Rabu, 17 Agustus 2011

Jumat, 29 Juli 2011

Data-data Sejarah tentang Penyaliban Yesus

Pada bagian sebelumnya kita telah melihat titik perbedaan dalam menerima fakta penyaliban Yesus. Ada yang menerima fakta demikian, namun berbeda dalam menafsirkan makna kematian Yesus di kayu salib, yakni sebagai batu sandungan bagi orang Yahudi, kebodohan bagi orang Yunani-Romawi, ataupun hikmat kekuatan Allah bagi orang Kristiani. Sementara `injil’ Barnabas dan Quran yang menjadi sumber referensi untuk film The Messiah mengklaim bahwa bukan Yesus-lah yang disalibkan, melainkan orang lain, yakni Yudas Iskariot. Mungkin saat ini kesimpulan masih kembali kepda keimanan Anda masing-masing, seperti halnya kontroversi siapakah yang sebenarnya akan dikorbankan oleh Abraham / Ibrahim: Ishak atau Ismail?

Tetapi syukurlah berkaitan dengan peristiwa penyaliban Yesus ini, ternyata ada sumber-sumber sejarah tertulis yang berasal dari “pihak ketiga” yang netral, bukan dari Kristen ataupun muslim, melainkan dari dunia sekuler dan tulisan orang Yahudi yang bukan pemeluk agama Kristen. Pendapat pihak ketiga demikian niscaya akan memberikan pencerahan bagi kita untuk melihat fakta manakah yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa penyaliban Yesus yang menimbulkan kontroversi ini.


Senin, 18 Juli 2011

10 ALASAN Untuk MEMPERCAYAI KEBANGKITAN KRISTUS

1. Hukuman Mati di Muka Umum Memastikan Kematian Yesus
2. Kubur Yesus Dijaga Ketat oleh Pemerintah
3. Sekalipun Dijaga, Kubur Yesus Ditemukan Kosong
4. Banyak Orang Mengklaim Bahwa Mereka Telah Melihat Dia Hidup
5. Rasul-Rasul- Nya Berubah secara Dramatis
6. Para Saksi Bersedia Mati untuk Keyakinan Mereka
7. Orang Yahudi yang Kristen Mengubah Hari Ibadahnya
8. Meski tidak Diharapkan Namun telah Diramalkan
9. Itulah Klimaks Yang Tepat untuk Kehidupan yang Menakjubkan
10. Itu Cocok dengan Pengalaman Mereka yang Percaya Kepada-Nya


1. HUKUMAN MATI DI MUKA UMUM MEMASTIKAN KEMATIAN YESUS


Selama perayaan Paskah Yahudi, Yesus digiring ke ruang pengadilan Romawi oleh orang banyak yang marah. Ketika Yesus berdiri di hadapan Pilatus, gubernur Yudea, para pemimpin agama mengajukan tuduhan terhadap-Nya karena Ia mengklaim diri sebagai Raja orang Yahudi. Kumpulan orang itu menginginkan kematian-Nya. Yesus dipukul, didera, dan dijatuhi hukuman mati di muka umum. Di suatu bukit di luar Yerusalem Dia disalibkan di antara 2 penjahat. Teman-teman- Nya yang patah hati dan musuh-musuh yang mencemooh-Nya menyaksikan kematian-Nya. Para serdadu Romawi diutus untuk menuntaskan hukuman itu karena hari Sabat hampir tiba. Untuk mempercepat kematian, mereka mematahkan kaki kedua penjahat. Tetapi ketika mereka mendekati Yesus, mereka tidak mematahkan kaki-Nya karena dari pengalaman mereka tahu bahwa Yesus sudah mati. Tetapi sebagai tindakan pencegahan akhir, mereka menusukkan tombak ke lambung-Nya. Dengan demikian Ia tidak akan menyusahkan mereka lagi.

Selasa, 28 Juni 2011

Sebuah Perbandingan dari Pendiri Dua Agama Terbesar di Dunia

oleh: Silas

Pendahuluan

Yesus mendirikan Kekristenan, Muhammad mendirikan Islam. Ini adalah dua agama terbesar di dunia dengan masing-masing sekitar 1,8 milyar dan 1,1 milyar anggota. Tak diragukan lagi, kedua tokoh tersebut telah mempengaruhi umat manusia dengan cara yang luar biasa. Sebagai pemimpin agama mereka mengemukakan banyak prinsip-prinsip untuk kehidupan.

Kedua agama ini mempunyai banyak kesamaan tertentu, namun sangat berbeda dalam aspek yang lain. Seperti apakah karakter dari pendirinya? Bagaimanakah mereka dibandingkan satu dengan yang lain? Apa yang dikatakan Alkitab dan Al-Quran mengenai Yesus? Apakah dorongan yang muncul akibat dari ajaran dan tindakan mereka kepada para pengikut mereka? Artikel ini menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan membandingkan dan membedakan beberapa dari tindakan dan ajaran mereka.


Catatan: Saya akan menggunakan Alkitab TB dari LAI sebagai sumber untuk perkataan dan tindakan Yesus. Saya akan mengutip dari Quran, biasanya terjemahan N.J. Dawood [2], dan Hadis Al Bukhari [3] dan Muslim [4], “Life of Muhammad” (Kehidupan Muhammad) [5] yang diterjemahkan oleh A. Guillaume dari "Sirat Rasulallah" karya Ibnu Ishaq, Sejarah Tabari [6], dan Sunan Abu Dawud [7]. Secara umum, Hadis Al Bukhari dan Muslim adalah perkataan dan perbuatan Muhammad, dan diakui sebagai yang paling orisinil (abash) oleh kesarjanaan Islam. "Sirat Rasulallah" oleh Ibnu Ishaq diterima sebagai biografi panjang yang terbaik tentang Muhammad, dan sejarah Tabari merupakan keterangan sejarah terbaik mengenai Muhammad dan jemaah Islam mula-mula.

-----------


Beberapa kata-kata terakhir dari masing-masing menjelang kematiannya


Rabu, 08 Juni 2011

Mengapa Menyelidiki KEBANGKITAN YESUS?

MENGAPA MENYELIDIKI PASKAH ? (KEBANGKITAN YESUS)

Bagaimana jika ada Tuhan ?

Bagaimana jika ada rencana ilahi bagi umat manusia?

Bagaimana jika jiwa atau roh seseorang ada untuk selamanya?

Bagaimana jika ada sorga dan neraka?

Bagaimana jika ultimatum Alkitab akan sorga dan neraka benar?

Bagaimana jika berkomitmen kepada Yesus merupakan satu-satunya jawaban untuk mencapai sorga?


Apabila semua ini benar, maka memahami dan menerima rencana Tuhan merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Lebih penting dari liburan berikutnya. Bahkan lebih penting daripada slip gaji berikutnya. Dan pilihan kita yang berkenaan dengan rencana itu akan mempengaruhi kita selamanya. Itu merupakan pilihan yang dapat membawa sukacita sejati di bumi ini. Pilihan yang dapat berarti “tak ada lagi penderitaan dan tak ada lagi air mata” selamanya, Atau pilihan yang akan membawa pada kengerian abadi.

Akankah Tuhan mengharapkan kita menerima rencana-Nya berdasarkan iman ? Ya dan tidak, karena sejarah tak akan pernah dapat “terbukti”. Sebaliknya, bukti merupakan satu-satunya dasar untuk memverifikasi fakta sejarah. Apakah ada bukti untuk kebangkitan Yesus ? Tentu saja. Ada jauh lebih banyak bukti untuk kebangkitan Yesus daripada untuk peristiwa lain apapun dalam sejarah dunia.


Selasa, 31 Mei 2011

Apakah Yesus itu Allah?

YESUS KOMPLEKS:

Pernahkan Anda bertemu dengan seseorang yang punya magnet personal begitu besar, sehingga dia selalu jadi pusat perhatian? Mungkin karena kepribadiannya atau kepintarannya – tapi ada sesuatu dari dia yang mempesona. Itulah yang terjadi dua ribu tahun lalu terhadap Yesus Kristus.

Keagungan Yesus sangat jelas bagi mereka yang melihat dan mendengar-Nya. Tapi, ketika hampir seluruh orang besar pelan-pelan hilang dalam buku-buku sejarah, Yesus dari Nazareth tetap jadi fokus kontroversi di banyak buku dan media. Dan sebagian besar kontroversi berada disekitar klaim radikal Yesus mengenai dirinya sendiri.

Sebagai tukang kayu dari sebuah desa di Galilea di Israel, Yesus mengklaim djrinya, jika benar, memberikan implikasi besar terhadap hidup kita. Menurut Yesus, Anda dan saya istimewa, bagian dari rencana besar kosmis dan Dia adalah pusat dari semuanya. Klaim ini dan yang lain semacamnya mengagetkan mereka yang mendengarnya.

Klaim tersebut membuat banyak orang marah saat itu, Yesuslah yang menyebabkan Dia dipandang sebagai pengacau oleh penguasa Romawi dan Yahudi. Kendati Dia adalah orang luar yang tidak punya kredensial atau basis politik, dalam waktu tiga tahun, Yesus mengubah dunia selama dua puluh abad terakhir ini. Pemimpin moral dan agama lain meninggalkan dampak – tapi tidak seperti tukang kayu yang tidak dikenal dari Nazareth?? Ada apa tentang Yesus Kristus yang membuatnya berbeda? Apakah dia hanya seorang besar atau sesuatu yang lebih?


Minggu, 29 Mei 2011

Siapakah Yesus, Menurut Yesus Sendiri?

Bacabacaquran.com – Sekarang ini tampaknya ada banyak “varitas” sosok Yesus yang dianut orang disepanjang sejarah manusia. Ada sebutan Yesus Elohim, Yesus Manusia, Yesus Anak, Yesus Mesias. Ada julukan Yesus Setengah Elohim-Setengah Manusia, ada Guru Moral Teladan, Yesus Malaikat Ciptaan Pertama, Almasih Putra Maryam, sosok Terkemuka Didunia dan Diakhirat, atau sosok Kalimatullah, Rohullah yang tidak dijabarkan lebih lanjut dst. Ada yang mengatakan Yesus itu Jin, atau yang kerasukan Jin, seorang Penipu ulung. Novel Kode Da Vinci malahan menyimpulkan Yesus adalah tokoh besar yang ke-Tuhan-annya diciptakan oleh gereja-gereja abad ke empat. Bahkan ada yang mengklaim Yesus tidak pernah ada (Ketua Ateis Amerika, Ellen Johnson). Tampaknya terdapat banyak perselisihan persepsi dan pendapat mengenai Sosok yang satu ini. Tak terhindarkan, ada banyak “yesus-yesus” yang bukan Yesus hakiki menurut kesaksian Yesus sendiri, yang salah satunya yang paling menonjol ialah sosok ISA. Namun dibalik semuanya, kepelbagaian “varitas” ini sesungguhnya bukanlah hal yang mutlak jelek, sebab fakta ini justru berkaitan dengan peneguhan kebenaran sosok Yesus, dan sekaligus Alkitab, dimana salah satu nubuat Injil digenapi secara menakjubkan!

Pertama, bukankah juga terdapat banyak sekali perbantahan manusia tentang siapa Allah atau Tuhan yang sejati? Ini menegaskan bahwa jikalau kita membicarakan sebuah sosok dari “alam luar”, maka perbantahan dikalangan manusiapun tidak akan terhindarkan.

Rabu, 18 Mei 2011

Adakah Yesus pernah berkata: “Akulah Allah, Sembahlah Aku”?

Menjawab: Adakah Yesus pernah berkata “Akulah Allah, Sembahlah Aku”?

TUDUHAN: Yesus bukan Tuhan! Adakah sepatah kata yesus menyebutkan dengan frase sederhana kata “Akulah Allah, sembahlah aku”?

JAWAB : Terus terang, tuntutan para skeptis ini sungguh merupakan lelucon tersendiri. Tahukah para skeptis bahwa orang Yahudi dikala itu selalu tahu bahwa yang dinamai Tuhan itu hanya jikalau Ia disembah. Dan apa atau siapa yang disembah sujud, itulah (dianggap) Tuhan!

Itu adalah definisi sejak manusia berhubungan dengan Tuhan. Itu bukan berita khusus bagi kaum Yahudi. Tuhan disembah bukan karena Dia yang pertama-tama menuntut, melainkan akibat dari kedasyatan kuasa dan kemuliaanNya, yang menggetarkan hati manusia, maka Ia dipercayai, diakui, diandalkan, ditakuti dan dihormati dalam hidup dan sesembahan kita.

Berikut perkataan atau ucapan langsung dari Tuhan Yesus kepada Rasul-Nya, Yohanes anak Zebedeus, yang menyatakan Yesus mengakui Diri-Nya adalah ALLAH, sbb:

Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.


Selasa, 27 Juli 2010

ALKITAB 1: APAKAH AL-QURAN TIDAK MEMILIKI KESALAHAN?

ALKITAB 1
APAKAH AL-QURAN TIDAK MEMILIKI KESALAHAN?

TANTANGAN : Orang-orang Muslim tidak mau menghafalkan atau membaca Alkitab, karena mereka percaya bahwa kitab-kitab di dalam Alkitab sudah dipalsukan. Mengenai Al-Quran, mereka menghafalkan dan sering membacanya, karena mereka yakin bahwa kitab itu tidak dipalsukan, dan tidak memiliki kesalahan. Karena itu orang-orang Muslim mengajak orang-orang Kristen untuk tidak lagi percaya kepada Alkitab, dan hanya percaya kepada Al-Quran. Bisakah seorang Kristen menerima undangan ini? Apakah Al-Quran benar-benar tidak memiliki kesalahan?

JAWABAN: Banyak orang Muslin percaya bahwa Allah menurunkan Al-Quran dari surga kepada Muhammad. Tidak sedikit pula yang berpikir bahwa Al-Quran diberikan kepada Muhammad oleh seorang malaikat dalam bentuk satu buku yang lengkap. Mereka yakin bahwa Al-Quran tidak akan bisa diselewengkan, karena Allah yang membuatnya menjadi tidak memiliki kesalahan dan karena itu tidak akan bisa dicemarkan.

ALKITAB 2: APAKAH ALKITAB SUDAH DIPALSUKAN?

ALKITAB 2
APAKAH ALKITAB SUDAH DIPALSUKAN?

TANTANGAN : Al-Quran mengajarkan bahwa Musa menerima Taurat dari Allah, dan bahwa kepada Daud diberikan Mazmur (Zabur), dan bahwa Kristus diberitakan di dalam Injil. Akan tetapi, orang-orang Muslim tidak mau menerima kitab-kitab itu, yang saat ini semuanya tercantum di dalam Alkitab. Mereka mengatakan bahwa orang-orang Yahudi memalsukan Taurat dan Zabur, dan orang-orang Kristen memalsukan Injil. Karena itu, dikatakan bahwa di dalam Alkitab kita tidak bisa lagi menemukan pernyataan yang asli dari kehendak Allah.

Orang-orang Muslim mendasarkan padangannya kepada pernyataan di dalam Al-Quran, yang mereka terima sebagai firman Allah yang benar dan yang tidak mengalami perubahan. Di sana orang akan menemukan tuduhan terhadap “Para Ahli Kitab” (orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen), yang mengatakan bahwa orang-orang itu sudah memalsukan firman Allah. Dalam mempelajari pernyataan di dalam Al-Quran itu, orang bisa melihat ada tiga jenis tuduhan. Kita akan memperhatikan masing-masing tuduhan ini dengan melihat ayat yang mengatakannya di dalam Al-Quran:

ALKITAB 3: APAKAH MUSA MENUBUATKAN TENTANG KEDATANGAN MUHAMMAD?

ALKITAB 3
APAKAH MUSA MENUBUATKAN TENTANG KEDATANGAN MUHAMMAD?

TANTANGAN:
Orang-orang Muslim percaya kepada Al-Quran, tetapi tidak percaya kepada Alkitab, karena mereka percaya bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen sudah memalsukan Alkitab dari kebenaran asalnya.

Namun mereka membuat pengecualian. Al-Quran mengajarkan bahwa Muhammad sudah dinubuatkan di dalam Alkitab: ... Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa..... (Yaitu) mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Inji...” (Surat al-A'raf 7:156-157; bandingkan dengan Sura al-Saff 61:6).

Jumat, 16 Juli 2010

ALKITAB 4: MENGAPA ANDA BISA PERCAYA KEPADA ALKITAB?

ALKITAB 4
MENGAPA ANDA BISA PERCAYA KEPADA ALKITAB?

TANTANGAN: Banyak orang Muslim tidak pernah memegang Al-Quran di tangan mereka sendiri, entah karena mereka hidup di negara yang Islam-nya hanya di permukaan saja, mereka ada di lingkungan yang liberal, atau karena mereka hidup di daerah yang miskin. Orang-orang Muslim yang lain ada juga yang sudah meninggalkan Islam dan Al-Quran serta sedang mencari kebenaran. Juga, ada orang-orang Muslim lainnya yang sudah memahami dari dalam Al-Quran sendiri bahwa Injil tidak dipalsukan. Orang-orang Muslim yang demikian, sebagaimana banyak orang lain juga, mulai bertanya di dalam hati mereka: Mengapa saya harus melihat ke dalam Injil? Bisakah saya percaya kepada Injil? Apa yang dikatakan Injil tentang dirinya sendiri? Apakah di dalamnya ada bukti-bukti bahwa ia bisa dipercaya?

Senin, 12 Juli 2010

ALKITAB 5: MENGAPA KAUM MUSLIM TIDAK PERCAYA KEPADA ALKITAB?

ALKITAB 5
MENGAPA KAUM MUSLIM TIDAK PERCAYA KEPADA ALKITAB?

TANTANGAN: Tidak sedikit orang Muslim yang meninggalkan Islam dan kemudian menjadi Kristen. Namun bagi mereka cobaan terbesarnya seringkali berupa godaan untuk kembali kepada Islam dan meninggalkan kepercayaan mereka kepada Injil. Sangat penting untuk memberikan argumentasi dan alasan kepada orang-orang Kristen itu mengapa mereka tidak perly kembali percaya kepada Al-Quran. Apakah ada alasan-alasan yang demikian yang akan menolong para mantan Muslim untuk tidak menjadi Muslim lagi? Bisakah argumentasi yang demikian ditemukan di dalam Al-Quran sendiri?

JAWABAN: Ya, ada banyak alasan dan argumentasi yang demikian. Semuanya akan muncul bagi kita ketika berusaha untuk mencari alasan mengapa sebenarnya orang-orang Muslim tidak percaya kepada Alkitab. Alasan yang paling utama terletak kepada kenyataan bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara Alkitab dengan Al-Quran. Karena orang-orang Muslim memulai dengan anggapan bahwa semua kitab yang diturunkan oleh Allah adalah cuplikan dari sebuah kitab yang sangat kuno yang ada di surga, maka mereka tidak bisa menerima kalau ada perbedaan besar antara Taurat, Mazmur, Injil dan Al-Quran. Namun dalam kenyataannya, keempat kitab itu menunjukkan adanya perbedaan yang cukup mencolok antara satu dengan yang lainnya.

Sabtu, 12 Juni 2010

Salib 1: SIAPAKAH YANG AKAN MASUK NERAKA?

SALIB 1
SIAPAKAH YANG AKAN MASUK NERAKA?

TANTANGAN: Orang-orang Muslim yang religius menolak kesaksian Injil, yang mengatakan bahwa Kristus mati bagi dosa-dosa kita, karena mereka mengatakan bahwa penyaliban Kristus itu hanyalah khayalan semata dan hasil dari pemalsuan orang-orang Kristen terhadap Injil. Mereka percaya kepada Al-Quran yang mengatakan bahwa Kristus tidak dibunuh dan tidak disalibkan, dan bahwa tidak mungkin ada manusia yang terbebani oleh kesalahan bisa memikul beban orang-orang lain. Karena itu orang-orang Muslim mengundang orang-orang Kristen, dalam kerangka keselamatan dari neraka, untuk tidak lagi percaya kepada kematian Kristus sebagai pengganti atas dosa-dosa mereka. Kemudian, mereka mengajak orang-orang Kristen untuk melakukan perbuatan baik yang dijelaskan di dalam Al-Quran dan Islam, yang dipercaya sebagai satu-satunya cara yang mampu untuk menghapus perbuatan jahat pada Hari Penghakiman. Hanya ini cara untuk bisa diselamatkan dari neraka dan masuk ke surga. –Bisakah orang Kristen mengikuti ajakan ini? Apakah perbuatan baik memang menjamin adanya keselamatan dari neraka?

Rabu, 02 Juni 2010

Salib 2: APAKAH KRISTUS DISALIBKAN?

SALIB 2
APAKAH KRISTUS DISALIBKAN?

TANTANGAN: Orang-orang Muslim radikal menolak penyaliban Kristus. Orang-orang Kristen, sesuai dengan ajaran Injil, bersaksi bahwa Kristus mengalami penolakan yang sangat kuat dari seteru-seteru Yahudi-Nya, dan bahkan karena dengki, mereka menyerahkan Yesus kepada penguasa Romawi di Yerusalem, serta meminta agar Ia dihukum mati. Tentara Romawi kemudian menyiksa Dia, dan selanjutnya menyalibkan Dia di kayu salib. Di sana Ia mati dalam kesengsaraan yang sangat dahsyat, bersama-sama dengan dua orang hukuman. Orang-orang Romawi membunuh Dia.

Di dalam Injil Kristus kita bisa menemukan penjelasan yang lebih terperinci mengenai peristiwa itu, yang memuncak dalam sebuah pernyataan, “Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. . . . Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia --supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” (Yohanes 19:16-18 dan 28-30). Dari kesaksian Rasul Yohanes ini sangat jelas terbukti bahwa memang Yesus disalibkan, dan bahwa Ia mati dalam kesengsaraan di kayu salib. Ia memang sungguh-sungguh dibunuh. Peristiwa itu juga disaksikan oleh empat saksi Kristus yang berbeda.

Minggu, 04 April 2010

Salib 3: BAGAIMANAKAH ANAK ABRAHAM DITEBUS?

SALIB 3
BAGAIMANAKAH ANAK ABRAHAM DITEBUS?

TANTANGAN: Orang-orang Muslim menerima ajaran Al-Quran, yang mengatakan bahwa manusia bisa diselamatkan dari neraka dan mendapatkan surga dengan melakukan perbuatan baik. Inilah sebabnya mereka menolak keyakinan Kristen akan penebusan dosa atau melalui kematian Kristus sebagai pengganti di kayu salib. Menurut iman ini, manusia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri melalui perbuatan baik. Namun, keselamatan hanya bisa terjadi melalui adanya pihak ketiga, yang sebagai pengganti menanggung hukuman atas dosa-dosa kita. Benarkah memang tidak ada sama sekali jejak penebusan melalui kematian pengganti dari pihak lain yang bisa ditemukan di dalam Al-Quran? Haruskah orang Muslim, dengan demikian, secara penuh menolak iman penebusan melalui kematian Kristus sebagai pengganti bagi kita di kayu salib?

JAWABAN: Secara sepintas memang nampak demikian, karena Al-Quran (Surat an-Nisa' 4:157) mengatakan bahwa Kristus tidaklah dibunuh ataupun disalibkan, karena Ia sama sekali tidak mati. Justru, Allah dikatakan sudah menyelamatkan Dia dari musuh-musuhnya, yang berniat untuk membunuh-Nya. Bukannya mati dan bangkit dari kematian, Ia dikatakan diangkat langsung ke surga (Surat an-Nisa' 4:158), dimana Ia, menurut tradisi Islam (Hadits), hidup saat ini sampai hari kedatangan-Nya yang kedua kali. Lebih lagi, menurut Al-Quran, bahkan kalaupun Kristus mati, kematian-Nya tidak bisa menjadi pengganti menanggung hukuman yang seharusnya dipikul manusia, karena, secara jelas Al-Quran mengajarkan, tidak ada manusia yang dibebani oleh dosa yang bisa memikul beban dosa orang lain ( Surat al-An'am
6:164, al-Isra' 17:15; Fatir 35:18; al-Zumar 39:7 and an-Najm 53:38)

Rabu, 03 Februari 2010

Salib 4: MENGAPA YESUS MATI BAGI DOSA-DOSA ANDA?

SALIB 4: MENGAPA YESUS MATI BAGI DOSA-DOSA ANDA?

TANTANGAN: Beberapa orang Muslim sudah meninggalkan Islam dan Al-Quran dan sedang mencari kebenaran. Beberapa orang Muslim lain sudah memahami dari Al-Quran sendiri bahwa Kristus memang sungguh-sungguh disalibkan. Orang-orang Muslim itu kemudian bertanya: Mengapa Yesus mati di kayu salib? Apakah kematian-Nya ada hubungannya dengan diri saya? Apa yang dikatakan Alkitab mengenai kematian Kristus sebagai korban pengganti? Apakah ada penjelasan bahwa kematian Kristus bukanlah sia-sia, dan justru memiliki kepentingan yang sangat besar?

JAWABAN: Versi tersingkat dari Injil adalah “Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci.” (1 Korintus 15:3). Mengapa Ia mati bagi dosa-dosa kita? Ia mati untuk menanggung penghukuman atas dosa-dosa kita, untuk membebaskan kita dari kesalahan kita di hadapan Allah, untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa, untuk membasuhkan kita dari segala dosa kita, untuk membangkitkan kita dari kematian dan memberikan kehidupan yang baru kepada kita. Ia juga mati sebagai pendamaian atas dosa-dosa kita. Penjelasan inilah yang menjadi alasan kematian Yesus yang diangkat dari Taurat Musa. Hal itu juga menjadi kesimpulan dari banyak aspek di dalam kematian Kristus.

Kamis, 10 Desember 2009

Salib 5: MENGAPA AL-QURAN MENYANGKAL SALIB?

SALIB 5: MENGAPA AL-QURAN MENYANGKAL SALIB?

TANTANGAN: Tidak sedikit orang Musllim sudah meninggalkan Islam dan hari ini mengikut Yesus Kristus. Namun, kadangkala muncul situasi, dimana mereka tergoda untuk kembali kepada Islam. Apakah mungkin untuk menyiapkan para petobat baru itu untuk menghadapi situasi yang demikian? Apakah ada argumen yang bisa menolong seorang mantan Muslim agar tidak pernah lagi percaya kepada penyangkalan Al-Quran terhadap penyaliban Kristus?

JAWAB: Ya, ada beberapa argumentasi yang demikian. Sebagaimana diketahui, Al-Quran mengatakan bahwa Kristus tidak disalibkan, tetapi dibuat sehingga di depan orang-orang Yahudi seolah-olah mereka memang sudah menyalibkan Kristus yang sebenarnya. Dan (terkutuklah mereka, orang Yahudi) karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat 'Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surat al-Nisa' 4:157-158).

Selasa, 17 November 2009

TRITUNGGAL 1: MENGAPA MUHAMMAD DAN BUKAN KRISTUS?

TRITUNGGAL 1: MENGAPA MUHAMMAD DAN BUKAN KRISTUS?

TANTANGAN: Orang-orang Muslim percaya bahwa Allah bukanlah Bapa, atau Anak, atau Roh Kudus. Jadi, mereka menolak kesaksian Injil tentang pernyataan langsung dari Allah sendiri, yang dinyatakan di dalam Yesus Kristus. Namun, mereka menerima kesaksian Muhammad tentang pernyataan yang tidak langsung dari Allah, sebagaimana yang dicatat di dalam Al-Quran. Berita dari Muhammad di dalam Al-Quran mereka terima sebagai kebenaran, tetapi berita dari Yesus melalui Injil dianggap sebagai hasil pemalsuan dari orang-orang Kristen. Karena itu orang-orang Muslim mengajak orang-orang Kristen untuk tidak lagi mengikuti Kristus yang ada di dalam Injil, tetapi mengikuti Al-Quran dari Muhammad. Bisakah orang Kristen menerima ajakan yang demikian? Haruskah seseorang mengikuti Al-Quran dari Muhammad dan bukan Kristus?

JAWABAN: Kalau kita hanya membatasi diri untuk melihat hanya kepada Al-Quran saja, dan membandingkan apa yang dikatakan oleh kitab suci orang Islam ini tentang Kristus, dan apa yang dikatakannya tentang Muhammad, kita akan terkejut. Dalam hampir semua pernyataan yang penting di dalam Al-Quran, Kristus disebutkan selalu jauh lebih unggul dibandingkan Muhammad:

Sabtu, 10 Oktober 2009

TRITUNGGAL 2: APAKAH KE-TRITUNGGALAN ALLAH ADALAH DUSTA?

TRITUNGGAL 2: APAKAH KE-TRITUNGGALAN ALLAH ADALAH DUSTA?

TANTANGAN: Orang-orang Kristen percaya bahwa Allah adalah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Atas dasar Al-Quran, orang-orang Muslim dengan keras menolak keyakinan Allah Tritunggal di dalam Injil. Apakah Ke-Tritunggalan Bapa, Putera dan Roh Kudus merupakan suatu dusta? Apakah Al-Quran menolak ke-Tritunggalan Allah dalam pemahaman Kristiani?

JAWABAN: Di dalam Al-Quran ada lebih dari 30 bagian yang nampaknya menolak keyakinan Kristen akan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Semuanya itu bisa digolongkan dalam 13 pernyataan. Namun, tidak satupun dari pernyataan itu, yang secara tepat menyentuh keyakinan Kristen mengenai Allah Tritunggal:
1. Manusia tidak diijinkan untuk menyekutukan makhluk lain dengan Allah: Tuduhan menyekutukan atau menggabungkan makhluk lain dengan Allah (syirik) sering nampak di dalam Al-Quran, sebagai contoh: “…maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya)!” (Q.S 23:92). Ini menjelaskan tentang manusia yang mengambil suatu makhluk dan kemudian menyembahnya di samping Allah. Orang-orang Kristen dengan tegas menolak melakukan hal yang demikian. Putera dan Roh Kudus bukanlah tuhan-tuhan tambahan di samping Bapa, tetapi adalah satu dengan Dia.
2. Tidak ada manusia yang menjadi tuhan selain Allah: “Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, .... …” (Surat al-Anbiya' 21:29) Orang-orang Kristen juga percaya demikian. Tidak ada manusia atau malaikat yang bisa mengatakan, “Aku adalah Allah,” karena mereka semua hanyalah makhluk Allah.