), Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

    2. Usia 11 tahun sudah punya anak
    Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
    Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak!

    3. Tuhan salah perhitungan
    (Kejadian 46: 8-1 5), disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 15 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa." Apakah Tuhan tidak pandai berhitung?
    Dengan banyaknya kesalahan/kontradiksi tsb, maka tidak tertutup kemungkinan banyak juga ayat-ayat lain yang sdh tdk orisinil. Termasuk ajarannya banyak yang diselewengkan.

    Coba anda jelaskan maksud ayat diatas dg akal sehatmu yang telah dianugerahkan Tuhan, untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Untuk dapat membedakan mana Firman Tuhan Yang Suci, dan mana karangan manusia yang amburadul.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus


  7. APAKAH ALQURAN ITU WAHYU ALLAH ? JAWAB : BUKAN , SEBAB :

    KEBENARAN Quran HANYALAH dari PENGAKUAN NYA SENDIRI alias ME- NGAKU2 SENDIRI – SEHINGGA TIDAK LAH SYAH – TANPA BUKTI2 KEBENARAN
    Menurut Qs 4: 82 ”…..Kalau kiranya Al quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya”.
    Jadi bila terdapat banyak pertentangan didalam Al quran, maka Al quran itu BUKAN wahyu Allah .

    TERNYATA TERDAPAT BANYAK PERTENTANGAN DIDALAM AL QURAN ITU, MAKA SESUAI AYAT QS 4:82 , MAKA ALQURAN BUKANLAH WAHYU ALLAH

    INILAH BUKTI2 PERTENTANGANNYA :
    1.Dalam QS 28 : 40, dikatakan bahwa Firaun jatuh dan mati, tetapi didlm QS 10: 92, dikatakan Firaun diselamatkan. ( 2 ayat ini bertentangan )

    3. Dalam QS 54 : 19 dikatakan bahwa "Aad dihancurkan pada hari nahas ,tapi dalam QS 69 : 6-7: "Aad dihancurkan dalam 7 malam dan 8 hari. (Ada perbedaan yg cukup berarti )
    4. Dalam QS 3: 42 "Malaikat Jibril membawa kabar gembira kepada Maryam", tapi dalam kitab QS 19: 17 " Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma dihadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna."
    (BERTENTANGAN: ayat yang satu mengatakan malaikat Jibril, tapi ayat lainnya mengatakan Roh Kami, mana yang benar ? awloh bingung / lupa, dan Ini juga berarti : Allah sanggup menjelma menjadi manusia ! Mengapa anda heran membaca Alkitab, dimana Allah menjelma menjadi manusia, yang namaNya : YESUS ? )
    5. Dalam QS 32: 4 "Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa, tetapi dalam QS 41: 9 " hanya dalam 2 masa." ( 2 ayat ini bertentangan, apakah benar Allah yang ber firman? Atau awloh lupa ?
    6. Dalam QS 32: 5 "1 hari bagi Allah = 1000 tahun bagi manusia ( idem dengan ayat Alkitab). Tapi dalam QS 70 : 4 "1 hari bagi Allah = 50.000 tahun bagi manusia. ( 2 ayat ini juga bertentangan, berarti awloh keliru/ lupa)
    7. Jumlah malaikat yg berbicara kepada Maryam?
    -Beberapa malaikat (several angels) (Qs.3:42, 3:45).
    Hal ini bertentangan dengan:
    -Malaikat yg berbicara kepada Maryam adalah hanya satu malaikat (Qs.19:17-21) .
    Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 52 pertentangan.
    8. Dalam QS 68 : 10-12 ”Janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa …..”( ayat ini sangat cocok untuk menempelak Muhammad sendiri , yang gemar bersumpah lagi hina dan sering memfitnah orang Yahudi dan Kristen )
    Ini bertentangan dgn ayat2 dibawah ini, dimana dia sering sekali bersumpah :
    a ) QS 95: 1-3 "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun dan demi bukit Sinai dan demi kota (Mekah)". Sebenarnya, bila seseorang bersumpah haruslah demi sesuatu yang lebih tinggi tingkatnya daripada dirinya, misalnya "demi Allah," bukan demi buah, bukit atau kota, apalagi bila Allah yang bersumpah. Allah tersebut tidak berani bersumpah demi dirinya atau demi namanya. Dalam QS.52:1,4 ia bersumpah lagi: "Demi bukit,… demi Baitul Makmur."
    b ) Dan dalam QS.19:68, ia bersumpah:" Demi Tuhanmu….." (dari kalimat2 itu, dapat disimpulkan, bahwa yang berfirman / mendiktekan ini, bukanlah Tuhan, melainkan nabi itu sendiri )
    c ) QS 53:1 awloh bersumpah lagi :” Demi bintang ketika terbenam “ (awloh sering bersumpah, terlihat dari kata “demi “. Koq ada istilah bintang terbenam, seperti matahari ?? )

    9. QS.2:106 " Apa saja ayat yang Kami nasakhkan (BATALKAN) atau Kami jadikan manusia LUPA kepadanya. Kami datangkan yang lebih baik daripadanya….."
    ( artinya : allah ini sering meng-ubah2 ayatnya, sering ber-ubah2 pikiran, tidak konsisten alias labil. Padahal dalam ayat2 lain ia berkata di QS.10:64 Dikatakan:" tidak ada perubahan2 bagi kalimat2 atau janji2 Allah".
    Dan di QS.6:34 Dikatakan : " Tidak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat2 atau janji2 Allah"
    Kedua ayat ini bertentangan dengan QS.2:106 diatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Firman Allah Swt.:
      {فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً}
      Maka pada hari ini Kami SELAMATKAN BADANMU supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu. (Yunus: 92)
      Ibnu Abbas dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf mengatakan bahwa sebagian kalangan Bani Israil merasa ragu dengan kematian Fir'aun. Maka Allah Swt. memerintahkan kepada laut agar mencampak­kan tubuh Fir'aun secara utuh tanpa roh dengan memakai baju besinya yang terkenal itu ke daratan yang tinggi agar mereka dapat mengecek kebenaran atas kematiannya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Maka pada hari ini Kami selamatkan Kamu (Yunus : 92) Maksudnya, Kami angkat kamu ke suatu dataran yang tinggi. yakni tubuhmu. (Yunus: 92)
      Menurut Mujahid, maknanya ialah jasadnya; sedangkan menurut Al-Hasan adalah jasad tanpa roh. Menurut Abdullah ibnu Syaddad yaitu keadaan tubuh yang utuh, yakni tidak ada yang sobek, agar mereka mengecek dan mengenalnya. Menurut Abu Sakhr berikut dengan baju besinya. Semua pendapat ini tidak ada pertentangan satu sama lainnya, melainkan saling melengkapi, seperti keterangan di atas.
      *******************
      Firman Allah Swt.:
      {لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً}
      supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu. (Yunus: 92)
      Yakni agar kamu dapat menjadi bukti bagi kaum Bani Israil bahwa kamu telah mati dan binasa; dan bahwa Allah, Dialah Yang Mahakuasa yang semua jiwa makhluk hidup berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat bertahan di hadapan kemurkaan-­Nya.

      Hapus
    2. Ringkasan Pertanyaan
      Hari-hari Tuhan sebanding dengan 1000 tahun atau 50000 tahun lamanya?
      Pertanyaan
      Hari-hari Tuhan sebanding dengan 1000 tahun atau 50000 tahun lamanya? Betapa tidak karena dalam al-Quran disebutkan dengan berbagai redaksi misalnya, “Sesungguhnya sehari di sisi Tuhan-mu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Qs. Al-Hajj [22]:47) “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya pada satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (dan dunia pun musnah).” (Qs. Al-Sajdah [32]:5); “Malaikat-malaikat dan ruh (malaikat muqarrab di sisi Allah) naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (Qs. Al-Ma’arij [70]:4) Yang benar yang mana sih?
      Jawaban Global
      Redaksi kata “yaum” atau “hari” digunakan dalam beberapa makna yang beragam dimana masing-masing dari penggunaan kata ini memiliki makna tertentu. Hal ini juga dapat kita saksikan pada redaksi tersebut atau setiap kata lainnya; disebutkan berulang kali dengan satu makna, tanpa ada kontradiksi di dalamnya.
      Karena dua hal dapat disebut sebagai kontradiksi apabila delapan sisi yang sama di antara keduanya saling berseberangan dan pertanyaan Anda sejatinya tidak demikian. Karena ayat pertama berada pada tataran ingin menunjukkan kesabaran dan ketabahan Allah Swt sementara pada ayat kedua menyinggung tentang waktu setiap tingkatan diturunkan dan dinaikkannya perintah-perintah dan pengaturan-pengaturan Ilahi. Adapun ayat ketiga menunjukkan tentang masa ril hari kiamat yang akan terjadi dalam beberapa tingkatan.
      Jawaban Detil
      Jawaban atas pertanyaan Anda harus ditelusuri pada tiga poros yang antara lain mengkaji makna “yaum” atau hari dan mengenal syarat-syarat kontradiksi serta pada akhirnya apakah ayat-ayat yang Anda sebutkan itu saling kontradiksi atau tidak?
      Sebelum segala sesuatunya, kita harus mencermati redaksi kata “yaum” yang terdapat pada ayat ini. Dalam kitab-kitab kamus bahasa Arab disebutkan beberapa makna untuk kata yaum di antaranya adalah sebagai berikut:
      Semenjak terbitnya hingga terbenamnya matahari
      Seluruh 24 jam mencakup malam dan hari
      Zaman secara mutlak
      Karunia
      Kejadian atau peristiwa dan lain sebagainya…
      [1]
      Sebagaimana yang Anda perhatikan, redaksi kata “yaum” ini memiliki makna beragam yang dengan memperhatikan beberapa indikasi dan bukti yang terdapat pada kalimatnya maka maknanya akan dapat dipahami.

      Hapus
    3. Berdasarkan hal ini,  kita tidak dapat hanya karena dua kata ini, dalam satu kalimat, disebutkan terkait dengan ukuran tertentu dari waktu dan pada kalimat lainnya, ukuran lainya dari waktu kemudian kita simpulkan dua kalimat ini saling bertentangan satu sama lain. Dua kalimat akan saling bertentangan satu sama lain tatkala keduanya memiliki delapan sisi yang saling bersamaan dan bahkan apabila dua kalimat yang sepintas tampak saling bertentangan, dari tujuh sisi memiliki persamaan namun hanya satu sisi yang berbeda satu sama lain maka keduanya tetap tidak dapat dinilai sebagai dua hal yang saling bertentangan. Delapan sisi tersebut adalah, subyek atau topik (maudhu), predikat atau proposisi (mahmul), tempat (makân), waktu (zaman), relasi (idhâfah), sebagian (juz) dan keseluruhan (kull),  kondisi/syarat (syarth), potensi (quwwah) dan aksi (fi’il).  Tentu bukan tempatnya di sini untuk mengulas secara detil delapan syarat hukum kontradiksi karena itu untuk telaah lebih jauh dalam hal ini kami persilahkan Anda untuk merujuk pada buku-buku Logika.[2]
      Misalnya, apabila dua kalimat yang kita jelaskan bahwa A: “Setiap hari terdiri dari 24 jam.” B: “Hari tahun baru berlansung selama 13 hari.” Maka tiada seorang pun yang akan menuduh kita sebagai orang-orang yang berbicara kontradiktif dan saling bertentangan. Karena hari pada bagian pertama (A) redaksi kedua yang digunakan adalah masa dan zaman secara mutlak bukan 24 jam. Berdasarkan hal ini, dua kalimat yang telah dijelaskan, tidak terdapat kesatuan pada subyek yang menyebabkan kontradiksi dan saling bertentangan pada ucapan kita. Dan demikian juga tentang hal yang serupa kita berkata bahwa A: “Ujian akan berlangsung selama 15 hari.” B: Pada hari ujian tidak ada alasan absen apa pun yang akan diterima.” Dimana kata “hari” pertama-tama digunaan bermakna 24 jam dan kemudian bermakna zaman secara mutlak yang boleh jadi bercerita lebih dari 24 jam dan hal ini sama sekali tidak bermasalah dari sudut pandang sastra dan logika.

      Hapus
    4. Ragam penggunaan dari satu kata juga tersebar di tengah masyarakat dan mengingat bahwa al-Quran juga diturunkan dengan bahasa kaum (masyarakat), pada kebanyakan urusan, juga menggunakan cara seperti ini. Sebagai contoh kita membaca sebuah ayat, “Dan tanyakanlah kepada Bani Isra’il tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air pada hari Sabtu, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka.” (Qs. Al-A’raf [7]:163) ayat ini bercerita tentang suatu waktu Bani Israel melakukan pembangkangan, karena ikan-ikan pada hari Sabtu (yang dilarang pada hari itu) berada dalam jangkauan mereka dan pada hari selain Sabtu berada di luar jangkauan mereka. Coba Anda perhatikan bahwa pada ayat ini, kata “yaum” digunakan sebanyak dua kali, dimana penggunaan pertamanya bermakna satu hari normal yaitu hari Sabtu dan penggunaan keduanya, menyangkut seluruh hari selain Sabtu yang mencakup enam hari dan dengan demikian tidak terdapat kontradiksi pada ayat ini.
      Hal lain yang sejenis juga dapat kita saksikan pada ayat-ayat berikut ini: 
      Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang nan dingin pada hari nahas yang terus menerus” (Qs. Al-Qamar [54]:19) dan pada ayat lainnya dinyatakan seperti ini, “Adapun kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat  dingin  lagi amat kencang, dimana Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus.” (Qs. Al-Haqqah [69]: 6 -7)
      Tiada seorang fair pun yang dapat menjelaskan bahwa lantaran ayat pertama angina kencang berhembus pada satu hari dan ayat selanjutnya delapan hari, pada kedua ayat ini tidak terdapat kontrakdiksi dan pertentangan! Lantaran dengan sedikit mencermati pada ayat-ayat ini kita akan menemukan bahwa yang dimaksud dengan kata “yaum” pada ayat pertama adalah waktu secara mutlak dan ayat kedua mengacu pada hari 24 jam. Atas dasar itu, meski kata ini digunakan untuk dua makna yang berbeda namun tidak bertentangan satu sama lain.
      Nah lantaran masalah ini telah jelas bahwa seluruh hari-hari bumi dan langit, adalah hari-hari Tuhan.

      http://www.islamquest.net/id/archive/question/fa3868

      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
    5. وَإِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰكِ وَطَهَّرَكِ وَٱصْطَفَىٰكِ عَلَىٰ نِسَآءِ ٱلْعَٰلَمِينَ

      Dan (ingatlah) ketika MALAIKAT (JIBRIL) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

      Ali 'Imran (The Family of Imraan) 3:42


      فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

      maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami MENGUTUS ROH KAMI kepadanya (Maryam), maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

      Maryam (Mary) 19:17
      ------------------

      Firman Allah Swt.:
      {فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا}
      maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka. (Maryam: 17)
      Yakni Maryam menutupi dirinya dan bersembunyi dari pandangan mereka. Maka ALLAH MENGUTUS KEPADANYA MALAIKAT JIBRIL a.s.
      {فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا}
      maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (Maryam: 17)
      Maksudnya, MALAIKAT JIBRIL BERGANTI RUPA MENJADI MANUSIA yang sempurna.
      Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, Ibnu Juraij, Wahb ibnu Munabbih, dan As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya. (Maryam: 17) Yang dimaksud dengan ROH KAMI DALAM AYAT INI ADALAH MALAIKAT JIBRIL a.s.
      Pendapat yang diutarakan oleh mereka ini berdasarkan makna lahiriah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman dalam ayat lain, yaitu:
      {نزلَ بِهِ الرُّوحُ الأمِينُ عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ}
      dan dibawa turun oleh Ar-Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. (Asy-Syu'ara: 193-194) (IBNU KATSIR)



      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
    6. ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِىٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

      Allah lah yang menciptakan LANGIT DAN BUMI dan apa yang ada di antara keduanya dalam ENAM MASA, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa`at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

      As Sajdah (The Prostration) 32:4

      ۞ قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَرْضَ فِى يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُۥٓ أَندَادًا ۚ ذَٰلِكَ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

      Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang MENCIPTAKAN BUMI dalam DUA MASA dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam".

      Fush shilat (Explained in detail) 41:9

      JADI
      Penciptaan BUMI SAJA 2 MASA
      Penciptaan LANGIT DAN BUMI 6 MASA


      https://mizanuladyan.wordpress.com/2015/06/10/quranpenciptaan-langit-dan-bumi-6-masa-atau-8-masa/


      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
    7. وَإِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰكِ وَطَهَّرَكِ وَٱصْطَفَىٰكِ عَلَىٰ نِسَآءِ ٱلْعَٰلَمِينَ

      Dan (ingatlah) ketika MALAIKAT (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

      Ali 'Imran (The Family of Imraan) 3:42

      إِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ ٱسْمُهُ ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ وَمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ

      (Ingatlah), ketika MALAIKAT berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

      Ali 'Imran (The Family of Imraan) 3:45

      فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
      قَالَتْ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحْمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيًّا
      قَالَ إِنَّمَآ أَنَا۠ رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَٰمًا زَكِيًّا
      قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَٰمٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
      قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُۥٓ ءَايَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَّقْضِيًّا

      maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka IA (JIBRIL) menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
      Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".
      IA (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah SEORANG utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".
      Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"
      JIBRIL berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".

      Maryam (Mary) 19:17-21
       

      PENJELASAN AYAT OLEH IZZATAL ISLAM:

      Memang pada ayat 42 dan 45 surat Ali Imran didapatkan kata “Malaikat” (mim, lam, alif, hamzah, kaf dan ta marbuthah) yang dalam bahasa arab itu adalah bentuk jamak dari mufrad “malaku” (mim, lam, dan kaf) dari kata dasar “ma’laku” (mim, hamzah, lam dan kaf) yang tentu bermakna “beberapa malaikat” (several angels) yang menunjukkan banyak, sehingga timbul kesan bahwa yang berbicara dengan Maryam itu adalah banyak Malaikat, padahal semua tahu bahwa yang berbicara dengan Maryam hanya Jibril saja, sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat Maryam ayat 19. Jibril adalah Malaikat dan bukan banyak Malaikat.

       

      Ditanyakan : Berapa banyak malaikat yang berbicara kepada Maryam?
      Jawabannya  : Hanya satu malaikat yaitu Jibril.

      Hapus
    8. Ditanyakan : Kalau memang yang berbicara dengan Maryam hanya Jibril sebagaimana pada surat Maryam ayat 19, lalu kenapa pada surat Ali Imran ayat 42 dan 45 disebut Malaikat?
      Jawaban : Malaikat yang dimaksud pada surat Ali Imran ayat 42 dan 45 itu adalah Jibril.
       

      Ditanyakan : Bukankah itu kontradiksi?
      Jawaban : Bukan.
       

      Ditanyakan : Alasan apa Islam sehingga dikatakan itu bukan kontradiksi?
      Jawaban : Karena dalam bahasa Alquran ada satu istilah ” BOLEH MENAMAKAN KEPADA YANG KHUSUS DENGAN NAMA YANG UMUM UNTUK MENUNJUKKAN KEAGUNGAN DAN KEBESARAN”.  Yang dimaksud dengan “KEPADA YANG KHUSUS” adalah JIBRIL, yang dimaksud dengan “NAMA YANG UMUM” adalah MALAIKAT. Jadi, ketika didapatkan dalam Alquran sebuah kata yang “seharusnya” dikatakan pada tempat itu adalah nama yang khusus yakni Jibril, tetapi Alquran berkata dengan nama yang umum yakni Malaikat, itu menunjukkan bahwa Allah SWT memuliakan Jibril dan menunjukkan keagungan Jibril dibandingkan Malaikat yang lain, sehingga Jibril dalam Alquran disebutkan dengan beberapa nama yang lain yaitu; RUH AL-QUDUS (QS. 16:102), RASUL (QS. 19:19), (81:19), AR-RUH AL-AMIN (QS. 26:193), AR-RUH (QS. 40:14), (70:4), (97:4).
       

      Ditanyakan : Ada alasan yang lain?
      Jawaban : Itu sudah cukup bagi mereka yang manusia yang mempunyai akal. Untuk diketahui pula bahwa dalam Alquran nama Jibril yang tidak disebut secara khusus dalam Alquran tetapi disebutkan nama yang umum yakni Malaikat bukan hanya pada dialognya dengan Maryam saja yang didapatkan pada Surat Ali Imran ayat 42 dan 45, tetapi juga pada dialognya dengan Nabi Zakaria pada surat Ali Imran ayat 39 (QS. 3:39). Kemudian, Allah yang maha suci dan agung dengan sengaja menyebutkan nama Jibril dengan sebutan Malaikat untuk menolak anggapan bahwa Jibril bukan Malaikat, karena nama Jibril terkadang disebut dengan nama “RASUL” yang biasanya Rasul itu dari golongan manusia, dan untuk menolak anggapan Yahudi bahwa Malaikat adalah “PUTERI ALLAH” karena melihat kepada bentuk kalimat yang digunakan seakan menunjukkan bahwa Malaikat berjenis kelamin perempuan. Dengan disebutkan Jibril adalah Malaikat maka tentu Malaikat bukan perempuan sebab Jibril bukan perempuan.
      Firman Allah SWT :

      Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (QS. 61 : 8)
      Maka Apakah Mereka (Orang Kafir) Tidak Memperhatikan Al Qur’an? Kalau Kiranya Al Qur’an Itu Bukan Dari Sisi Allah, Tentulah Mereka Mendapatkan Pertentangan Yang Banyak Di Dalamnya. (QS. 4 : 82)
      Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. 17 : 81)

      https://izzatalislam.wordpress.com/2009/10/03/berapa-banyak-malaikat-yang-berbicara-kepada-maryam/


      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
    9. Menjawab Gugatan Allah yang banyak bersumpah

      Para Penghujat Islam sering kali mempersoalkan Tentang Allah yang bersumpah,kemudian mereka benturkan dengan salah satu Ayat Al Qur’an yang melarang mengikuti orang yang banyak bersumpah.

      setidaknya di bawah ini adalah Contoh Gugatan Penghujat Islam dan Juga kami perlu menyampaikan jawaban dari seorang Muslim yang menggunakan nick ‘Archa”

      Penghujat islam menggugat :

      Qs. 68-Al Qalam :10

      yang berbunyi:
      “Dan janganlah kamu ikuti tiap orang yang banyak bersumpah lagi hina”

      Sekarang anda lihat Quran anda, banyak banget segala jenis sumpah di dalamnya sejak awal sampai akhir, nggak kehitung banyaknya kata-kata “Sesungguhnya/Demi” yang artinya bahwa secara tidak langsung Allah bersumpah bahwa melainkan benar-benar dapat dipercaya (seolah-olah Allah ragu-ragu)
      Selain kata “sesungguhnya/demi”, masih banyak lagi sumpah-sumpah Allah untuk menyakinkan manusia yang notabene adalah Ciptaan-Nya sendiri Sumpah itu antara lain:
      “Demi Allah (Allah yang mana lagi??) demi Alquran yang penuh hikmat, demi langit, demi bintang-bintang, demi angin, demi malam, demi matahari, demi bulan, demi subuh, demi kota Mekkah, demi kuda perang, dan lain-lain sebagainya. Kalo dipikir dengan ratio, apakah perlu Allah bersumpah semacam itu, untuk menyakinkan manusia yang padahal semuanya itu adalah ciptaan-Nya??

      Muslim menjawabb :

      Pertanyaan ini juga sering diajukan oleh netters Kristen di forum ini. Biasanya dalam pertanyaan tersebut ada nuansa gugatan :”Koq bisa Tuhan yang Maha Kuasa bersumpah demi sesuatu yang lebih rendah..?? karena sumpah seharusnya dilakukan de…mi hal yang lebih tinggi..”. Dari beberapa kali diskusi, saya menemukan suatu kesimpulan adanya persamaan persepsi dari netters Kristen, ketika terjadi sumpah demi sesuatu, maka sesuatu tersebut diposisikan sebagai pihak yang berkuasa untuk menghakimi si pembuat sumpah apabila isi sumpah yang diucapkan tersebut tidak benar, atau pihak yang bersumpah tidak menepati apa yang disumpahkannya. Jadi ketika mereka menemukan dalam Al-Qur’an, Allah bersumpah demi matahari, bulan, bintang, waktu, langit, dll, maka pertanyaannya :”Mana mungkin matahari berkuasa untuk menghakimi Tuhan, apabila Tuhan tidak menepati apa yang telah disumpahkan-Nya..?”.Dalam Al-Qur’an kita sering menemukan ayat tentang Allah bersumpah demi sesuatu, baik dengan kalimat yang mencantumkan kata ‘bersumpah’ maupun kata tersebut tersembunyi dan hanya mencantumkan ‘demi sesuatu’. Kedua cara ini adalah sama, bahwa Allah telah bersumpah (soal ini terkait dengan pemakaian kaedah tata-bahasa Arab, dimana sumpah disampaikan dengan memakai 3 alternatif huruf : ‘waw’, ‘ba’ dan ‘ta’.
      Pengertian Sumpah dalam Al-Qur’an

      Kata ‘sumpah’ berasal dari kata Arab ‘qasam’ yang akar katanya disusun oleh huruf ‘qaf-sin-mim’, kata ini menurunkan beberapa pengertian : to divide, dispose, separate, apportion, distribute..

      http://www.studyquran.org/LaneLexicon/Volume8/00000242.pdf

      Hapus
    10. Kata ‘qasam’ diartikan ‘bersumpah’ misalnya terdapat pada ayat :

      falaa uqsimu bimawaaqi’i alnnujuumi
      [56:75] Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quraan.

      falaa uqsimu bialsysyafaqi
      [84:16] Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,

      laa uqsimu bihaadzaa albaladi
      [90:1] Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

      Namun kata ‘qasam’ dengan derivasinya juga diartikan membagi, memisahkan, misalnya terdapat pada ayat :

      wa-idzaa hadhara alqismata uluu alqurbaa waalyataamaa waalmasaakiinu faurzuquuhum minhu waquuluu lahum qawlan ma’ruufaan
      [4:8] Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

      Faalmuqassimaati amraan
      [51:4] dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan

      tilka idzan qismatun dhiizaa
      [53:22] Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

      Muncul pertanyaan :

      ”Lalu apa hubungannya bersumpah dengan membagi atau memisahkan..??”, apa sebenarnya arti bersumpah ketika ada kalimat ‘Tuhan bersumpah demi makhluk’..?? bagaimana sebenarnya posisi makhluk tersebut dalam sumpah tersebut..?? apakah benar posisinya sebagai pihak yang berkuasa untuk menghakimi pihak yang bersumpah..?? bagaimana halnya ketika Allah bersumpah demi diri-Nya sendiri..??

      Kata ‘qasam’ sendiri dalam bahasa Arab setara dengan istilah lain :

      Dalam bahasa Arab sumpah disebut dengan al-aimanu, al-halfu, al-qasamu. Al-aimanu jama’ dari kata al-yamiinu (tangan kanan) karena orang Arab di zaman Jahiliyah apabila bersumpah satu sama lain saling berpegangan tangan kanan. Kata al-yamiinu secara etimologis dikaitakan dengan tangan kanan yang bisa berarti al-quwwah (kekuatan), dan al-qasam (sumpah). Dengan demikian pengertian al-yuamiinu merupakan perpaduan dari tiga makna tersebut yang selanjutnya digunakan untuk bersumpah. Dikaitkan dengan kekuatan (al-quwwah), karena orang yang ingin mengatakan atau menyatakan sesuatu dikukuhkan dengan sumpah sehingga pernyataannya lebih kuat sebagaimana tangan kanan lebih kuat dari tangan kiri.

      http://bs-ba.facebook.com/topic.php?uid=53744579012&topic=7485

      sehingga selain arti kata : membagi atau memisahkan, ‘bersumpah’ juga mengandung unsur : menguatkan, mengukuhkan.

      Hapus
    11. Yang perlu diperjelas disini adalah, ketika Allah bersumpah dengan nama makhluk-Nya, maka tidak ada suatu kesan yang muncul dari umat Islam, bahwa Allah telah ‘menyerahkan kekuasaan untuk menghakimi’ sumpah-Nya tersebut kepada benda tersebut. Baik didasar sumpah ataupun tidak, ataupun sumpah tersebut dilontarkan oleh siapapun, maka pihak yang berkuasa untuk menghakimi hanyalah Allah. Kalau begitu bagaimanakah sebenarnya ‘status’ makhluk/benda yang terdapat dalam sumpah itu..?? maka posisi makhluk/benda tersebut adalah sebagai SAKSI atas sumpah tersebut, saksi yang dikesankan independen, berdiri sendiri dan terpisah dari pihak yang bersumpah, berfungsi untuk menguatkan dan mengukuhkan bahwa apa yang disampaikan dalam sumpah tersebut benar adanya. Ini terkait dengan tujuan suatu sumpah dilontarkan, yaitu untuk meyakinkan pihak lain atas kebenaran apa yang disumpahkan, dimana pihak lain tersebut ragu-ragu atau tidak percaya. Kesan terpisah ini sejalan dengan tujuan disampaikannya sumpah, sehingga seolah-olah Allah mengatakan ;”Sekalipun Aku adalah Tuhan Yang Maha Berkuasa, namun makhluk/benda yang Aku jadikan objek sumpah-Ku, dipersilahkan memutuskan sendiri kesaksiannya. Apabila Aku telah berbohong atau sumpah-Ku tidak benar, maka Aku sendiri yang akan menghakimi diri-Ku..”.

      Pengertian ‘qasam’ ini juga berlaku dalam hal Tuhan bersumpah atas diri-Nya sendiri. Pemisahan diibaratkan ‘posisi’ Tuhan sebagai pihak yang bersumpah dan sebagai pihak yang bersaksi merupakan dua hal yang seolah-olah terpisah, sehingga kesaksian Tuhan adalah adli, kuat dan benar. Ini memenuhi tujuan untuk apa sumpah tersebut dilontarkan, yaitu untuk meyakinkan pihak lain yang tidak percaya dan ragu-ragu. Disinilah kesetaraan antara istilah ‘qasam’ dan ‘aimanu’, yaitu kemandirian sebagai saksi menunjang pengukuhan dan penguatan sumpah yang disampaikan.

      Berdasarkan penjelasan ini, pertanyaan dari pihak Kristen sudah bisa dijelaskan, apa yang mereka gugat tentang sumpah Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an karena mereka memakai ukuran sendiri tentang apa yang dimaksud dengan sumpah dan subjek sumpah, mengartikan bahwa makhluk/n]benda yang terdapat dalam sumpah adalah sebagai pihak yang berkuasa untuk menghakimi, dan bukan sebagai saksi yang akan memberikan kesaksian terhadap kebenaran sumpah tersebut. Dalam istilah Islam, terlihat bahwa posisinya bukanlah demikian, karena yang berkuasa untuk menghakimi tetap saja ada ditangan Allah, makhluk/benda berfungsi sebagai saksi..

      Sekarang muncul pertanyaan : lalu apakah seorang Muslim bisa bersumpah juga demi/dengan nama makhluk selain Allah..?? Terus-terang saya sama sekali tidak menemukan adanya larangan dalam Al-Qur’an tentang ini. Larangan bersumpah demi/dengan/atas mana selain Allah terdapat dalam hadist :

      Hapus
    12. Umar bin Khaththab mendengar seorang laki-laki mengatakan,”Demi Ka’bah” maka ia mengatakan, “Janganlah bersumpah dengan selain Allah, sesungguhnya aku mendengar rasulullah saw bersabda, ‘barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah kufur atau syirik’” (HR Abu dawud, at-Tirmidzi dan Ahmad)

      Dari Umar bin Khaththab, ia berkata; Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nenek moyang kalian” (HR Muslim)

      Dan hadits Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berkata dalam sumpahnya, Demi Latta dan Uzza hendaklah ia menebusnya dengan mengucapkan, ‘Laa Ilaaha Illallaah’.”

      Namun ternyata dalam riwayat yang lain, diungkapkan juga bahwa Rasulullah pernah bersumpah demi makhluk selain Allah :

      sabda Nabi kepada seorang Arab Badui, “Demi ayahnya, beruntunglah ia jika benar katanya. Demi ayahnya, niscaya ia masuk Jannah jika benar katanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

      Dan jawaban beliau kepada orang yang bertanya tentang shadaqah, “Demi ayahmu, engkau akan diberitahu tentang hal itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

      Dari sini sebenarnya bisa kita simpulkan bahwa yang dimaksud larangan bersumpah demi nama selain Allah adalah dalam konteks : menjadikan sesuatu selain Allah tersebut sebagai pihak yang berkuasa untuk menghakimi sumpah kita, makanya dalam hadist tersebut dikatakan sebagai syirik, apalagi disampaikan contoh bahwa nama lain selain Allah tersebut adalah Latta dan Uzza, berhala yang sebelumnya disembah oleh kaum musyrik Makkah.

      Namun tentu kita harus mensikapinya dengan cara ‘mengambil jalan yang paling aman’, daripada menjadikan makhluk/benda sebagai saksi sumpah kita, akan lebih baik kalau Allah-lah yang kita jadikan saksi, sekaligus pihak yang berkuasa menghakimi sumpah kita. Selain itu jalan yang paling aman, juga terkesan kita sungguh-sungguh melakukan sumpah agar pihak lain yang tidak percaya menjadi yakin dengannya, siapa lagi pihak yang kesaksiannya kuat dan bisa dipercaya melebihi Allah..?? bukankah memang itu tujuan seseorang melakukan sumpah..??


      https://answeringkristen.wordpress.com/menjawab-gugatan-allah-yang-banyak-bersumpah/

      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
    13. وَٱلنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ

      Demi BINTANG ketika TERBENAM.

      An Najm (The Star) 53:1

      ----------------
      Mengenal Apa Itu Bintang Sirkumpolar ??


      Bintang-bintang hampir selalu menghiasi langit malam, asalkan langitnya tidak mendung dan tidak berpolusi. Nah, TEMEN-TEMEN TAU NGAK KALAU BINTANG ITU TERBIT DAN TERBENAM SEPERTI MATAHARI? Tapi ada juga lho bintang yang tidak pernah terbit maupun tenggelam, bintang ini disebut bintang Sirkumpolar. Lah, kok bisa?

      Orang Indonesia yang hidup di daerah sekitar khatulistiwa (Kisaran 1 LU – 1 LS) biasanya tidak bisa melihat bintang sirkumpolar, tetapi bagi kawan-kawan kita yang hidup di lintang utara maupun selatan, mereka bisa melihat bahwa ada bintang-bintang tertentu yang tidak pernah tenggelam maupun tidak pernah terbit.

      Polaris (Bintang Utara) adalah salah satu bintang sirkumpolar karena posisinya hampir segaris dengan sumbu rotasi Bumi (Deklinasi +89° 15′ 51″), sehingga apabila dilihat di negara-negara lintang utara, bintang itu tidak pernah tenggelam. Sebaliknya, apabila dilihat di negara-negara lintang selatan, bintang itu tidak pernah terbit.

      Bagaimana cara mengetahui apakah suatu bintang itu bintang sirkumpolar atau bukan? ternyata ada rumusnya.

      Awalnya, kita harus mengetahui sistem tata koordinat ekuatorial yang berdasarkan lintang pengamat. Dalam takor (Tata Koordinat) ekuatorial ada 4 komponen yang berpengaruh:
      – Lintang pengamat (Utara plus, Selatan minus)
      – Ekuator langit (Tegak lurus dengan lintang pengamat)
      – Deklinasi (Jarak bintang dari ekuator langit)
      – HA/RA (Sudut jam bintang atau asensiorekta bintang)

      Dalam penentuan bintang sirkumpolar atau bukan, kita hanya butuh 3 komponennya, yaitu Lintang, Ekuator langit, dan Deklinasi.

      Cara menentukannya? Gampang, begini saja:
      90 – deklinasi <= lintang
      90 derajat dikurangi deklinasi bintang harus kurang dari atau sama dengan lintang pengamat

      Misalkan:
      Saya tinggal di Jakarta dengan lintang -6 derajat atau 6 derajat LS, bintang Betelgeuse (Deklinasi +07 derajat), apakah bintang Betelgeuse itu bintang sirkumpolar di Jakarta?

      Perhitungannya:
      90 – 7 <= -6
      83 <= -6 (Tidak valid)
      Berarti, Betelgeuse bukan bintang sirkumpolar di Jakarta

      Kesimpulannya, bukan hanya Bintang Utara (Polaris) yang tidak pernah tenggelam, tapi sebenarnya ada banyak bintang yang tidak pernah tenggelam/tidak pernah terbit tergantung lintang pengamatnya. (FAAI, Adi Saputro/

      https://astronomi.id/2013/09/30/mengenal-apa-itu-bintang-sirkumpolar/
      https://books.google.co.id/books?id=MP4ZDAAAQBAJ&pg=PT111&lpg=PT111&dq=apakah+bintang+juga+terbenam&source=bl&ots=_lYAkzxmq7&sig=wqfYLiMUVw0gr9mb3tXvvNa_VkE&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiop_zfx6LPAhVT02MKHd4nBco4ChDoAQgUMAM#v=onepage&q=apakah bintang juga terbenam&f=false
      http://www.astronomi.us)

      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
    14. Tidak Ada Kontradiksi Dalam Al-Qur’an Seputar Mengganti Kalam Allah Dan Tidak Ada Penggantian

      Itu sebagian pendapat orang Nashroni bahwa dalam ayat Al-Qur’an ada kontradiksi apakah memang begitu?

      لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَياةِ الدُّنْيَـا وَفِي الآخِرَةِ لاَ تَبْدِيـلَ لِكَلِمَاتِ اللّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (سورة يونس: 64)

      Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” )QS. Yunus: 64)

      وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن كِتَـابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا (سورة الكهف: 27)

      Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). TIDAK ada (SEORANGPUN) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padaNya.” )QS. Al-Kahfi: 27)

      Ada kontradiksi dalam surat An-Nakhl, surat Ra’du dan surat Al-Baqarah:

      وَإِذَا بَدَّلْنَـا آيَةً مَّكَانَ آيَةٍ وَاللّهُ أَعْلَمُ بِمَـا يُنَزِّلُ قَالُواْ إِنَّمَا أَنتَ مُفْتَرٍ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ (سورة النحل: 101)

      “Dan apabila KAMI LETAKKAN suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja." Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.” QS. An-Nakhl: 101.

      يَمْحُو اللّهُ مَا يَشَاء وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ (سورة الرعد: 39)

      “ALLAH menghapuskan apa yang DIA KEHENDAKI dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).” QS. Ar-Ro’du: 39

      مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللّهَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (سورة البقرة: 106)

      Ayat mana saja yang KAMI NANSAKHkAN, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang LEBIH BAIK daripadanya ATAU yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?” QS. Al-Baqarah: 106

      Ayat-ayat tadi mereka mengatakan adanya kontradiksi dalam Al-Qur’an, apakah itu suatu kontradiksi atau bagaimana?
      Published Date: 2016-07-30
      Alhamdulillah

      Al-Qur’an Karim adalah kalam Allah Ta’ala. Tidak mungkin terjadi kontradiksi dan perbedaan. Yang ada kontradiksi itu kalau yang berbicara memungkinkan salah. Sementara Allah Ta’ala suci dari hal itu. Allah ta’ala berfirman:

      أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا (سورة  النساء: 82)

      “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. )QS. An-Nisaa: 82)

      Hapus
    15. Oleh karena itu terjadi perbedaan dan kontadiksi dalam Injil yang berada di tangan orang KrIsten karena ia ditulis oleh orang-orang yang tidak ma’sum (terjagai dari dosa). Allamah Rahmatullah Alhindi dalam kitabnya ‘Idharul Haq terdapat 125 perbedaan dan kontradiksi dalam kitab suci mereka.

      Syubhat yang anda sebutkan adalah syubhat yang sangat lemah sekali, jawabannya dari dua sisi.

      Pertama: ayat yang meniadakan penggantian kalimat Allah, seperti firman Allah Ta’ala:

      لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَياةِ الدُّنْيَـا وَفِي الآخِرَةِ لاَ تَبْدِيـلَ لِكَلِمَاتِ اللّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (سورة  يونس: 64)

      “Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” )QS. Yunus: 64)

      Dan Firman Allah Ta’ala:

      وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن كِتَـابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا (سورة الكهف: 27)

      “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). TIDAK ADA (SEORANGPUN) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padaNya.” )QS. Al-Kahfi: 27)

      Maksudnya adalah bahwa TIDAK ADA SEORANGPUN yang dapat mengganti kalimat Allah.  SEMENTARA Allah Ta’ala dapat mengganti dengan ayat di tempat ayat lainnya. Yaitu nasakh (menghapuskan). Sebagaimana firman Subhanahu :

      وَإِذَا بَدَّلْنَـا آيَةً مَّكَانَ آيَةٍ وَاللّهُ أَعْلَمُ بِمَـا يُنَزِّلُ قَالُواْ إِنَّمَا أَنتَ مُفْتَرٍ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ (سورة النحل: 101)

      “Dan apabila KAMI LETAKKAN suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja." Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.” )QS. An-Nakhl: 101).

      Allah ta’ala juga berfirman:

      مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللّهَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(سورة  البقرة: 106)

      “Ayat mana saja YANG KAMI nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?” QS. Al-Baqarah: 106

      Sementara firman Allah Ta’ala:

      يَمْحُو اللّهُ مَا يَشَاء وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ (سورة الرعد: 39)

      “ALLAH menghapuskan apa yang DIA KEHENDAKI dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).” )QS. Ar-Ro’du: 39)

      Maksud disini adalah menghapuskan dan menetapkan dalam suhuf para malaikaat. Silahkan melihat jawaban soal no. 43021.

      Hapus
    16. Sisi kedua: maksud dari kalimat Allah yang tidak diganti adalah kalimat kauniyah, seperti sunah (hukum alam) dalam citaan-Nya. Dan apa yang diberitahukan dari ganjaran bagi orang yang taat dan balasan bagi pelaku kemaksiatan. Serta masuknya penduduk surga ke dalam surga dan penduduk neraka ke neraka. Tidak ada seorangpun yang dapat merubah sunah Allah dan kalimat ketetapannya. Oleh kerena itu Terdapat diawal ayat:

      لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَياةِ الدُّنْيَـا وَفِي الآخِرَةِ لاَ تَبْدِيـلَ لِكَلِمَاتِ اللّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (سورة يونس: 64)

      “Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” )QS. Yunus: 64)

      Maka sunah Allah dan kalimat Ketentuan-Nya disini adalah bahwa orang-orang mukmin yang bertakwa akan mendapatkan kabar gembira di dunia ini dan setelah kematian. Siapakah yang memungkinkan untuk mengubah hal itu?

      Sementara Firman Ta’ala:

      وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن كِتَـابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا (سورة الكهف: 27)

      “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padaNya.” (QS. Al-Kahfi: 27)

      Maka maknanya adalah kalimat kauniyah. Seperti permasalahan tadi. Kalau dimaksudkan kalimat syar’iyyah maksudnya adalah Al-Qur’an Al-Karim yang diwahyukan kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam, maka tidak akan diganti Al-Qur’an ini. Karena Allah telah menanggung penjagaannya.

      Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan terkait denga firman Allah:

      وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن كِتَـابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا (سورة  الكهف: 27)

      “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padaNya.” QS. Al-Kahfi: 27

      Firman-Nya  (مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ)maksudnya adalah Al-Qur’an dan wahyu hanyalah semata perkataan. Maka ia termasuk bukan makhluk.

      Dan firman-Nya (مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ) maksudnya adalah tidak ada seorangpun yang mengganti Kalimat Allah, sementara Allah Azza Wajalla dapat mengganti ayat di tempat ayat lainnya. Sebagaimana Firman Ta’ala:

      وَإِذَا بَدَّلْنَـا آيَةً مَّكَانَ آيَةٍ وَاللّهُ أَعْلَمُ بِمَـا يُنَزِّلُ قَالُواْ إِنَّمَا أَنتَ مُفْتَرٍ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ (سورة  النحل: 101)

      “Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja." Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.” QS. An-Nakhl: 101.

      Dan Firman-Nya (لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ) mencakup kalimat kauniyah dan syrai’yyah:

      Hapus
    17. Kalau kauniyah, maka tidak dikecualikan apapun juga. Tidak seorang pun dapat merubah Kalimat Allah yang bersifat kauniyah. Kalau Allah telah menetapkan seseorang dengan kematian, tidak seorang pun dapat menggantinya hal itu. Kalau Allah menetapkan dengan kefakiran. Tidak seorangpun dapat menggantikannya. Kalau Allah telah menetapkan kekeringan, tidak ada seorangpun dapat menggantikan hal itu. Semuanya ini terjadi pada alam semesta ini, karena ia termasuk ucapannya berdasarkan Firman Ta’ala:

      إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (سورة يس: 82) .

      “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.” (QS. Yasin: 82)

      Adapun kalau Kalimat Syar’iyyah adalah maka telah dirubah sebelumnya oleh orang kafir dan munafik. Mereka mengganti Kalimat dengan makna atau dengan lafaz sesuai kemampuan mereka. Atau dengan keduanya.” (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 8/370).

      Kesimpulannya:

      Bahwa kalimat Allah Ta’ala kauniyah tidak seorang pun dapat menggantinya. Begitu juga kalimat kalimat Syar’iyyah yang Allah jaga berupa Al-Qur’an Al-Karim. Hal ini tidak ada kontradiksi bahwa Allah Subhanahu menghapus apa yang dikehendaki-Nya. Dan menaruh penggantinya di tempat ayat tersebut kalau menginginkannya. Karena seperti Firman-Nya:

      أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللّهَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

      “Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu.”

      Wallahu a’lam.

      https://islamqa.info/id/147330


      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
  8. Samb. ttg Qr bukan wahyu Allah :
    10. AYAT-2 DUSTA dan SALING BERTENTANGAN:
    -Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Adam ( QS 42:51 )
    -Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Musa (Qs.7:143).
    -Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Beberapa orang Mesir (Qs.26:51).
    -Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim (Qs.2:127-133, Qs.3:67).
    Sebetulnya kan agama Islam baru ada setelah Muhamad me-ngaku2 sendiri sebagai nabi, abad ke 7 !
    11. DALAM QS 17 : 32 “JANGANLAH KAMU MENDEKATI ZINAH ; SESUNGGUHNYA ZINAH ITU ADALAH
    SUATU PERBUATAN YANG KEJI , DAN SUATU JALAN YANG TERKUTUK.” JUGA QS 24 :2, KEDUA AYAT INI BERTENTANGAN DGN AYAT2 :
    a) Izin meniduri hamba/ budak (dianggap halal/tidak berdosa)
    QS 4: 3 & 24 ; QS 33:52 ; QS 23 : 5-6 ; QS 70 : 29-30
    Oleh sebab itu, TKW2 yang di PERKOSA majikannya di Arab tidak bisa mengadu (sia2) kepada polisi & berharap dibela disana, sebab hal tsb sudah dihalalkan, bukan suatu kesalahan.
    Memang pada zaman sebelum Yesus turun ke dunia, Allah membiarkan pria beristri lebih dari satu,
    ( karena jumlah manusia masih sedikit ) tapi setelah zaman Yesus, tidak diperbolehkan lagi.
    Stop poligami. Tapi sang nabi tidak tahu, atau pura2 tidak tahu, sebab ia doyan kawin/ cabul.
    QS 33:37 "Zaid disuruh menceraikan istrinya dan semua orang mukmin dibolehkan mengawini istri2 anak2 angkat mereka." ( Ayat ini turun karena sang nabi naksir istri anak angkatnya, Zaid, sehingga "allahnya mendukung" niat cabul nabi dengan menurunkan ayat ini. Juga lihat ayat yang serupa dibawah ini. )
    QS 66 : 5 "Bila nabi menceraikan istrinya, mungkin Allah akan memberi ganti dengan istri2 lain"
    QS 4: 3 …". Kawinilah wanita2 (lain) yang kamu senangi: 2 ,3 atau 4. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka kawinilah seorang saja….atau budak2 yang kamu miliki.
    Tapi dalam QS 4: 129 "Dan kamu se kali2 tidak akan dapat berlaku adil diantara istri2mu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian…..
    Renungkanlah pertentangan antara ayat QS 4:3 dan 4:129 diatas, ( semula meragukan kesanggupan umat berlaku adil, tapi kemudian dia merasa yakin umat tidak akan sanggup berlaku adil. Koq allah ragu2 seperti itu, tidak Maha Tahu ?)
    QS 52 : 20 " di Surga, Kami akan kawinkan mereka dengan bidadari2 yang cantik bermata jeli"
    (berarti hanya untuk KAUM PRIA YANG CABUL; untuk wanitanya tidak disediakan tempat.
    Inilah ayat DUSTA, supaya orang2 BODOH saat itu bersedia mati mengorbankan diri dalam peperangan/ perampokan, yang dipimpin sang nabi.
    Tapi anehnya setelah 14 abad masih saja ada orang2 BODOH. Mana mungkin disurga ada pelacuran/ tempat maksiat seperti itu? Didunia saja digrebek oleh FPI )
    ORANG YANG CABUL MANA MUNGKIN MASUK SURGA ? Jadi pastilah ayat ini BERDUSTA.
    Kesimpulannya : BUKAN ALLAH YANG SEJATI YANG BERFIRMAN

    Ayat dimana awloh mendukung nafsu bejad sang nabi
    Q33.50 : “ Hai Nabi ! Sebagai tambahan isteri-isterimu, gadis-gadis budak dan wanita wanita yang tertangkap, Kami jadikan sah bagimu dan bagi semua saudaramu dan juga setiap wanita yang mukmin jika ia menyerahkan diri padamu dan jika kau memang menginginkannya.

    12. Qs 2:54 “ Bunuhlah dirimu!”..... bertentangan dgn QS 4 :29 “ Jangan membunuh dirimu sendiri….”

    13. Dalam QS 2: 256 ‘’ Tidak ada paksaan dalam agama Islam … “ bertentangan dgn QS 4 : 74 & 91

    14. QS 2:116 Orang Kristen dianggap kafir , tetapi menurut Qs 3: 55 Orang Kristen diatas orang Kafir sampai akhir zaman

    15. Menurut Qs11: 42-43 Anak Nuh berenang ke gunung waktu air bah dan tenggelam , tetapi menurut QS 21:76 Nuh diselamatkan beserta keluarganya

    16. Menurut QS 2:219 Minum khamar adalah dosa besar, tetapi menurut Qs 83:25 di surga diberi minum khamar murni yang di lak
    bersambung

    BalasHapus
    Balasan
    1. FITNAH MISIONARIS TTG MANUSIA PERTAMA YANG MUSLIM

       
      Dalam tulisan ini, akan ane terangkan mengenai fitnah yang disebar di dunia maya terhadap Al Quran..

       

      Siapakah yg pertama kali menjadi Muslim? Muhammad (Qs.6:14,163) .

      Hal ini bertentangan dengan:

      Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Musa (Qs.7:143).

      Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Beberapa orang Mesir (Qs.26:51).

      Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim (Qs.2:127-133, Qs.3:67).

      Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Adam, yaitu manusia ciptaan pertama, yang menerima wahyu dari Allah Muslim (Qs.42:51).

      Sampai disini sudah ada 10 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 10 pertentangan.

       

      Jawab :

      Mari bersama-sama kita simak ayat2 yg ada, agar kita tahu betapa dustanya para misionaris Kristen ttg Al Quran.. tujuannya agar para muslim meragukan Al Quran, pada proses berikutnya para muslim akan digiring untuk masuk agama mereka..

      QS 6;14. Katakanlah: “Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik.”

      QS 6; 163. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”

      Apakah ada kalimat di atas yang menerangkan, bahwa Muhammad adalah manusia pertama sebagai muslim di muka dunia ini, mendahului Nabi Adam atau Ibrahim atau Musa..?!

      Ingatlah, KALIMAT DLM AYAT TERSEBUT DIUCAPKAN PADA UMAT BELIAU YANG HIDUP SAAT ITU, dan pada kenyataannya adalah beliau adalah manusia yang pertama kali beriman DI KALANGAN KAUMNYA dan umatnya yang disampaikan kalimat dalam ayat tersebut..?!

      bukankah beliau saat itu mengakui keberadaan Nabi Adam, Ibrahim, Musa dll, yang beliau akui bahwa mereka (para Nabi itu) adalah termasuk orang2 yang beriman sebelum beliau lahir dan mendapatkan wahyu..?!

      di mana logika ante semua saat memfitnah Al Quran..?!

      ingat baik-baik dengan akal yang sangat sehat wahai para pemfitnah Al Quran..!! bukankah saat itu beliau SAW juga mengakui ke-imanan para Nabi2 terdahulu..?!

      masuk akal ataukah tidakkah, saat itu beliau mengakui dirinya lebih dulu beriman dibanding Nabi2 sebelumnya yang beliau akui sendiri mendapatkan wahyu lebih dahulu sebelum beliau SAW mendapatkan wahyu..??!!

      mari kita kupas ayat yang diajukan para misionaris pemfitnah Al Quran di atas :

      Hapus
    2. QS 7;143. Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.” Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.” Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.”

      Apakah ada perkataan yang menyatakan bahwa Musa adalah manusia pertama di muka bumi ini yang beriman..?! yang ada dari maksud ucapan Musa tersebut adalah, DARI MANUSIA/KAUMNYA YANG HIDUP DI ZAMANNYA, BELIAU ADALAH ORANG YANG PPERTAMA BERIMAN .. BUKAN untuk orang2 yang hidup sebelum beliau.. jelas..??!!

      Kita kupas ayat berikutnya yang dipaparkan para misionaris Kristen untuk mendukung argumen mereka bahwa Al Quran kontradiksi.. katanya, yang pertama menjadi muslim adalah beberapa orang Mesir..

      26;51. sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman.”

      Mereka mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yg termasuk pertama masuk Islam di antara kaumnya saat itu.. karena mereka mengucapkan dalam konteks orang2 yg ada di antara mereka, BUKAN seluruh manusia sejak Adam sampai akhir..

      Mari kita simak ayat2 yang mereka ajukan selanjutnya..

      QS 2;
      127. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
      128. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
      129. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
      130. Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
      131. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.”

      Hapus
    3. 132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.”
      133. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

       
      Apakah Nabi Ibrahim mengaku dialah manusia muslim pertama di muka bumi ini..?! bukankah terbuka lebar saat ini kita untuk mengetahui bahwa para misonaris Kristen telah melakukan dusta, dengan cara menjelek2an Al Quran..?!

      Sekarang mari kita simak ayat berikutnya yg mereka ajukan..

      QS 3;67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

      Perkataan mana yang menunjukkan Ibrahim manusia beriman pertama kali di muka bumi ini..?! ahahaha.. tampaklah sudah dusta mereka terhadap Al Quran yang suci..

      Kita kupas lagi ayat berikutnya yang kata mereka tentang Nabi Adam..

      QS 42;51. Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

      Ayat terakhir tersebut, manakah yang mendukung adanya kontradiksi dalam Al Quran.. dan ayat tersebut juga tidak spesifik berbicara tentang Nabi Adam..

      sungguh biadab cara mereka memfitnah Al Quran yang mereka tuduhkan sebagai kitab yang kontradiksi.. kata mereka, Al Quran bukan wahyu Tuhan karena penuh kontradiksi..

      Coba lihat ayat2 diatas… Nabi Musa pertama org yg pertama masuk Islam dari kaumnya…sedangkan sebagian org2 Mesir yg masuk Islam mereka adalah orng2 yg pertama kali masuk Islam dari kaumnya… sedangkan Islam sudah ada sejak jaman Nabi Adam…

      Maka diantara seluruh manusia,nabi Adam adalah orang yg pertama kali masuk Islam…krn Nabi Adam adalah orang yg berserah diri (Islam) pd Alloh… Sedangkan manusia seperti Nabi Musa as dan yg lainnya, adalah orang2 yg masuk Islam pertama kali DI. ANTARA KAUMNYA…

      jadi pernyataan sangat dangkal dan bodoh manakala mengatakan Islam baru ada di jaman nabi Musa… dia berarti bodoh thdp AlQuran tetapi memaksa diri seolah2 mengerti AlQuran… tapi bagi kita yg tahu AlQuran,tampak sekali kebodohan itu…

      Dari pembahasan di atas, ternyata tidak ada kontradiksi sama sekali.. ternyata apa yang mereka sebarkan di dunia maya adalah FITNAH BELAKA..

      semoga tulisan ini bisa membendung fitnah mereka (para misonaris Kristen) terhadap Al Quran..

      https://almubayyin.wordpress.com/kristologi/fitnah-misionaris-ttg-manusia-pertama-yang-muslim/


      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
    4. NB: pembantu rumah tangga adalah merdeka TIDAK SAMA DENGAN budak.


      Ringkasan Pertanyaan
      Apakah ada riwayat yang menyatakan kehalalan menggauli para budak wanita?
      Pertanyaan
      Saya berharap Anda dapat memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan ini. Topik pertanyaan adalah tentang meminjamkan istri! Syaikh Thusi meriwayatkan dari Muhamad bin Abi Jafar yang ditanya, “Apakah kemaluan istri halal bagi saudara suami?” Imam As menjawab, “Iya (halal).” (Kitab al-Istibhsâr 3/136)
      Jawaban Global
      Tidak satu pun riwayat dalam literatur Islam, baik Syiah atau pun Sunni yang menyodorkan dalil kebolehan hubungan seksual seperti ini. Apa yang dijelaskan dalam pertanyaan di atas sama sekali tidak berkaitan dengan riwayat-riwayat yang disinggung.
      Yang disinggung dalam riwayat adalah pembahasan tentang kehalalan menggauli para budak wanita. Apakah hal ini dibolehkan menurut al-Qur'an? Apakah dibolehkan seorang pria menggauli seorang wanita yang telah muhrim baginya tanpa melalui proses akad atau kepemilikan (milk)? Dalam fikih Syiah, supaya budak wanita itu dapat digauli berbeda dengan wanita merdeka yang hanya dapat disenggama melalui akad,  terdapat beberapa cara yang akan disinggung nantinya.
      Seluruh riwayat sehubungan dengan menghalalkan budak wanita dan sangat jelas bahwa tiada seorang pun pria yang dapat menyerahkan istrinya atau budak wanitanya yang telah dijadikan sebagai istri kepada orang lain, atau pada masa seseorang selain pemilik sesuai dengan izin  pemilik dapat bersenggama dengan budak wanita tersebut, pemilik juga dapat menggauli budak wanita tersebut.
      Jawaban Detil
      Pertanyaan ini dapat dikaji dalam dua sisi:
      Pertama: Apa yang disebutkan dalam riwayat adalah pembahasan tentang kehalalan menggauli budak bahwa apakah hal demikian dibolehkan sesuai dengan ayat-ayat al-Qur'an? Apakah sah atau dibolehkan seorang pria menggauli seorang wanita yang telah muhrim baginya tanpa melalui proses akad atau kepemilikan (milk)?
      Lebih jelasnya dalam masalah budak wanita, apakah seorang pria dapat menggauli budak wanitanya tanpa proses akad nikah dan hanya karena semata-mata ia seorang budak dan halal digauli oleh orang lain, kemudian membolehkan ia dapat digauli oleh orang lain?
      Dengan memperhatikan sebuah ayat,  al-Qur'an membatasi pernikahan pada dua cara saja. Dalam hal ini, al-Qur'an menyatakan, "Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela." (Qs. Al-Mukminun [23]:6)
      Sesuai dengan ayat ini, terdapat dua cara untuk kehalalan menggauli wanita; pertama dengan proses akad nikah. Kedua "milk yamin" yaitu kebolehan menggauli budak wanita bagi pemiliknya.

      Hapus
    5. Adapun dalam fikih Syiah, supaya budak wanita itu dapat digauli, berbeda dengan wanita merdeka yang hanya dapat disenggama melalui akad,  terdapat beberapa cara yang disebutkan[1]  sebagai berikut:
      Pertama: Budak wanita tersebut dibeli oleh seorang pria, yang bersamaan dengan itu, budak tersebut menjadi kepunyaan pemilik dan menjadi bagian dari hartanya. Pemilik dapat menggauli dan bersenggama dengannya. Secara lahir ayat yang disebutkan menyokong dengan baik hal ini.
      Kedua: Pria lain selain pemilik dapat mengikat tali pernikahan dengan budak wanita tersebut dengan izin dan restu dari pemilik.
      Ketiga: Pemilik menghalalkan budak wanitanya kepada orang lain; artinya ia membolehkan seseorang untuk menggauli budak wanitanya, dan dalam hal ini orang yang telah dihalalkan baginya, dapat berhubungan badan dengan budak wanita tersebut.[2]
      Cara kedua dan ketiga merupakan keniscayaan cara pertama; artinya bilamana budak wanita dimiliki oleh seorang pemilik, ia memiliki hak untuk dapat berhubungan badan dengannya dan menyerahkan hak ini kepada orang lain (apakah itu izin dalam pernikahan atau penghalalan) berada dalam skop kepemilikan yang ditegaskan dalam al-Qur'an.
      Allamah Hilli dalam menjawab pertanyaan bahwa apakah hubungan badan dengan budak wanita dibolehkan bersamaan dengan penghalalan pemilik atau tidak?" Allamah Hilli berkata, "Dalam hal ini terdapat dua pendapat. Pertama, dibolehkan berhubungan badan dengan budak wanita dengan lafaz "boleh" dan "halal" yang dilakukan oleh pemilik untuk orang lain. Pendapat ini diterima oleh mayoritas ulama Syiah.[3]
      Pendapat kedua: Disandarkan pada sebagian kecil ulama Syiah dan pada ulama Sunni bahwa adanya penghalalan dari pemilik tidak serta merta melahirkan kebolehan berhubungan badan dengan budak wanita.
      Allamah Hilli menyodorkan beberapa dalil untuk menetapkan klaim ini. Ia berkata, "Dengan memperhatikan pada isyarat ayat, "milk yamin" dapat dikatakan bahwa sebagaimana "milk yamin" dapat direalisasikan pada a'yân (budak laki-laki [abd] dan budak perempuan [kaniz]) maka hal itu juga berlaku pada pemanfaat-pemanfaatan lainnya; artinya apabila menjadi pemilik, maka benda menjadi kepunyaan pemilik, manfaat-manfaat harta tersebut juga dipunyai oleh pemilik dan ia dapat menggunakan harta tersebut semaunya. Dalil ini bukan bersandar pada riwayat-riwayat Ahlulbait As yang memandang boleh menghalalkan budak wanita (kepada orang lain).
      Karena itu, masalah ini bahwa apakah mungkin, dengan penghalalan dari pemilik, seorang budak wanita dapat berhubungan badan dengan seorang pria selain pemilik telah menjadi obyek perdebatan.
       
      Kedua: Sisi kedua masalah ini kebanyakan bertautan dengan kesamaran (syubha) yang mengemuka dalam pertanyaan ini. Syubha tersebut adalah apakah pria Muslim dapat meminjamkan istrinya untuk digauli oleh saudaranya sesama Muslim? Tentu untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menyebutkan sisi pertama masalah dan riwayat-riwayat yang bertalian dengannya.

      Hapus
    6. Beberapa riwayat yang disebutkan dalam al-Istibshâr, karya Syaikh Thusi telah jelas.[4] Pertama adalah berhubungan dengan cara pernikahan para budak dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan istri merdeka. Kedua: Di antara hal yang pasti dalam Islam bahkan dalam bidang kemanusiaan wanita yang telah bersuami (terlepas apakah wanita merdeka atau budak wanita) tidak dapat berhubungan badan dengan orangl lain selama ia masih berstatus istri dan bersuamikan orang lain.
      Karena itu, tidak satu pun riwayat dalam Islam, baik Syiah atau Sunni, yang dapat dijumpai yang dapat dijadikan sebagai dalil atas hubungan badan ini. Apa yang telah disinggung dalam beberapa riwayat tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan pertanyaan yang diajukan.
      Kita tahu bahwa pada masa-masa awal kedatangan Islam terdapat budak-budak wanita yang dari sisi sosial dan finansial, tidak memiliki kemampuan untuk mengatur hidupnya dan boleh jadi sebagian di antara mereka bukanlah orang-orang Muslim, orang-orang ini berada dalam tanggungan orang-orang memikul tanggung jawab untuk mengatur dan mengurus mereka. Orang-orang yang memikul tanggung jawab ini boleh jadi pria atau wanita. Apabila pengurusan mereka berada di bawah seorang pria, sesuai dengan hukum-hukum yang ada, ia dapat memilih seorang budak wanita untuk dijadikan sebagai istrinya atau hubungan badan dengan budak wanita ini diserahkan kepada orang lain yang dalam hal ini ia tidak memiliki hak untuk bersenggama dengan budak wanita tersebut.
      Anggaplah, pemilik budak wanita ingin menyerahkan budaknya kepada orang lain supaya orang tersebtu dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan seksualnya melalui budak wanita tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa bentuk. Apakah pemilik budak menyerahkannya kepada pria tersebut yang dalam hal ini pria tersebut telah menjadi pemilik budak wanita itu dan dapat berhubungan badan dengannya. Ataukah ia tetap menjadikan budak wanita tersebut sebagai kepunyaannya namun menikahkannya dengna pria tersebut. Apabila proses akad telah berlangsung; ia memiliki hukum-hukum tersendiri dan akan menimbulkan keterbatasan-keterbatasan bagi budak wanita tersebut dalam melayani kebutuhan-kebutuhan tuannya.  Bentuk lainnya, pemilik, tetap memiliki budak tersebut, antara pria dan budak tersebut tidak terjalin akad pernikahan, namun pemilik hanya membolehkan dan menghalalkan pria itu berhubungan badan dengan budaknya dan sangat jelas bahwa pemilik tidak (lagi) memiliki hak untuk berhubungan badan dengan budak wanita tersebut.

      Hapus
    7. Riwayat-riwayat yang menyatakan, "Pemilik (tuan) dapat mengahalalkan budak wanitanya kepada saudaranya" seluruhnya dalam konteks ini bahwa pemilik, hubungan-hubungan badan dengan budak wanitanya, disebabkan oleh kemasalahatan tertentu misalnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan seksual dua belah pihak, menghalalkannya untuk saudara Muslimnya. Apakah dengan penghalalan pemilik, seseorang dapat bersenggama dengan budak tersebut atau hanya dapat dilakukan melalui proses akad nikah dengan budak tersebut?  Riwayat-riwayat yang menyatakan, dalam masalah budak wanita, sebatas yang dihalalkan oleh pemilik, telah mencukupi.
      Karena itu; seluruh riwayat dalam masalah ini terkait dengan penghalalan (tahlil) budak wanita  dan sangat jelas bahwa tiada seorang pun pria yang dapat menyerahkan istrinya atau budaknya yang telah dijadikan sebagai istri kepada orang lain, atau pada masa seseorang selain pemilik sesuai dengan izin  pemilik dapat bersenggama dengan budak wanita tersebut, pemilik juga dapat menggauli budak wanita tersebut.
      Akhir kata kami ingatkan bahwa apa yang disebutkan sehubungan dengan penghalalan budak wanita oleh pemilik bagi saudaranya seiman dalam kitab-kitab hadis Syiah, tidak terbatas pada kitab-kitab ini saja dan kitab-kitab hadis Sunni juga meriwayatkan hal yang serupa. Sebagai contoh, Ibnu Abi Syaibah yang merupakan ustadz bagi Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah, kesemuanya menukil hadis darinya dan  ulama besar Sunni lainnya menyebutkan riwayat-riwayat seperti ini dalam kitab al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah." Namun sebagiamana riwayat-riwayat yang berseberangan dengan makna ini disebutkan dalam kitab al-Istibshâr, Ibnu Abi Syaibah menyebutan riwayat-riwayat  yang berseberangan dengan penghalalan namun ia juga menyinggung riwayat tentang kebolehan penghalalan. Di antaranya dijelaskan melalui jalur Atha dan dalam nukilan lain dari Syu'ba bahwa dengan adanya penghalalan budak wanita, maka ia boleh digauli.[5] [iQuest]
       
      [1]. Hasan bin Yusuf Hilli, Tadzkirat al-Fuqâhah, Cetakan Klasik, hal. 643, Muassasah Alu al-Bait As, Qum, Tanpa Tahun.  
      [2]. Silahkan lihat, Muhammad bin Hasan Thusi, al-Mabsûth fi Fiqh al-Imâmiyah, jil. 4, hal. 246, al-Maktabat al-Murtadhawiyah, Teheran, 1387 H. Syaikh Thusi berkata, "
      و أما تحلیل الإنسان جاریته لغیره من غیر عقد مدة فهو جائز عند أکثر أصحابنا. و من أجازه اختلفوا:فمنهم من قال هو عقد، و التحلیل عبارة عنه، و منهم من قال هو تملیک منفعة مع بقاء الأصل.
      [3]. Hasan Yusuf Hilli, Ajwiba al-Masâil al-Mihnâiyyah, hal. 31, Cap Khayyam, Qum, 1401 H.
      [4]. Muhammad bin Hasan Thusi, al-Istibshâr fimakhtalaf min al-Akhbâr, jil. 3, hal. 136, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1390 H.  
      [5]. Abu Bakar Abdillah bin Muhammad, Abi Syaibah Kufi, al-Mushannaf fi al-Ahâdits wa al-Atsar, Hadis 17298 dan 17299, Software Maktabat al-Syamilah.
       

      http://www.islamquest.net/id/archive/question/fa21355


      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
    8. POLIGAMI DALAM PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU (REPOST)


      Pada posting sebelumnya saya berbicara tentang konsepsi poligami secara umum. Jelas di situ saya mengungkapkan bahwa konsep poligami tidak hanya ada di dalam ajaran Islam tetapi juga di dalam ajaran agama2 lain, termasuk yahudi, nasrani, hindu dan bahkan budha. Poligami bahkan telah menjadi bagian dari sistem sosial sejak jaman prasejarah.

      NAmun penjelasan saya yg sudah begitu jelasnya itu rupanya tidak menjadi halangan bagi sebagian orang utk tetap menjadikan isu poligami sebagai celah utk mendiskreditkan islam. Padahal sudah sangat jelas dikatakan bahwa Islam TIDAK menganjurkan poligami, islam bahkan membatasi poligami, sesuatu pembatasan yg tidak ada di kitab suci manapun selain Al Quran. Pembatasan tersebut tidak hanya dari jumlah dimana islam membatasi maksimal empat istri untuk setiap suami. Tetapi yg lebih penting lagi adalah pembatasan berupa syarat bagi suami utk mampu berbuat adil secara lahir dan bathin kepada semua istrinya dan kalau tidak mampu suami diperintahkan untuk memiliki seorang istri saja (Al Quran surah Annisa 3).

      Islam tidak secara total melarang poligami karena bagaimanapun di suatu tempat di dunia ini di suatu saat entah di masa lalu, masa kini ataupun masa mendatang, telah dan akan ada situasi dimana poligami perlu dilakukan. Seandainya Islam melarang total poligami, maka akan ada situasi dimana ketentuan Al Quran dirasa tidak pas dengan situasi dan kondisi yg real.

      Tapi karena memang sudah jadi niatan untuk mendiskreditkan Islam, maka penjelasan yg begitu logis itupun diabaikan. Yang disorot justru perilaku sejumlah oknum umat Islam yg melakukan poligami tanpa mengikuti ketentuan al quran. Sudah jelas kalau istri tidak setuju berarti sang istri merasa diperlakukan tidak adil, jadi kalau suami meneruskan niatnya berpoligami maka dia telah melanggar ketentuan berbuat adil sebagaimana tercantum dalam ayat al quran tersebut di atas. Makanya jangan heran kalau poligami macam begini banyak mendatangkan keburukan baik bagi suami ataupun istri. Namun utk situasi macam beginipun Islam memberikan solusi bagi sang istri: menggugat cerai, hak istri yg hanya ada di dalam Islam dan tidak pernah diberikan oleh agama lainnya.

      Nah, kepada mereka yg begitu ngototnya mencela poligami, khususnya bagi mereka yg beragama nasrani, saya ingin mengajak mereka untuk secara logis dan dgn fikiran jernih menelaah kembali alkitab utk memahami posisi poligami dalam ajaran nasrani. Metode yg akan saya pakai dalam pembahasan masalah ini adalah metode "SOLA SCRIPTURA", artinya saya menjelaskan ayat2 alkitab dgn ayat2 alkitab lainnya, bukan dgn penafsiran dari kalangan manapun juga dan bukan pula dgn standar moral dan etika buatan manusia masa kini.

      ----------------------------------------------------

      POLIGAMI DALAM KITAB2 PERJANJIAN LAMA

      1. Banyak nabi, raja dan orang pilihan Tuhan yg berpoligami

      Hapus
    9. Lamech, ayahanda Nuh, memiliki 2 istri: Adah dan Zillah. Abraham dianggap sebagai bapak dari tiga agama besar: yahudi, nasrani dan islam. Beliau memiliki tiga istri: Sarah, Hagar dan Keturah. Yakub, cucu Abraham, dipandang sebagai Bapak bangsa Israel. Yakub memiliki empat orang istri: Rachel, Leah, Bilhah, dan Zilpah. Saudaranya, Esau memiliki 5 orang istri, yakni Judith, Bashemath, Mahalath, Adah dan Aholibamah. Daud, Raja Israel yg memimpin bangsa Israel melepaskan diri dari penjajahan bangsa lain serta dianggap sebagai penerima kitab Mazmur dari Tuhan, memiliki 100 istri. Anaknya, raja Solomon bahkan memiliki 700 istri. Putra Solomon yg menjadi Raja di Jerusalem, Rehoboam, memiliki 18 istri (II Tawarikh 11:21). Baik Daud, Salomon maupun Rehoboam juga memiliki gundik yg jumlahnya bahkan lebih banyak dari jumlah istri2 mereka. Putra Rehoboam, Abijah yg menjadi permersatu bangsa israel paska perpecahan di zaman Rehoboam, memiliki 14 Istri. Lalu Musa, penulis Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan memiliki 2 istri, Zipporah dan seorang perempuan Ethiopia. Gideon memiliki banyak istri (Hakim2 8:30).

      Lebih banyak lagi figur orang pilihan Tuhan di dalam Kitab2 Perjanjian Lama yg diceritakan berpoligami. Bahkan boleh dikatakan figur2 yg berpoligami lebih banyak di dalam kitab2 tersebut dibandingkan jumlah figur2 yg bermonogami. Tidak ada figur yg diceritakan selibat alias membujang sampai mati.

      2. Tuhan sendiri menyetujui poligami

      Dalam 2 Samuel 12:8, Tuhan berkata kepada Daud: "Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu." JELAS TUHAN MENYETUJUI DAN BAHKAN BERPERAN DALAM POLIGAMI yg dilakukan Daud.

      Dalam Bilangan 12 diceritakan Harun dan Miriam menceritakan hal yg buruk tentang perkawinan Musa dgn istri keduanya seorang perempuan Ethiopia. Tuhan marah kepada keduanya dan bahkan menghukum Miriam dgn penyakit kusta yg dideritanya selama 7 hari. JELAS TUHAN MENDUKUNG POLIGAMI YG DILAKUKAN MUSA.

      Ulangan 21:15 menjelaskan aturan ttg hak anak2 dari istri2 yg dipoligami:
      "Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai, maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung."

      Ayat di atas berisi aturan untuk manusia biasa, bukan hanya para nabi, yg artinya Tuhan juga mengijinkan poligami pada manusia biasa.

      Hapus
    10. 3. Tuhan mengumpamakan dirinya berpoligami

      Dalam Perjanjian Lama, Tuhan beberapa kali membuat perumpamaan seolah2 Dia berpoligami. Dalam Yehzkiel 23, Tuhan mengumpamakan Samaria dan Jerusalem seperti 2 bersaudara Ohola dan Oholiba yg bersuamikan Tuhan sendiri. Dalam Yeremia 3, Tuhan mengumpamakan israel dan Yehuda seperti dua orang istri-Nya yg berkhianat kepada-Nya dgn berzinah.

      KAlau Tuhan mengumpamakan dirinya berpoligami, mana mungkin Tuhan menganggap poligami itu dosa?

      ----------------------------------------------------

      POLIGAMI DALAM KITAB2 PERJANJIAN BARU

      Yang pertama harus diingat adalah TIDAK SATU AYATPUN DALAM PERJANJIAN BARU YG MELARANG POLIGAMI. Secara serampangan para pemuka nasrani seringkali mengutip ayat2 berikut sebagai "bukti" larangan poligami padahal hal itu murni penafsiran mereka yg memang dari awal ingin mengharamkan poligami:

      1. Matius 19:5-6 "Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

      Ayat ini TIDAK mengatakan bahwa sesudah laki2 menjadi satu daging dgn istri pertamanya dia TIDAK BOLEH menjadi satu daging dgn istri2 yg lainnya. Dan sebenarnya, ayat ini berbicara ttg tidak bolehnya bercerai. Poligami justru dapat mencegah perceraian.

      2. Matius 19:9 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

      Ayat ini melarang Suami utk menceraikan istrinya lalu kawin lagi dgn perempuan lain. Namun ayat ini TIDAK MELARANG SUAMI UTK KAWIN DGN PEREMPUAN LAIN JIKA DIA TIDAK MENCERAIKAN ISTRINYA YG TERDAHULU alias poligami.

      Surat2 Paulus dalam I Timotius 3 juga sering digunakan sebagai dalil utk mengatakan bahwa poligami dilarang. Tentang hal ini, saya pertama kali harus mengatakan dulu bahwa Perkataan Paulus tidak bisa serta merta dianggap mewakili Yesus. Jadi apa2 yg dilarang atau dibolehkan oleh Paulus belum tentu memang dilarang atau dibolehkan oleh Yesus. Contoh konkritnya adalah pelarangan perempuan oleh Paulus untuk berbicara atau bertanya di dalam gereja (I Korinthian 7). Padahal Yesus membolehkan perempuan berbicara di dalam jemaatnya, misalnya kisah perempuan Kananite dalam Matius 15 dan perempuan Samaria dalam Yohanes 4. Jadi, kalaupun benar Paulus melarang poligami maka itu tidak bisa dijadikan dalil bahwa yesus pun melarang poligami.

      Sekarang mari kita lihat perkataan Paulus dalam I Timotius 3:2 dan 12

      "Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,"
      "Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik."

      Hapus
    11. Jelas dalam kedua ayat ini yg dilarang Paulus berpoligami adalah pimpinan jemaat, baik itu pendeta, uskup atau sejenisnya. Pelarangan ini BUKAN DITUJUKAN UNTUK UMAT NASRANI KEBANYAKAN. Kalau ada yg mengatakan bahwa pelarangan itu utk orang kebanyakan juga, maka ia pun harus menerima syarat2 yg lain sebagai syarat2 yg harus dipenuhi pula oleh orang kebanyakan: misalnya tak bercacat, apakah berarti orang cacat tidak boleh menjadi umat nasrani? Cakap mengajar orang, apakah orang yg tidak cakap mengajar tidak boleh menjadi umat nasrani?

      Dan alasannya pun bukan karena poligami itu dilarang Tuhan, tetapi karena dengan punya satu orang istri saja maka seorang pimpinan jemaat akan dapat lebih baik dalam melayani jemaatnya.

      I Timotius 3:13 "Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa."

      Nah, kalau di dalam Perjanjian Baru ternyata tidak ada ayat2 yg melarang poligami, lalu apakah ada ayat2 yg membolehkan poligami?

      1. Yesus Tidak Membatalkan Hukum yg Dibawa oleh Musa

      Dalam Matius 5:18-19 Yesus berkata:

      "Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga."

      Musa memperbolehkan poligami bahkan beliau sendiri berpoligami, di lain pihak Yesus menyatakan bahwa segala hukum yg dibawa Musa tetap berlaku. Artinya YESUS MEMPERBOLEHKAN POLIGAMI.

      2. Tuhan mengumpamakan dirinya berpoligami

      Sebagaimana dalam Perjanjian Lama, di dalam Perjanjian Barupun terdapat ayat dimana Tuhan mengumpamakan dirinya menjadi suami dari beberapa istri alias berpoligami.

      Matius 25:1-2 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana."

      KAlau Tuhan mengumpamakan dirinya berpoligami, maka pastilah Tuhan juga memperbolehkan poligami.

      3. Ujian dari Kaum Saduki

      Dalam Matius 22 diceritakan bahwa Kaum Saduki menguji Yesus dgn pertanyaan tentang ketentuan dimana seorang janda tanpa anak diwajibkan menikah dgn saudara dari mantan suaminya yg telah meninggal. Sedikitpun Yesus tidak mempermasalahkan apakah saudara dari suami yg telah meninggal tsb telah punya istri atau belum. Jika sang saudara telah menikah, maka berarti dengan menikahi janda dari adiknya dia telah berpoligami. Tapi dalam menanggapi hal ini, TIDAK SATU KATA PUN TERLONTAR DARI MULUT YESUS YG MELARANG HAL ITU!

      Hapus
    12. Jadi jelaslah sudah bahwa Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru SEDIKITPUN TIDAK MELARANG POLIGAMI. Pelarangan poligami dibuat oleh para pimpinan gereja yg hidup setelah meninggalnya Yesus dan para murid beliau. Hal ini terkait dgn sikap para pimpinan gereja saat itu yg memang negatip terhadap perkawinan baik monogami apalagi poligami.

      Origen (c185-254) terkenal dgn sikapnya yg anti perempuan dan anti seks. Pada umur 18 tahun dia mengebiri dirinya sendiri agar mencapai "kesempurnaan kristiani". Menurut Origen, perempuan lebih jelek daripada binatang dalam hal birahi karena menurutnya perempuan selalu dalam birahi. Karena itu dia menghendaki laki2 agar menjauhi hubungan seks dgn perempuan.
      St. Ambrose (c339-397), Bishop Milan, menganjurkan umat nasrani utk menghindari perkawinan, dan bagi yg terlanjur kawin dia melarang mereka utk berhubungan seks kecuali utk memperoleh keturunan. Karena itu bagi pasangan yg sudah tidak mungkin lagi memperoleh keturunan Ambrose melarang berhubungan seks.
      St. Jerome (c342-420), ahli injil terkenal sekaligus penterjemah injil berbahasa latin "vulgata" menganggap "kesenangan yg didapat dari hubungan perkawinan hanyalah utk menghindari sesuatu yg lebih buruk. Tapi nilai apa yg bisa diperoleh dari sesuatu yg dianggap baik hanya karena dapat menghindarkan sesuatu yg lebih buruk?". Satu2nya yg baik dari perkawinan menurut Jerome adalah karena perkawinan menghasilkan para perawan.
      St. John Chrysostom (c347-407), Bishop Constantinople, mengatakan bahwa secara umum perempuan itu lemah dan suka bertingkah tidak karuan. Menurutnya: "Tidak ada untungnya laki2 menikah, karena perempuan hanyalah musuh persahabatan, hukuman yg tak terhindarkan, si jahat yg kita perlukan, godaan alamiah, bahaya dalam rumah tangga, kenakalan yg nikmat, kekeliruan alam, yg semuanya dicat dgn warna yg indah?".
      St. Augustine (354-450), Bishop dari Hippo, melalui kenikmatan seksual lah dosa warisan diturunkan dari generasi ke generasi. Karena itu hubungan seks suami istri hanya dibolehkan dlm rangka mendapatkan keturunan.

      Namun sikap menolak poligami itu tidak sepenuhnya diikuti oleh seluruh umat nasrani masa itu maupun di masa sekarang. Sejumlah pemimpin Eropa di abad pertengahan yg sudah pasti beragama nasrani ternyata juga berpoligami. Hal ini diceritakan dalam buku "The History of Human Marriage" yg dikarang oleh Edward Wastermarck (hal. 50-51):

      Hapus
    13. Di pertengahan abad ke 6, Diarmat, Raja Irlandia, memiliki dua istri dan dua gundik. Poligini (beristri lebih dari satu) secara luas dilakukan oleh raja2 Merovingian. Charles The Great punya dua istri dan banyak gundik; dan dalam salah satu hukum yg dibuatnya secara tidak langsung menunjukkan bahwa poligini bukanlah hal yg tidak ada di kalangan pendeta. Pada masa2 berikutnya PHilip dari Hesse dan Frederick William II dari Prusia melakukan perkawinan bigami (beristri dua) dengan persetujuan Gereja Lutheran. Luther sendiri merestui bigami mereka begitu pula Melanchton. Dalam berbagai kesempatan Luther berbicara ttg poligini dgn penuh toleransi. Poligini tidak pernah dilarang oleh Tuhan; bahkan Abraham yg merupakan seorang nasrani yg sempurna memiliki dua istri (penterjemah: semestinya tiga). Benar bahwa Tuhan telah mengijinkan perkawinan semacam ini untuk orang2 pilihannya di dalam Perjanjian Lama dalam situasi tertentu, dan jika umat ada umat nasrani yg ingin mengikuti teladan mereka ini maka dia harus menunjukkan bahwa dia berada dalam situasi yg sama; tapi tidak diragukan lagi bahwa poligami lebih baik dari perceraian. Di tahun 1650, segera setelah ditandatanganinya Perjanjian Damai Westphalia, saat itu populasi sangat berkurang akibat perang yg berlangsung 30 tahun tersebut, maka Frankish Krestag di Nurenberg mengeuarkan peraturan yg mengijinkan setiap laki2 utntuk menikahi dua perempuan.

      Sekarangpun di kalangan nasrani terdapat pihak2 yg memperbolehkan poligami, di antaranya adalah para penganut Mormon serta para pengikut gerakan "christian polygamy", sebuah gerakan dari kalangan protestan yg mengaku mendasarkan gerakan mereka murni pada alkitab. Bahkan para misionaris nasrani dari denominasi besar tidak pernah menyuruh kepala2 dan penduduk biasa suku pedalaman yg beristri banyak utk menceraikan istri2 mereka setelah mereka menjadi nasrani, sebagaimana terjadi di Papua. Kalau mereka menganggap poligami itu dosa, mengapa mereka membiarkannya?

      Hapus
    14. PS. Saya lihat netter2 nasrani selalu menganggap diri mereka paling pintar dan suka membodoh-bodohkan netter muslim. Saya mau lihat, apakah kalian mampu menanggapi posting saya ini secara SOLA SCRIPTURA sebagaimana saya lakukan? Jangan cuma mengandalkan penafsiran yg tidak berdasarkan alkitab, apalagi memaksa saya menerima penafsiran tsb seolah2 penafsiran itulah yg pasti betul. Kalau tidak bisa, tidak perlu kalian bilang saya bodoh atau dungu dan sejenisnya. Orang juga tahu bahwa mereka yang suka menghujat seperti itu pada dasarnya berilmu cetek dan berwawasan sempit. Jadi maaf, saya tidak akan menanggapi balik komentar2 yg menghujat atau yg OOT karena saya anggap tidak satu level dgn saya. Salam!

      ----------------------------------------------------

      Referensi:

      Alkitab Terjemahan Baru, Lembaga Alkitab Indonesia

      Situs2 nasrani yg pro poligami:
      Situs www.truthbearer.org
      Situs www.bfree.org/
      Situs www.christianpolygamy.com/
      Situs www.biblicalpolygamy.com/

      http://myquran.or.id/forum/showthread.php/40178-POLIGAMI-DALAM-PERJANJIAN-LAMA-DAN-PERJANJIAN-BARU-(REPOST)



      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      The www.islam-guide.com

      NB:
      Poligami ala barat: https://health.idntimes.com/sex/mela/ini-10-negara-yang-memiliki-tingkat-perselingkuhan-tertinggi

      Hapus
    15. Kontroversi Qs Al-Ahzab Ayat 37

       

      QS Al-Ahzab ayat 37 :

      وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولا

      terjemahan:

      Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

      Seiring banyaknya fitnah yang dilontarkan oleh non-muslim maka kristolog.com merasa terpanggil untuk menjawab fitnah tersebut. Entah mereka hanya bermaksud menghujat, meracuni pikiran umat Islam, atau mereka benar-benar tidak mengetahui. Diluar dari segala alasan tersebut, adalah kewajiban kita sebagai umat Islam untuk meluruskan segala kesalah pahaman yang terjadi. Bismillahirrahmaanirrahiim…..

      Azbun Nuzul(sebab turunnya) QS Al-Ahzab ayat 37

      Hal ini berawal saat pernikahan Zaid dengan Zainab. Karena Rasullulah bangga kepada Zaid ibn Haritsah, maka beliau berfikir untuk menikahkannya dengan putri bibi beliau, Zainab bint jahsy. Zainab bint jahsy ibn riyab ibn Khuzaimah al-Asadi. Selain dikenal cantik, Zainab juga punya garis keturunan yang bagus. Zainab dikenal dermawan dan mengasihi kaum papa. (sumber: Thabaqat IBn Sa’d, jilid X, hal.98)

      Rasullulah berkeinginan untuk menghapus sekat pembeda kasta maupun status sosial. Berliau ingin bahwa seluruh umat Islam setara, tidak seperti tradisi lamanya, yang suka membangga-banggakan nasab dan keturunan. Rasul ingin menegaskan bahwa tidak ada yang membedakan sesama muslim kecuali tingkat ketakwaannya. (sumber : Asbabun Nuzul Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi. hal.232)

       Namun Zainab dan saudaranya, Abdullah ibn Jahsy kaget dengan tawaran Rasullulah, ingin menikahkan zaid dengan zainab. Zaid pun merasa tidak enak jikalau harus mempersunting zainab, karena zaid menganggap zainab adalah dari kalangan bangsawan yang tidak mungkin bersanding dengan budak. Zainab memandang dirinya sebagai seorang ningrat dengan garis keturunan yang bagus, dan tidak mungkin akan menikah dengan seorang budak belian bernama Zaid dan disejajarkan dengan istri Zaid yang pertama yang notabene adalah budak belian juga.

      Hapus
    16. Sampai-sampai zainab berkata : “Aku anak perempuan dari kalangan Bani Abd Syam. Bagaimana mungkin aku menikah dengan seorang budak ?!” (sumber : Asbabun Nuzul Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi. hal.232 )

      Zainab berandai-andai menikah dengan laki-laki yang sederajat. Hidup bahagai seperti wanita lain. karena itu Zainab menolak tawaran Rasullulah.

      Berkenaan dengan penolakan Zainab maka turunlah wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.

      Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada lagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah benar-benar sesat (QS Al-Ahzab ayat 36)

      Setelah ketetapan dari Allah, akhirnya mereka berdua menikah, mahligai rumah tangga pun mulai berjalan dengan baik, namun tetap saja zainab tidak bisa menerima keadaan ini, zainab tetap membanggakan garis keturunan ningratnya hingga melukai hati zaid.

      Berita ini pun sudah sampai kepada Rasullulah, Rasullulah merasa bertanggung jawab atas pernikahan zaid dan zainab, Rasul memberikan nasehat kepada zaid agar terus bersabar, dan memberikan nasihat kepada zainab untuk tidak melawan suami, apalagi menyakiti hatinya.

      Rasullulah menaruh harapan besar bahwa mudah-mudahan Allah SWT. Memberi mereka beruda keadaan yang terbaik yang diinginkan. (Sumber: Asbabun Nuzul Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi. hal.234)

      Perselisihan antara Zaid dan Zainab mencapai puncaknya, Zaid berkeinginan untuk menceraikan istrinya, namun Rasullulah menahannya hingga beliau bersabda :

      “Wahai Zaid, Tahanlah terus itrimu dan bertakwalah kepada Allah”

      Namun rumah tangga mereka seakan mustahil untuk dipertahankan, mereka sepertinya harus berpisah, Zaid pun pada akhirnya menceraikan Zainab. Setelah diceraikan zainab bisa kembali berharap, harapan yang tadinya kandas sekarang seakan tumbuh kembali. Karena tidak mampu diutarakan, maka zainab akhrinya menahan diri. Melihat kondisi zainab anak pamannya itu, Rasullulah merasa bertanggung jawab, karena beliau bersikeras ingin menikahkannya dengan Zaid. Maka, kemudian bahtera rumah tangga itu berakhir. Karena itu Rasul berfikir untuk menikahi zainab. Namun, beliau khawatir akan memicu fitnah, apa kata orang jika beliau diketahui menikah dengan mantan istri anak angkatnya. (sumber :  Asbabun Nuzul Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi. hal.235)

      Akhirnya Allah swt lah yang punya kuasa atas segala sesuatu. Hukum Allah harus Rasulullah jalankan saat turunnya wahyu :

      Hapus
    17. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (QS Al-Ahzab ayat 37)

      Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa :

      Ini adalah ketetapan Allah swt. Jadi aturannya dari perintah Allah langsung. Bukan seperti fitnah non-muslim.
      Allah menegaskan kembali seperti hukum pada ayat 4 bahwasanya ANAK ANGKAT TIDAK SAMA KEDUDUKANNYA DENGAN ANAK KANDUNG. Artinya diperbolehkan “mantan istri” anak angkat untuk dinikahi. Tolong dibaca dengan baik “mantan istri” bukan “istri”.
      Allah menegur Rasulullah agar mengindahkan ocehan orang banyak karena hanya Allah yang boleh ditakuti. Jadi Allah memerintahkan untuk segera menikahi Zainab setelah masa ‘iddahnya berakhir.
      وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولا

      wakana amrullahi maf ‘uwlaa (Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi).

      Oleh : Ustadzah Khairun Nisa


      https://kristolog.com/2016/02/19/kontroversi-qs-al-ahzab-ayat-37/

      www.keajaibanalquran.com
      www.miraclesofislam.com
      www.islam-guide.com

      Hapus
  9. samb. ttg Qr bukan wahyu Allah :
    17. Menurut QS 81:25 Alquran bukanlah perkataan setan , tetapi menurut Qs 72 :1-4 Jin2 ber- kata2 / berfirman didalam Quran surah Al Jin

    18. Menurut QS 5:90-91 & 2 : 219 minum khamar dilarang ; tetapi menurut Qs 37: 45 & 47 dan Qs 47 :15 di surga malah diberikan minum khamar, berarti di perbolehkan., bertentangan dengan ayat sebelumnya

    SELAIN ITU :
    a. Menurut Hadist ( 6: 558) dari Sahih Bukhari, menegaskan , bahwa Muhamad MELUPAKAN BANYAK AYAT2
    b. Menurut Sunaan ibn Majah ( 3: 1944 ) tercatat : ADA SEJUMLAH WAHYU YANG DIMAKAN KAMBING
    c. Hadist Sahih Muslim 2658 : Aisyah, bocah cilik yang dikawini muhamad, yang tidak tamat SMA saja MENGETAHUI/ MENGERTI bahwa awloh, yang selalu bersegera menurunkan “ firman” yang MENDUKUNG NAFSU SEX / NAFSU BEJAD muhamad, HANYALAH KARANGAN / CIPTAAN muhamad saja.
    d. Hadist Sahih Muslim bersumber dari Abu Huraira; Muhamad berkata : “ Mendekatlah dan berusahalah benar. KETAHUILAH BAHWA SETIAP ORANG DIANTARA KALIAN TIDAK AKAN SELAMAT KARENA AMALNYA .“ Para sahabat nya bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga kah engkau ? MUHAMAD MENJAWAB : “ TIDAK JUGA AKU, kecuali bila Allah melimpahi aku dengan rahmat dan karunia dari Nya, tapi WALAHUALAM”

    BalasHapus
  10. @ Akhwat, Ozi, Fuad, tonwsh

    TIDAK ADA BUKTI2 KEBENARAN ISLAM, BAIK QURAN MAUPUN NABINYA

    Hanya Muhamad yang mengakui dan membenarkan Quran, dan
    Hanya Quran yang mengakui dan membenarkan Muhamad.
    Jadi mereka ( Quran dan nabinya ) saling membenarkan sendiri .
    PIKIRLAH DENGAN AKAL WARAS, APAKAH INI SYAH ? APAKAH INI DAPAT DITERIMA OLEH AKAL WARAS ?
    HANYA ORANG2 YANG DIBUTAKAN IBLIS SAJA TIDAK MENYADARI HAL INI



    AYAT2 QURAN YANG NAMPAK JELAS SEKALI BUKAN FIRMAN ALLAH

    1. QS 1:6 . awloh berfirman : ". .tunjukilah kami jalan yang lurus", (awloh koq minta ditunjukkan jalan yang lurus ?! Minta kepada siapa? Banyak lagi ayat2 yang seperti itu.
    Ini PASTI BUKAN FIRMAN ALLAH, melainkan doa sang nabi dan umatnya yang belum terjawab sampai sekarang ! sebab sudah 1600 thn, masih minta-2 terus .)
    Seharusnya firman Allah sbb: "Inilah Jalan yang LURUS : Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, tidak ada seorangpun datang kepada (ALLAH) BAPA , kecuali melalui Aku ( YESUS ) " (sbgm tertulis di Alkitab, Yoh 14 : 6 )
    2. Begitu juga QS 1:5 awloh bersabda : "Hanya Engkaulah yang kami sembah…..”
    Comment : Bila ini firman Allah, dia menyembah Allah yang mana lagi ? Atau ini bukan firman Allah, tapi perkataan/ doa sang nabi.
    Terbuktilah dengan mudah, nyata dan jelas, bahwa claimnya : Allah yang mendikte kan semua ayat2, adalah DUSTA yang sangat NYATA dan KETERLALUAN

    3. QS 69: 40 : “ INNAHU LAQAULU RASULIN KARIM ” ; terjemahan yg BENAR adalah :
    INNAHU = Sesungguhnya ( Alquran itu ) ; LAQAULU = PERKATAAN ; RASULIN KARIM = rasul yang mulia . ( Idem di QS 81:19 )
    Jadi jelaslah , ayat ini BUKAN firman Allah , melainkan PERKATAAN MUHAMAD SENDIRI yang BERDUSTA dengan mengatas namakan Allah .
    Perhatikan ayat yg tidak lengkap ini, kata : Alquran saja ketinggalan disebut. Perlu ditambahkan oleh pengikutnya
    Tetapi dalam terjemahan Depag, sudah diplintir menjadi : “Sesungguhnya ( Alquran itu benar2 wahyu Allah yang diturunkan kepada ) rasul yang mulia”
    Lihatlah : TELAH DISISIPI TAMBAHAN KATA2 DALAM KURUNG, bila anda bisa dan mengerti bahasa Arab nya , arti kanlah dengan jujur ! Jangan menipu diri sendiri dan menipu orang lain.

    4. QS 4: 119-120 Syaitan berkata: “….aku ( syaitan ) BENAR2 AKAN MENYESATKAN mereka ( yg membaca al quran ) dan akan MEMBANGKITKAN ANGAN2 KOSONG pada mereka,….. ….. Syaitan itu memberikan janji2 kepada mereka dan MEMBANGKITKAN ANGAN2 KOSONG pada mereka, padahal syaitan itu TIDAK MENJANJIKAN kepada mereka selain dari TIPUAN belaka “
    (INI ADALAH PERKATAAN SYAITAN DIDALAM QURAN, BUKAN FIRMAN ALLAH )
    5. QS 72 : 1-15 dan 19 Isinya bukan firman Allah, sebagaimana klaim muhamad, melainkan Jin yang berbicara.
    Dalam ayat 11 dan 14 Jin berkata : diantara kami ada orang2 yang saleh. ( Padahal Jin tidak sama dengan orang, melainkan = iblis ) Jadi nyatalah bahwa Muhammad ber-DUSTA dengan mengatakan bahwa semua ayat Quran berasal dari Allah yang mendiktekan kepadanya
    6. Qs 43: 81 Sangat jelas sekali , adalah perkataan muhamad, BUKAN firman awloh ; berarti Muh. SERING BERDUSTA mengatas namakan Allah.
    7. Qs.29:56 Allah membahasakan dirinya “Aku”, tapi di ayat 57 dia membahasakan dirinya Kami , tidak stabil pikirannya
    Tuhan (sebagaimana di Alkitab) membahasakan diri Nya adalah Aku, bukan Kami.
    Bila dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan budaya Arab, demi penghormatan terhadap Allah ( katanya), berarti awloh adalah tuhannya orang Arab saja , bukan TUHAN Pencipta Alam Semesta, yang tidak terikat oleh budaya setempat. TUHAN Allah sejati akan memakai bahasa yang universal, berlaku untuk seluruh manusia didunia.
    8. QS 69:33 “Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Maha Besar “
    Bila itu firman Allah, seharusnya ayat itu seperti ini :” Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada KU “. Allah sejati tidak usah me-muji2 dirinya sendiri sbg maha besar.
    Kesimpulan: Ayat QS 69 :33 membuktikan , bahwa bukan Allah yang berfirman, melainkan sang nabi sendiri, yang meng atas namakan Allah

    bersambung

    BalasHapus
  11. Samb. ttg Qr bukan Firman Allah

    9. QS. 29 :62 awloh bersabda : ”…….Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu “.
    Ini juga idem, BUKAN firman Allah, tetapi nabi yang berbicara, mengatas namakan awloh. sebab dari kalimat firman diatas, jelas dan nyata bukan firman Allah , dan Allah yang sejati tidak perlu me-muji2 diri Nya sendiri. Buktikan saja bahwa ia benar2 Maha tahu !
    10. QS. 29: 36 Ayat ini juga sangat jelas dan nyata BUKAN firman Allah dan juga bukan perkataan Muhammad, melainkan perkataan nabi Syu’aib.

    11. QS.47 :7….. .. “Jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolong mu.”
    Comment :
    a. Allah koq minta2 tolong kepada manusia, berarti Dia tidak Maha Kuasa.
    b. Koq Allah ini hitung2-an dengan manusia, harus ditolong duluan, baru mau membalas menolong.
    Pemakaian kata ”Dia”, menunjukkan, bahwa yang berfirman BUKAN ALLAH, melainkan sang nabi sendiri. Berarti dia ber-DUSTA telah mengatakan semua ayat adalah firman Allah yang didiktekan kepadanya
    12. QS 4:84 …..Mudah2an Allah menolak….. Comment :
    -Berarti yang berfirman bukan Allah, melainkan Muhammad sendiri ; dia berdusta mengatakan, bahwa semua ayat didiktekan oleh Allah
    -Berarti Allah nya tidak Maha Kuasa, tidak sanggup memastikan, hanya berharap mudah2an

    13. QS 33:56 “Allah dan malaikat2Nya bershalawat untuk muhamad” ( Aneh ! )
    Arti Shalawat ( menurut catatan kaki no 1230-1231 dalam terjemahan Depag th 1978 ) :
    MEMOHON SUPAYA ALLAH memberi rahmat, kemuliaan, dan keselamatan untuk seseorang
    Comment: -awloh memohon kepada Allah mana lagi ?
    Berarti / Kesimpulan :
    - awloh BUKAN Allah, dan
    - muhamad banyak dosanya, sebab dia cabul, belum mendapat keselamatan , belum masuk surga

    14. QS 19:36 awloh bersabda : ”Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.”
    Claim muslim : ini adalah perkataan awloh, Jadi awloh masih memiliki Tuhan yang ada diatasnya. Tuhannya awloh sama dengan Tuhan mu

    15. QS 27:91 awloh bersabda : “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini ( Mekah ) …..”
    Tanggapan:
    a. Bila membaca ayat2 sebelumnya: Aku adalah = Allah, tapi bila membaca ayat2 selanjutnya, aku = muhamad, Aneh ! Koq awloh nya tidak stabil pikirannya, sering ber- ubah2 !
    b. Bila Aku=Allah, siapakah Tuhan negeri (Mekah ) ini ? yang memerintahkan allah muhamad untuk menyembahnya ?
    c. Bila aku= muhamad, berarti dia DUSTA lagi, bahwa tidak semua ayat didiktekan oleh Allah, melainkan dia sendiri yang berkata-kata.
    d. Jadi bagaimanapun Quran tetap nguawur, keliru, bukan berasal dari TUHAN Pencipta Alam Semesta
    e. Menurut Alkitab, Mzm 96:5 dan ( Ul. 6:14-15 ) : “ Sebab segala allah bangsa2 adalah hampa, tetapi TUHAN lah yang menjadikan langit ” ( TUHAN, Allah Israel = YAHWEH )
    f. Jadi kesimpulannya : allah muhamad adalah allah negeri Mekah ini, yang adalah : BERHALA = dewa bulan yang diam di Kaabah= allahnya orang Pagan / kafir Arab pra islam
    Dan banyak lagi ayat2 lain seperti itu, mis : QS 3: 32 & 132 ; QS 4: 1,9 13-14, 59,69& 80 ; QS 14 :1-2 ; QS 21: 108-112 ; QS 33 :1-4 ; QS 46 : 9 ; QS 66: 5-6 ; QS 96 : 1-17

    BalasHapus
  12. Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita
     

    "Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka." (Al Qur'an, 96:15-16)

    Ungkapan "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur'an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:

    Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi…(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)

    Buku tersebut juga mengatakan:

    Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang…(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)

    Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.

    Jelas bahwa ungkapan "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur'an sejak dulu.


    www.keajaibanalquran.com
    www.miraclesofislam.com
    www.islam-guide.com

    BalasHapus
  13. Firman Allah Swt.:
    {فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً}
    Maka pada hari ini Kami SELAMATKAN BADANMU supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu. (Yunus: 92)
    Ibnu Abbas dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf mengatakan bahwa sebagian kalangan Bani Israil merasa ragu dengan kematian Fir'aun. Maka Allah Swt. memerintahkan kepada laut agar mencampak­kan tubuh Fir'aun secara utuh tanpa roh dengan memakai baju besinya yang terkenal itu ke daratan yang tinggi agar mereka dapat mengecek kebenaran atas kematiannya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Maka pada hari ini Kami selamatkan Kamu (Yunus : 92) Maksudnya, Kami angkat kamu ke suatu dataran yang tinggi. yakni tubuhmu. (Yunus: 92)
    Menurut Mujahid, maknanya ialah jasadnya; sedangkan menurut Al-Hasan adalah jasad tanpa roh. Menurut Abdullah ibnu Syaddad yaitu keadaan tubuh yang utuh, yakni tidak ada yang sobek, agar mereka mengecek dan mengenalnya. Menurut Abu Sakhr berikut dengan baju besinya. Semua pendapat ini tidak ada pertentangan satu sama lainnya, melainkan saling melengkapi, seperti keterangan di atas.
    *******************
    Firman Allah Swt.:
    {لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً}
    supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu. (Yunus: 92)
    Yakni agar kamu dapat menjadi bukti bagi kaum Bani Israil bahwa kamu telah mati dan binasa; dan bahwa Allah, Dialah Yang Mahakuasa yang semua jiwa makhluk hidup berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat bertahan di hadapan kemurkaan-­Nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. karna kita tidak bisa memahami ayat hanya dengan kita potong di tengahnya tanpa melihat konten sebelumnya dan sesudahnya, kita harus memahami juga konten ayat sebelumnya dan sesudahnya.

      Hapus